Selamat Datang di Te-ka-pe [NZRoadTrip]

Lake Tekapo. Foto bukan dari internet, tapi langsung dari kameraku yeayyy :-)

Lake Tekapo. Foto bukan dari internet, tapi langsung dari kameraku yeayyy šŸ™‚

Awalnya tujuan saya ke New Zealand adalah kepengen menikmati perbukitan hijau yang dikelilingi titik-titik kecil yang nampak di kejauhan, sambil duduk-duduk santai dan hiking di Taman Nasional di New Zealand, tapi entah kenapa setelah sampai sana malah berubah pikiran.

Jadwal perjalanan di New Zealand yang selama 13 hari 12 malam itu ternyata menjadi sangat padat. Kami harus membuat itinerary jauh-jauh hari sebelum apply visa untuk memberikan gambaran seperti apa perjalanan yang nantinya akan kami lakukan. Untuk mengakomodir keinginan kami berdua maka kami harus membuat rute berdasarkan keinginan kami, yaitu Christchurch Loop (gak muterin keseluruhan juga sih), yaitu memutar dari atas ke bawah, trus ke atas pulau selatan lagi. Mengingat keterbatasan waktu dan budget, tidak semua tempat bisa kami datangi. Saat itu saya cuma kepengen kepengen ke Lake Tekapo, Milford Sound dan mblasuk ke hutan hujan, sementara teman jalan saya, sebut saja cici JT yah, kepengen melihat pinguin dan paus di ujung dan ujung, saya sih asik-asik aja.

Jadi kami bagi tugas, sebelum berangkat ke Selandia Baru tugas saya adalah booking semua penginapan, booking online tiket bus, booking sewa mobil dan membuat itinerary secara garis besar. Sementara ci JT yang ngurusin rute di lapangan, saya sih ngekor aja mau ke mana dan ngapain. Saya udah pusing bikin itinerary sebelum berangkat, jadi pas di lapangan saya udah gak kepikiran lagi mau ke mana-mana aja. Bahkan saya udah gak kepikiran buat sewa GPS.

Saya sengaja memilih ke New Zealand di musim panas untuk menghindari kejamnya musim dingin di New Zealand. Berdasarkan pantauan cuaca di google (ealah kayak di berita aja), temperatur udara di New Zealand di musim panas berkisar antara belasan sampai dibawah 10 derajat celcius. Kebayang kan gimana dinginnya New Zealand di musim dingin brrrrrr! Heater selalu on di malam hari di musim panas lho!

Ehh bener aja, setelah sampai di Christchurch International Airport tanggal 12 Desember 2014, tepat 1 bulan yang lalu, saya disambut dinginnya udara Christchurch. Pas hari pertama, bus yang akan kami tumpangi ke Tekapo kan berangkat jam 7.30, saya coba nyari-nyari bus dan nungguin di terminal di depan terminal kedatangan tapi dinginnya ruarr biasa, sampe keluar asep dari hidung. Kami lebih memilih menunggu di dalam bandara. Ini summer, gimana winternya ckckckck.

Perjalanan dari Melbourne ke Christchurch ditempuh dalam waktu 3 jam 30 menit, nggak lama sih, tapi karena perbedaan waktu antara Melbourne dan Christchurch 3 jam saya jadi bingung. Perbedaan waktu antara Jakarta dan Christchurch adalah 6 jam, lebih duluan NZ daripada Indonesia. Di pesawat Jetstar saya nggak bisa tidur, cuma merem doang tapi ya masih sadar. Penumpang pesawat pada rame bener sibuk pesen makan, mbak pramugarinya juga bolak-balik terus. Saya bingung jam segitu itu jadwalnya makan malam atau sarapan atau sahur sih? Pesawat kami berangkat jam 22.30 waktu Melbourne dan tiba jam 05.00 waktu Christchurch. Saya kira saya bisa liat matahari terbit dari jendela pesawat ternyata belum terbit jam 5 subuh.

Sesampainya di bandara, pas udah siangan, waktu lagi menunggu Intercity Bus di terminal kami celingak-celinguk nyari tanda-tanda kehidupan. Ya kali ini tempat naik bus sepinya kayak kuburan. Waktu keberangkatan yang tertera di tiket adalah jam 7.30, dan kami harus sudah di tkp jam 7.15 tapi waktu mendekati pukul 7.40 bisnya masih belum nongol. Panik dong kami, di tempat yang sama ada mbak-mbak sendirian, orang Brisbane, mau maen ke rumah pacarnya di NZ, penting ini penting! hahaha. Saya tanya-tanya dia mau naik bis apa dan ke mana, dan ternyata dia juga menunggu bus yang sama dengan kami. Jadi aman, kalo ketinggalan bus ada barengannya haha. Selain mbak australia ada juga rombongan keluarga india, mau nanya sayanya males, mereka rame sih. Ini kok malah jadi cerita hari pertama di NZ??

Bis Intercity yang kami tumpangi dari bandara akan mengangkut penumpang lain di Christchurch city, setelah angkut semua penumpang perjalanan di lanjutkan menuju Lake Tekapo dan berhenti 1 kali di tempat istirahat. Perjalanan dari Christchurch International Airport ke Lake Tekapo ditempuh dalam waktu selama 3 jam. Karena malamnya selama di pesawat saya nggak tidur, di bis inilah saya bisa balas dendam. Cuma dinginnya itu bikin tidur gak pules. Tangan saya harus saya bungkus pashmina, mata pake penutup mata, itu juga masih kedinginan. Entah AC-nya yang dingin ato di luar emang dingin.

Satu persatu kursi yang awalnya kosong lama-kelaan terisi penuh di Christchurch city. Si mbak Brisbane yang tadinya duduk di sebrang kursi saya pindah ke sebelah saya. Dia merelakan kursinya ditempati oleh pasangan dari Asia (entah Cina atau Korea), daripada harus melihat mereka duduk terpisah, lebih baik dia yang mengalah pindah di sebelahku. Ahh baik sekali si mbak ini.

Pemandangan dari Christchurch ke Tekapo biasa aja, tapi ketika mendekati lake Tekapo pemandangannya berubah jadi bagus. Sopir bus intercity yang bawa bis kami juga bertugas sebagai pemandu, jadi sambil nyetir sambil ngoceh pake mic. Kalo lewatin spot bagus dia bakalan infoin ke penumpang dan penumpang yang pada tidur pada bangun deh. Saat melihat hamparan rumput hijau yang menyelimuti perbukitan di kanan-kiri jalan di hiasi domba-domba putih yang semlohai saya pun langsung berdecak kagum. Finally, saya bisa melihat New Zealand yang sebenarnya, nggak dari internet, ini nyata. Saya cuma senyum-senyum aja sendiri sambil foto-foto rerumputan di sebelah kiri saya. Aihh cantiknyo! Saya juga sempat merekam dengan kamera ponsel saya, tapi tapi tapi saya gak bisa posting karena terkendala koneksi internet hiksss, bisanya cuma segini doang, semoga kalian menikmati jepretan saya yang biasa saja.

Jalan menuju Lake Tekapo

Jalan menuju Lake Tekapo

Lupin dan Ipin

Lupin dan Ipin

Air di Lake Tekapo ini jernih

Air di Lake Tekapo ini jernih

Lupin ungu dan pink

Lupin ungu dan pink

Udah keburu error mau ditambahin foto-foto lainnya hehe. Sepertinya saya ingin kembali lagi ke sini, meluangkan waktu selama beberapa hari dan tidak melakukan apa-apa, hanya memandang birunya danau dan putihnya puncak pegunungan yang berselimuti salju di kejauhan sambil makanin kwaci, hmm enak kali yahhh.

6 thoughts on “Selamat Datang di Te-ka-pe [NZRoadTrip]

    • Iya jernih banget, semuanya serba jernih ya langitnya, udaranya, mata jadi seger. Gak tau ya dingin apa enggak air danaunya, gak ngerasain, kalo cuacanya sih dingin banget

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s