Back to work

Heran deh, baru 4 hari bekerja masak aku udah kecapekan. Di kantor aku kayak orang linglung gitu. Lupa mau ngerjain apa, salah naik jemputan, sampe kena semprot nenek sihir (bukan bosku). Kalo inget nenek sihir moodku mendadak berubah. Baru juga masuk udah ditanyain macem-macem, deadline ini itu. Lah mana gw tau, cuyyy!

Oh iya gara-gara deadline kepalaku sampe migrain. Waktu mau ke klinik untuk suntik vaksin serviks, bu dok ga mau nyuntikin, aku harus dalam kondisi sehat wal afiat kalo mau divaksin. Trus pulang dari kantor tiap hari aku ngerasa capek buanget, beluman juga masup kuliah udah kayak gini. Inikah yang dinamakan sindrom pasca liburan?

Maklum aja, aku masih harus adaptasi pelan-pelan. Selama di Australia hidupku itu santai, beda 180° dengan di sini. Enaknya tinggal di Brisbane, semuanya serba santai, warganya ramah, ga ada polusi udara dan aku jadi lebih sehat di sana. Tiap hari masak buat makan dan ngemilnya buah-buahan. Karyawan di Brisbane itu dimanja. Mereka sibuk, tapi masih bisa menikmati hidup. Apalagi SPG toko, kerjanya ga perlu sampe 12 jam, mall jam 5 sore udah pada tutup, asik kan?

image

Duh, jadi pengen mindahin Brisbane ke Tangerang deh. Bisa ga yah? 😀

2 thoughts on “Back to work

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s