Terbang dengan AirNZ [NZRoadTrip]

Ok, mari kita lanjutkan dengan postingan ke-4 hari ini. Mumpung lagi produktif ngeblog hehe. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya terbang dengan pesawat Air New Zealand. Air NZ maskapai milik Selandia Baru ini memang keren. Sejak jauh-jauh hari saya sudah membuat Airpoints, kartu frequent flyer milik AirNZ, buat iseng-iseng doang sih. Sebenarnya saya gak harus naik ini sih, naik apa aja bisa yang penting tiketnya murah dan selamat sampai tujuan.

Setelah puas berpetualang selama 14 hari di jalan, tiba juga saatnya bagi kami untuk mengucapkan selamat tinggal sampai jumpa kepada New Zealand. Di hari ke-15 perjalanan saya, saya harus meninggalkan Christchurch dan kembali ke Indonesia.

Tanggal 24 Desember 2014, tepat pukul 3 dini hari, alarm ponsel saya berbunyi, berarti tiba saatnya bagi kami untuk segera mandi, berkemas meninggalkan Christchurch Canterbury House dan bergegas ke bandara. Kami berusaha untuk tidak membangunkan pemilik rumah dan tamu lainnya. Namun saat akan meninggalkan rumah, si om pemilik rumah terbangun dan melihat kami pergi. Yahh ketauan deh, kayak maling aja haha. Saat keluar rumah, langit Christchurch masih tampak gelap dan suara angin terdengar cukup kencang diiringi dengan hembusan angin yang cukup dingin.

Kami langsung masuk ke mobil sewaan yang sudah menunggu dengan setia di halaman depan rumah, saya pun langsung duduk di kursi penumpang di depan dan mengenakan jaket tebal. Sedangkan teman jalan saya segera menyalakan mesin mobil, mensetting GPS dan kamipun mulai berkendara ke arah jalan raya. Kami sempat tersesat waktu mencari putaran balik, kami malah muter-muter di komplek perumahan di Bailey Avenue dan berusaha untuk mencari jalan raya. Mbak GPS-nya baru bangun tidur, mungkin dia tidak fokus haha.

Setelah ketemu jalan raya kami langsung mengikuti arahan mbak GPS dan berkendara menuju bandara. Ada yang kami lewatkan saat akan ke bandara, kami nggak tau ke mana harus mengembalikan mobil sewaan. Saya hanya fokus dengan bagaimana cara menyewa mobil tapi nggak mencari tahu bagaimana cara mengembalikan mobil sewaan. Saya kira balikinnya ke bandara, tapi ternyata saat di bandara kami nggak menemukan satu pun counter apex, di parkiran pun nggak ketemu logo atau plang apex rental. Di sini saya agak stress dan kesal karena matahari sudah hampir menampakan sinarnya dan kami belum juga tahu ke mana balikin mobil sewaan. Kami langsung meluncur ke counter check in Air New Zealand. Di sini kami menemukan masalah lainnya, ternyata kami harus self check in AirNZ dengan menggunakan mesin yang disediakan di terminal keberangkatan. Saya pun mencoba untuk check in tapi saking stressnya saya nggak bisa check in. Untungnya di situ ada petugas check in yang siap sedia untuk membantu penumpang yang kesulitan, fiuhhh. Saya sampe lupa kasih liat kartu Airpoints saya.

Kelar check-in kami bertanya ke sana ke mari di mana counter apex rental. Bagian informasi pagi itu belum buka, kami bertanya kepada mbak-mbak yang bertugas di counter penyewaan mobil Hertz dan nanya di mana counter apex. Kami mau pinjem teleponnya tapi kata mbak-nya kami bisa menggunakan telepon koin yang ada di samping counter, owhh, ok. Saya langsung mengambil struk/lembaran berkas yang diberikan pada saat mengambil mobil dan mencoba untuk menghubungi semua nomor telepon yang ada tapi nggak ada jawaban. Pas lagi ngecek nomor telepon saya melihat lembar di halaman belakang struk, ternyata alamat dan cara untuk mengembalikan mobil tertera di bagian belakang struk penyewaan itu. Makanya baca dong haaha!!

Kami berjalan ke parkiran dan membayar parkir NZ$12 melalui mesin parkir. Kami mensetting GPS dan mengarahkan ke tempat ngebalikin mobil yang jaraknya lumayan jauh kalo jalan kaki. Setelah mengikuti arahan GPS akhirnya ketemu juga tempatnya, Airport Canterbury 17-25 Logistics Drive Christchurch! Jarak dari bandara menuju tempat ngebalikin mobil sewaan kurang lebih 3 km. Ya ampun perjuangan banget dah pagi-pagi buta. Dari tempat ngebalikin mobil kami diantar lagi ke bandara dengan menggunakan shuttle yang disediakan oleh Apex. Karena ngebalikin mobil diluar jam kerja kami dikenakan biaya NZ$30 yang sudah dibayar saat booking/memesan pertama kali.

Mobil yang akan membawa kami kembali ke bandara Christchurch

Mobil yang akan membawa kami kembali ke bandara Christchurch

Sekarang mari kita lanjutkan dengan cerita di pesawat!
Setelah selesai urusan mengembalikan mobil sewaan, kami harus segera masuk ke ruang tunggu bandara Christchurch dan siap-siap pulang. Pesawat yang saya tumpangi adalah pesawat dengan nomor penerbangan NZ887 dengan nomor kursi 13C. Yeay home home home!

Sebelum naik pesawat seperti biasa saya mengisi botol minum saya melalui tap water yang disediakan di bandara dan melipir ke jendela di ruang tunggu dan foto-foto pesawat yang akan saya tumpangi. Kesampean juga naik AirNZ hehe. Beberapa saat kemudian terdengar suara panggilan untuk kami agar segera memasuki pesawat.

Suasana di ruang tunggu bandara sebelum masuk pesawat

Suasana di ruang tunggu bandara sebelum masuk pesawat

Pesawat Air New Zealand yang akan membawaku ke Sydney

Pesawat Air New Zealand yang akan membawaku ke Sydney

Kursinya lumayan lega kalo dibandingin AA, joknya pun beludru, bukan kulit. Di depan saya juga ada layar inflight entertainment, pokoknya mendingan dah daripada 3 pesawat yang saya tumpangi sebelumnya. Fullboard airline tapi tanpa makan dan bagasi. Saya udah tau jauh-jauh hari kalo di pesawat AirNZ ini video peragaan keselamatannya unik, lucu malah. Berasa lagi di setting film The Hobbit. Awak kabin dan penumpang di video itu berperan layaknya karakter film Hobbit. Mereka ngejual pariwisata melalui film, keren banget dah. Kalian bisa nonton video keselamatan AirNZ melalui youtube kok. Cuma kok ya ngeri aja ya kalo sepesawat sama Orc, haha.

Air NZ Inflight Entertainment, kalo mau nonton film terbaru kudu bayar lagi

Air NZ Inflight Entertainment, kalo mau nonton film terbaru kudu bayar lagi

Nonton pembuatan film The Hobbit di pesawat. Suka sama Thauriel ini

Nonton pembuatan film The Hobbit di pesawat. Suka sama Thauriel ini

Pukul 06.30 pesawat kami boarding dan perjalanan dari Christchurch menuju Sydney International Airport ditempuh dalam waktu 3,5 jam. 3,5 jam berasa lama karena saya kelaperan di pesawat. Jadwal makan saya berantakan karena adanya perbedaan waktu antara New Zealand, Australia dan Indonesia, padahal cuma beda waktu 6 jam doang. Emang norak aja sayanya haha. Kalo ditotal-total perjalanan dari Christchurch Canterbury House sampai tiba di rumah adalah 23 jam, dan selama itu mata saya terjaga, di pesawat kepala saya pusing bukan main. Alhamdulillah penerbangan dari NZ ke Oz berjalan lantjar dan saya pun tiba di Sydney dengan selamat hihi. Ok, sekarang selamat menikmati foto hasil jepretan di pesawat hehe.

Sebelum Take Off

Sebelum Take Off

Pegunungan salju New Zealand tampak di bawah sana

Pegunungan salju New Zealand tampak di bawah sana

Awak kabin yang sedang bertugas

Awak kabin yang sedang bertugas

Sedang sibuk

Sedang sibuk

Hey mengisi arrival card australia lagii

Hey mengisi arrival card australia lagii

Halaman belakang boarding Pass

Halaman belakang boarding Pass

Di pesawat saya cuma mendengarkan musik dan berjuang untuk tidur, tapi gak bisa juga sih, pura-pura tidur aja dahh. Setelah tiba di bandara Sydney kami disambut oleh mas-mas petugas yang berjaga di pintu keluar pesawat dan menyapa kami dalam bahasa maori dan inggris, “Welcome! Kia Ora!” Di bandara Sydney ini akhirnya saya berpisah dengan teman jalan saya, selanjutnya kami meneruskan perjalanan kami masing-masing. Petualangan selanjutnya dari bandara Sydney nggak kalah seru, ada aja kejadian konyol dan bodoh yang bikin saya ketawa kalo mengingatnya lagi hehe. Baiklah, selamat hari valentine sodara-sodara! 🙂

13 thoughts on “Terbang dengan AirNZ [NZRoadTrip]

  1. salam kenal ya mbak 🙂 saya berencana mau ke NZ juga tahun 2016, jadi pingin konsultasi gitu hehe. kalau mbak berkenan, bisa saya email mbak (kalau mbak kasi alamat emailnya). soalnya saya banyak banget ni mau nanya.

  2. Hi Ri ( sok kenal 😀 ) btw mau tanya, sudah pernah naik Virgin Australia kah sebelumnya? Dia itu budget airlines kayak Airasia gitu, yg apa2 kudu bayar lagi, atau semi fullboard? Lagi dilema antara mau beli qantas atau virgin australia..

    • Gpp sok kenal juga haha. Udah pernah. Gak ngerti virgin masup budget airlines atau fullboard airlines, pesawatnya sih mirip AA tapi dapet makan dan minum. Untuk bagasi dia modelnya kayak Air New Zealand & Air Berlin, jadi tiketnya harganya beda lagi kalo mau sama bagasi. Tiketnya ada tipe-tipenya gitu, coba cek di webnya dah supaya lebih jelas 🙂

      • lumayan bingung lihat website nya hahaha.. nyari2 info di inet ga nemu.. kurleb dah ngerti deh, mau ke NZ juga naik virgin DPS-CHC pp. sayang waktunya ga pas sama kalian.. 🙂

  3. Belum beli tiketnya, karena masi ragu2, kemungkinan beli PP atau beli CHC-DPS aja, karena dia transit di brisbane 3 jam (?) dan gua gak punya visa transit Oz pas balik.. Karena dah expired.. Perginya masih tentative antara singgah di Melb (naik apa aja ) atau lsg CHC dr DPS..

      • DPS-BNE-CHC, transit di Brisbane 3.5 jam, CHC-BNE-DPS, transit Brisbane 1 jam 20 menit. Yg jadi masalah, visa transit Oz gua cuma berlaku sampe akhir maret, sedangkan gua baliknya akhir april. hahaha.. Jadi pulang nya dah hampir pasti naik Virgin, perginya masih santai, bisa keluar ke Oz dulu. Tiket ngeteng gitu lebih murah soalnya.

      • iyes, multiple entry 3 bulan, apply nya kecepatan, soalnya berhubungan sama masalah tiket. soalnya pernah dapat yg multiple entry nya 1 bulan saja, untung belum beli tiket, kalau ngga, panjang urusan refund segala. Kebetulan kali ini bakal mayan lama disana..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s