Hari Pertama Backpacking ke Sydney

Opera House Sydney

Opera House Sydney

Twenty years from now you will be more dissapointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the save harbor. Catch the trade winds on your sails. Explore, dream, discover. – Mark Twain

Saya nemu catetan lama di hp saya yang isinya rincian biaya perjalanan ke Sydney tahun 2013 lalu. Waktu ke Sydney ini saya nggak berangkat dari Jakarta, tapi dari Brisbane. Kalo dari Jakarta biaya udah pasti membengkak, belum lagi biaya visa australia. Jadi waktu lagi di Brisbane saya nggak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengunjungi Sydney.

Saya berangkat ke Sydney dengan menggunakan pesawat Tiger Air yang saya booking melalui aplikasi mobile di ponsel dan membayar dengan memasukan nomor kartu di kartu debit saya. Biaya tiket dari Brisbane ke Sydney pp saat itu adalah 146,90 dolar australia atau hampir Rp 1.500.000. Kurs dolar australia saat itu berkisar 10 ribuan lebih. Saya sengaja nggak beli bagasi karena tujuan saya bukan buat belanja. Saya ke Sydney cuma dengan membawa ransel kecil yang biasa dipake buat ke kampus sehari-hari. Waktu check in bagasi saya ditimbang dan angka di timbangan menunjukan 5 kilogram, legaa. Tiger Air ini lumayan ketat timbangan bagasi kabinnya, saya nyobain naik Virgin Australia, Jetstar, Air New Zealand, Air Asia tanpa membeli bagasi dan nggak pernah ditimbang lho bagasi kabinnya.

Pesawat yang saya tumpangi menuju Sydney berangkat malam hari, saat lagi nunggu di ruang tunggu bandara Brisbane saya mendengar pengumuman melalui pengeras suara bandara bahwa pesawat yang akan saya tumpangi mengalami delay. Delaynya nggak sebentar, lumayan lama juga kalo gak salah sejaman lebih. Sambil nahan ngantuk saya cuma bisa menunggu menunggu dan menunggu bersama dengan penumpang lain.

Saya senang banget waktu dipanggil masup ke pesawat. Di pesawat tiger kalo kelaperan kita bisa beli inflight meal. Waktu di pesawat saya agak-agak kurang nyaman sama jok saya karena ada yang ngedorong saya dari kursi di belakang saya. Kan nggak enak yaa, didorong-dorong gitu senderan punggungnya. Aduuh ini apa sihhh ganggu banget. Pas saya nengok ke belakang ternyata ada pramugara yang lagi duduk dengan posisi ngebelakangin kursi buat ngasih pertolongan ke cewek bule, kayaknya sih dia sesak nafas gitu. Ohh kalo gitu saya bisa maklum, gpp deh dorong lagi bangku saya, mas! haha

Perjalanan dari Brisbane ke Sydney ditempuh dalam waktu 1 jam-an. Saat tiba di bandara Sydney saya dan teman-teman langsung mencari tahu cara untuk menuju kota. Begini deh kalo jalan sama temen-temen saya jadi pemalas, malas googling jadi ya ngikut aja dah. Karena haus saya pun langsung beli air mineral di vending mechine yang ada di bandara seharga AU$ 3,50. Mahal ya masak minum doang harus bayar 35.000 haha.

Salah dua teman saya sering bolak-balik ke Sydney jadi dia udah hapal betul kota Sydney. Kami mempertimbangkan buat naik kereta dari bandara Sydney ke Central Station tapi setelah diitung-itung ongkos kereta jauh lebih mahal daripada taksi. Kalo jalannya rame-rame mendingan naik taksi supaya lebih hemat. Taksi yang kami panggil ukurannya gede, bisa dimasupin 10 orang kali. Kami kan spontan ke Sydney tanpa bikin itinerary atau booking hostel, jadi di tengah malam itu kami ngider-ngider jalan kaki di sekitaran central station buat nyari hostel dan kebanyakan penuh. Setelah beberapa kali bolak-balik dari hostel ke hostel akhirnya kami menemukan 1 hostel yang kosong di Wake Up! Hostel.

Kami menginap selama 3 malam di Wake Up! Saya kebagian kamar bersama dengan 2 teman cewek saya, jadi kami bertiga tidur di kamar dormitory private dengan 4 tempat tidur, harga permalamnya sekitar 42 dolar. Sedangkan ke-3 teman cowok saya tidur di kamar sebelah. Setelah meletakan ransel kami ber-6 langsung keluar dan nyari makan malem di tengah malem. Sydney di musim dingin di tengah malam itu dingin sekali sodara-sodara.

Pas lagi jalan kaki nyari makan saya liat mbak-mbak yang lagi ciuman di tengah jalan dengan cowoknya di perempatan lampu merah, yang bikin saya merhatiin dia adalah tatonya di betis, eye catching banget bahkan di tengah malam yang gelap haha. Laper laper di tengah malam saya cuma beli muffin di seven eleven doang, plus indomie.

Keesokan harinya saya dan teman-teman jalan-jalan sebentar di sekitaran hostel dan kami membaca kalo hari itu lagi ada paket Sydney City Tour dari hostel. Wah boleh juga nih jalan-jalan seharian dengan tamu-tamu hostel ke pusat kota dengan dipandu oleh seorang karyawan hostel. Ahh saya suka yang gratisan. Pagi itu kami pun langsung mendaftar dan harus menunggu sampe tamu lain yang mau ikut berkumpul.

Kami bersama dengan backpacker bule lainnya jalan kaki dari hostel melewati Paddy’s Market terus sampai ke Queen Victoria Building sampe ke Harbour Bridge sampai ke Darling Harbour. Mata saya nggak berhenti meratiin para pekerja kantoran yang lagi pada makan siang dengan dandanan kece. Kayaknya asik ya kerja di salah satu gedung tinggi di Sydney.

Ternyata oh ternyata jarak dari hostel ke Opera House itu jauh banget. Entah sudah berapa kilometer saya berjalan kaki. Sambil jalan saya liatin bule-bule yang jalan sendirian dan pelan-pelan saya deketin buat diajak ngobrol dan jalan bareng. Dapet kan 1 temen baru haha. Sepanjang jalan saya cuma bisa meringis kesakitan di telapak kaki saya. Telapak kaki saya merah. Ihh sepatu saya jelek banget, solnya tipis jadi kaki saya sakit dipake buat jalan jauh.

Setelah berpisah dengan rombongan dari hostel, sesampainya di Opera House, saya dan ke-5 teman pun membagi tim menjadi 2. Teman-teman cewek kepengen ke Madam Tussaud dan ke Paddy’s Market buat beli oleh-oleh, sedangkan teman-teman cowok 2 orang kepengen ke Bondi Beach. Maka saya pun lebih memilih ikut temen-temen cowok ke Bondi Beach, sedangkan kedua teman cewek dan satu teman cowok memilih untuk ke Madam Tussaud. Baiklah kita ambil jalan masing-masing aja dehhh 😀

Pilihan menu di pesawat tiger

Info keselamatan dan plihan menu di pesawat tiger

Bangun!

Bangun!

Bersiap meninggalkan pelabuhan

Bersiap meninggalkan pelabuhan

CIMG4703

Pose sama om Dendi di Bondi Beach, foto dijepret Bang Tedy

Pose sama om Dendi di Bondi Beach, foto dijepret Bang Tedy

9 thoughts on “Hari Pertama Backpacking ke Sydney

  1. Backpacker dengan teman-teman itu memang seru ya Mbak. Susah senang ditanggung bersama, dan banyak pula cerita serunya karena yang berpikir ada banyak kepala! :hehe.

  2. Mbak mau nanya , kalo kita pergi sendirian terus pas dari bandara kita mau ke hotel yg udah kita pesen via traveloka itu gimana caranya yah ? Kalo pake taksi mahal gak ? Atau ada bus di sana ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s