Uncategorized

Bahasa inggris susah euy

Akhirnya selesai juga urusanku yang berhubungan dengan korea dan bahasa inggris. Legaaaa~

Sabtu kemarin aku mengikuti tes IELTS dengan semangat yang hanya tinggal 10%. Aku kecapekan dan ga konsen ngerjain soal-soal tes. Ternyata aku salah, tak kira jenis tes yang aku hadapi General Training, tapi ternyata Academic modules.

Pertama kali datang sebelum mengikuti ujian, kami diharuskan registrasi. Prosesnya persis kayak mau bikin e-ktp atau paspor, kami di haruskan scan sidik jari telunjuk (finger print) sebanyak 4 kali, dilanjutkan dengan foto wajah yang nantinya akan dicetak di sertifikat.

Setelah registrasi selesai kami harus menitipkan semua barang bawaan atau tas, termasuk telepon selular, bahkan kotak pensil pun ga boleh di bawa masuk ke tempat tes. Yang boleh dibawa hanya botol air mineral, tempat kaca mata, alat tulis berupa pensil, pulpen, penghapus, rautan dan identitas (ktp atau paspor).

Saat masuk ke ruang tes lagi-lagi kami harus scan sidik jari untuk membuktikan bahwa yang mengikuti ujian adalah orang yang sama, bukan joki. Setelah masuk ke ruangan ujian, kami ga diperbolehkan untuk keluar masuk ruangan. Suasana benar-benar tertib, tenang dan tegang. Pengawasnya 3 orang bule dan 1 orang lokal.

Tes pertama yang kami ikuti adalah listening test selama 30 menit plus 10 menit untuk mentransfer jawaban dari lembar soal ke lembar jawaban. Tes kedua adalah reading selama 60 menit, tes ketiga yaitu writing selama 60 menit. Setelah ke-3 tes ini selesai, kami dibagi-bagi menjadi beberapa Kelas untuk mengikuti speaking test. Speaking test dilakukan di ruangan tertutup dan hanya dilakukan oleh seorang penguji dan seorang peserta. Hanya 4 mata, yau, me, end! 😀

Saat menunggu speaking test aku agak deg-degan. Soalnya ini kali pertama aku berbicara sama orang bule beneran. Aku ngeri kalo pengujiku ini bule asal inggris, soalnya pan susah nangkep ucapan dengan aksen British English. Sambil menunggu giliran, di luar ruangan aku sempat bercanda dulu sama temanku untuk mengurangi ketegangan. Aku lihat temanku sedang memegang paspornya sebagai identitasnya dan sempat aku pinjem untuk aku lihat isinya. Wuih aku lihat stiker visa korea menempel dengan indahnya di paspornya. Wah, aku juga pengen pasporku ditempel stiker visa korea. Langsung deh aku tanya-tanya seputar perjalanannya ke korea. Teteup aja nyambung ke korea

Saat kami lagi ngobrol, temanku langsung dipanggil masuk untuk interview sama mas bule. Ga lama kemudian tibalah giliranku masuk di ruangan sebelahnya. Pengujiku adalah mbak-mbak bule. Dari luar sekilas keliatan jutek, tapi pas udah ngobrol ternyata asik koq orangnya. Aku lupa kalo lagi tes, aku malah asik bercerita tentang pekerjaan, kesukaanku sampe nyambung ke Korea (lagi-lagi) hehe..

Terakhir setelah selesai interview setelah mbak bule mematikan alat perekam, kami sempet ngobrol sebentar. Do you can read korean? How did you learn korean? I like South Korea, really. And good luck for your scholarship.

Keluar dari ruangan aku langsung senyum-senyum sendirian. Walaupun pas ngerjain soal listening & writting ancur, tapi pas speaking ternyata aku bisa. Padahal sebelumnya aku pikir bahasa inggris itu susah banget, lebih susah daripada bahasa korea malah.
Advertisements

10 thoughts on “Bahasa inggris susah euy”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s