Uncategorized

Pentingnya Teman Nemu di Jalan

Sebagai seorang solo traveler sangat penting bagi kita untuk bisa membuka diri dan berkenalan dengan orang-orang baru dari berbagai negara di tempat yang baru dan asing. Cieeehhh..

Saat memutuskan untuk jalan-jalan sendirian ke Korea sebenarnya aku merasa takut, benar-benar takut. Tapi orang-orang ga pada tau aja. Pede aja, pura-puranya santai, berani, padahal aku belum pernah seumur-umur naik pesawat sendirian, ke luar negeri sendirian pun belum pernah. Perjalanan 3 minggu yang lalu benar-benar hanya modal nekad, efek kebanyakan baca buku/blog the naked traveler hehe..

Aku sering ditanya, Ke Korea sama siapa? Punya teman korea nggak? Jawabannya, sendiri, ga ada teman korea di sana. Siapa pula yang mau menjemputku di bandara, ga ada. Biasanya aku selalu dijemput mbake di bandara Soe-tta, nah di Incheon masak mo minta tolong mbake buat jemput aku, ndak mungkin..

Untung selama perjalanan ke dan di Korea aku selalu bertemu dengan orang-orang baik yang bisa dimintai tolong atau menjadi teman perjalanan.

Jum’at, 11 Mei 2012, jam 21.30 wib, saat di bandar udara Soekarno-Hatta waktu menunggu pesawat menuju ke Seoul aku sempat ngobrol dengan sepasang ibu2 dan bapak2 (seumuran ibu bapakku kethok’e) yang akan mengikuti tour ke Korea. Sambil menunggu gate-nya di buka kami ngobrol mengenai pengalaman mereka mengikuti paket wisata ke berbagai negara. Saat itu juga, di sebelah kananku duduk seorang cewek yang tadinya kukira orang Korea. Eh ternyata dia orang Manado, namanya Merlin. Dia sama denganku, pertama kali ke korea seorang diri. Karena kami merasa senasib dan sependeritaan, kami langsung akrab saat itu juga. Sambil nunggu masuk ke ruang tunggu kami duduk berjejer ber-4 sambil ngobrol. Aku sempat foto-foto dengan Merlin. Aku dan Merlin satu pesawat tapi nomor kursinya ga berdekatan. Sampai di bandara Incheon kami barengan lagi di bandara. Setibanya di Incheon dia ditunggu oleh teman koreanya yang juga bisa berbahasa indonesia, langsung deh aku memanfaatkan kesempatan ini untuk berlatih bahasa korea. Si cowok korea berbicara dalam bahasa indonesia, aku dalam bahasa korea. Karena msih bingung, aku minta tolong temannya merlin untuk membantuku beli tiket bus menuju Seoul. Lumayan kan ada yang bantuin..


Sesampainya di daerah Jongno-gu, daerah tempat aku akan tinggal, aku sempat nyasar saat mencari hostel yang udah aku booking. Pertama kali tiba di sana, kaget aja gitu liat orang berseliweran sebanyak itu, jalannya pada cepet2 kayak dikejar setan yang mau ambil gaji. Aku jalan ngalor ngidul nyariin hostel sambil pegang print-an arah lokasi hostel dan menggendong ransel yang beratnya segambreng. Dan akhirnya aku nyasarrr untuk pertama kalinya. Aku mau tanya orang yang lagi lewat, tapi jalannya pada cepat2. Akhirnya aku nemu 1 orang yg bisa aku tanyain, langsung deh nanya.

Sesampainya di hostel aku bertemu dengan cowok asal Amerika yang bekerja di sana menjadi volunteer, Ricardo dan istri pemilik hostel yang berkewarganegaraan Cina, Mrs. Chong. Mereka sedang sibuk melayani tamu yang mau check out. Sambil menunggu giliran, karena udah ga kuat aku langsung rebahan di sofa. Badanku rasanya super lelah, 24 jam non-stop aku duduk mulai dari jemputan, kantor sampe di pesawat dan di bus.

Ga lama kemudian di hostel aku bertemu dengan sepasang suami istri asal Malaysia yang juga baru datang. Trus ketemu dengan seorang cowok yang tadinya kukira orang cina, jepang ato korea, tapi ternyata dia orang Jogja. Jauh-jauh ke Korea ketemunya orang Indonesia juga, banyak.

Aku kebagian kamar dormitory 3 ranjang bertingkat dengan 6 tempat tidur sekamar dengan cowok-cowok asal Australia, Jogja dan Korea. Jadilah di kamar aku cewek sendirian. Agak risih juga sekamar sama cowok2, nanti diceritain di episode selanjutnya.

Di hostel juga aku berkenalan dengan seorang cewek asal Belanda, Linda namanya, dia juga fasih berbahasa Indonesia. Jadi selama di Korea aku lebih banyak berbicara dalam bahasa indonesia.

Di Korea juga aku janjian ketemuan dengan teman yang memang sudah aku kenal, tapi cuma ada 2 orang yaitu teman asli Australia dan Korea. Awal kedatanganku di korea hari-hariku diisi oleh kopdaran dengan teman-teman yang tinggal di sana. Lumayan dapet guide gratis yang bisa ngajak aku jalan-jalan keliling Seoul dan hiking di Bukhansan. Hari berikutnya (hari ke-3) aku ga jalan-jalan, cuaca mendung, hujan seharian dan dingin, lagian badanku udah mulai anget tanda-tanda mau masup angin. Dengan berat hati hari ketigaku di Seoul kuisi dengan tidur seharian, sekalian untuk mengisi tenaga buat janjian malamnya.

Pengalaman yang paling berkesan saat di Korea adalah saat kami ber-6 (teman nemu di hostel) jalan-jalan ke Yongin, Everland. Sebenarnya Everland ga ada dalam itineraryku. Saat sarapan di hostel aku tanyakan jadwal masing2 dari mereka pada mau ke mana. Pas kudenger mo ke Everland, aku langsung menawarkan diri untuk ikut dengan mereka dan mereka mengiyakan. Jadilah kami ber-6, aku, Andika, kak Alin dan suaminya, Songjun Oppa dan Linda ke Everland. Kami lebih banyak berkomunikasi dalam bahasa indonesia, sampe lupa kalo ada orang korea yang ga bisa bahasa indonesia, kadang ketuker campur aduk bahasa inggris, korea dan indonesia. Linda yang sering keceplosan ngomong pake bahasa indonesia sama songjun oppa, lucu deh. Sayangnya Songjun oppa ga ikut bergabung dengan kami, dia hanya mengantarkan kami sampai gerbang everland, jadi guide gitu deh. Lumayan kan dapet diskon tiket masuknya.

Kak Alin, Linda, Andhika.

Ada pertemuan ada perpisahan. Heri ke sekian, ke-3 orang diantara kami menyelesaikan perjalanannya di Korea. Kak Alin dan suaminya, kembali ke Malaysia, dan Linda kembali ke Belanda. Jadilah mulai hari kamis aku dan Andika kelayapan sendirian, ambil jalan masing-masing. Sendirian itu iseng benerr. Kesepian, ga ada yang bisa diajak ngobrol, ga ada yang bisa dimintain tolong ambil foto, tapi tetep seru koq. Dinikmatin aja..

Beberapa hari menjelang kepulanganku ke Jakarta aku memutuskan untu
k ganti suasana, pindah kota, dari Seoul menuju Gyeongju. Di Gyeongju juga aku kenalan dengan beberapa cowok bule, bukan satu. Lumayan kan dapet banyak teman baru dari Jerman, Inggris dan Kanada kalo ga salah. Malam sabtu-an kami ber-4 bercengkrama di ruang tamu hostel, aku sempat ditawarin minum bir, tapi maaf, aku ga minum kecuali air putih hehe. Kami ngobrol sampe ketawa ngakak kayak udah akrab. Yang namanya Will, cowok asal Inggris cakep dehh xixi..


Selain teman nemu di hostel, aku juga bertemu dengan teman nemu di Multiply. Seru deh bisa kopdaran sama teman-teman di Korea.

Selalu ada jalan, dari yang sendirian jadi bisa berkenalan dengan banyak orang. Tukeran nomer hape, email, facebook id, siapa tau di masa mendatang berkesempatan ketemu lagi. Kita tidak pernah tau siapa yang akan kita temui, siapa tau ketemu jodoh di jalan, kan lutju juga tuh haha..


Tips ala Bijo..
Kalo lagi jalan-jalan sendirian ke luar negeri, cobalah untuk tinggal di hostel. Selain tarif kamarnya murah, di hostel kita juga bisa dapet banyak teman baru. Cari orang yang sama-sama jalan sendiri, bisa bahasa inggris dan asik diajak ngobrol. Niscaya, perjalananmu akan seru. Percayalah apa yang dikatakan Bijo

Advertisements

28 thoughts on “Pentingnya Teman Nemu di Jalan”

  1. diaryvyka said: wew, mantab kali ni mba RIkaa *jempol lima dah buat mba, satu jempol pinjem jempol mba wet :pdalam rangka apa mba jalan jalan ke korea?

    Tengkyu jempolnya Vyka..Ke Korea dalam rangka iseng hehe..

  2. kalau jalan2 sendiri, entah mengapa, kok berasa asing yah,,,,pasti banyak waktu yang terbuang juga, soalnya dimanapun tempatnya, ngepos adalah pilihan utama:)))

  3. saturindu said: kalau jalan2 sendiri, entah mengapa, kok berasa asing yah,,,,pasti banyak waktu yang terbuang juga, soalnya dimanapun tempatnya, ngepos adalah pilihan utama:)))

    Jalan sendiri bukannya asing tapi iseng huehue..Bisa ngepos di mana-mana di sana, soale koneksi internet gratisan di mana-mana..Udah ngepos lagi mas suga??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s