Pengalaman Menginap di Chateau Franz Backpackers

Pemandangan dari jendela kamar, pegunungan dengan puncak diselimuti salju itu sangat dekat sekali

Pemandangan dari jendela kamar, pegunungan dengan puncak diselimuti salju itu sangat dekat sekali

Dari sekian banyak penginapan yang pernah saya tinggali selama traveling, saya belum pernah sama sekali benar-benar berdiam diri di penginapan selama 1 hari penuh. Biasanya saya ke penginapan cuma buat beristirahat di malam hari setelah puas berkeliling objek wisata seharian penuh. Beberapa waktu lalu saat roadtrip di Selandia Baru, saya menginap selama 12 malam di 10 penginapan yang berbeda. Namun dari semua penginapan itu, penginapan yang paling mewah buat saya adalah waktu saya berada di Westland Tai Poutini National Park. Di sini saya menginap di Chateau Franz Backpackers selama 2 malam.

Sebenarnya sih nggak ada yang istimewa pada penginapan ini, hanya saja lokasinya yang terletak diantara hutan hijau dan pegunungan membuat penginapan ini berasa keren. Saya ngerasa kayak lagi di luar negeri, kayak di film-film gitu deh haha. Pemandangan dalam perjalanan waktu mau ke sini itu dikelilingi hutan di kanan kiri jalan, keren deh. Tapi sayang, sayang banget saya nggak bisa explore ke hutan dan gunung di dekat penginapan ini karena cuaca saat itu sedang tidak bersahabat.

Tadinya tujuan kami ke Franz Josef ini buat hiking dan ngeliat glaciers dari kejauhan tapi apa daya, selama 2 hari di sana kami diberikan hujan yang sangat awet dan dingin dari pertama kali datang di sore hari sampai malam hari, berlanjut sampai keesokan harinya dan sampe besoknya lagi. Batal deh rencana kami buat keluar liat sesuatu yang hijau (hutan) dan putih (gleciers). Saya cuma kepengen hiking doang seharian penuh, dan si cici kepengen heli hike pake helikopter tapi tapi tapi gak jadi 😦

Sedih kan kalo udah jauh-jauh pergi ke tempat impian eh malah cuma ngejogrog di kamar doang seharian. Tapi saya sih positip tingking aja deh, mungkin emang kami disuruh istirahat aja di kamar dan nggak boleh ke mana-mana. Yasudahlah, daripada manyun mendingan juga tersenyum dan menikmati hangatnya kamar yang nyaman di hari yang terus diguyur hujan.

Untungnya di sini kami dikasih fasilitas internet tak terbatas, dapet wi-fi gratisan di tengah hutan tanpa harus membayar itu anugerah terbesar buat saya. Jadi kan gak mati gaya di kamar, kami bisa puas mengabari orang rumah kalo kami lagi berada di suatu taman nasional bernama Westland Tai Poutini National Park, yah walopun gak masuk ke hutannya langsung sih. Saya bisa posting foto di path dan bikin sirik orang kantor yang pada nebak-nebak saya lagi di mana haha.

Selain itu di kamar ini juga dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi di dalam kamar, lemari es, pemanas air minum, piring, sendok, garpu, gelas, teh, mini kitchen gitu dehh. Tinggal ditambah rice cooker jadilah dapur pribadi yang bisa dipake buat masak. Di kamar ini juga dilengkapi dengan fasilitas TV kabel. Asik kaan bisa nonton kartun, film dan siaran berita New Zealand dalam bahasa Maori, walaupun saya nggak ngerti artinya. Saya cuma bisa nyimak sambil mendengarkan bahasanya yang agak-agak mirip kayak bahasa india. Yang baca berita orang bule tapi bahasanya nggak familiar kan aneh aja gitu hehe. Setelah puas nonton siaran berita bahasa Maori, saya pun mengganti channel ke film kartun, menyambut natal di tv banyak ditayangin film-film kartun bertema natal yang bagus. Jadi selama 2 hari itu saya cuma tidur-tiduran pake kaos kaki wool sambil selimutan dan nonton tv, sambil ngemil Doritos.

Kalo udah bosen nonton tv saya ngelongok ke jendela dan liatin cuaca di luar kamar berharap hujan akan segera reda, tapi mah ujan aja terus sampe besoknya. Saya nggak nyadar kalo ternyata dari jendela kamar bisa liat pegunungan dengan puncak yang diselimuti salju karena sehari sebelumnya nggak keliatan kalo ada gunung, kan ketutupan kabut terus. Baru ngeh pas mau check out.

Resepsionis

Resepsionis

Setelah ngambil kunci kamar di resepsionis

Ambil kunci kamar dan bayar buat 2 malam Resepsionis

Kamarku

Kamar yang nyaman

TV di kamar

Nonton film kartun di kamar

Pojokan kamar tempat buat nyimpen bahan makanan (dapur darurat)

Pojokan kamar tempat buat nyimpen bahan makanan (dapur darurat)

Singing in the shower.. Kamar mandinya mungil sampe susah gerak

Singing in the shower.. Kamar mandinya mungil sampe susah gerak

Siaran berita dalam bahasa Maori

Siaran berita dalam bahasa Maori

Saking malesnya masak di dapur bersama, lebih memilih masak indomie di kamar

Saking malesnya masak di dapur bersama, lebih memilih masak indomie di kamar

Pojokan kamar

Pojokan kamar

Dapur bersama dan 2 cowok brazil (dan italia?) yang bikin saya ngikik selama nongkrong di dapur

Dapur hostel dan 2 cowok brazil (dan italia?) yang obrolannya bikin saya ngikik selama nongkrong di dapur

Saya memesan penginapan ini 2 bulan sebelum keberangkatan, melalui website hostelworld. Saya sengaja memesan melalui website hostelworld supaya saya bisa ngutang dulu, ehh ngutang, ssst jangan bilang-bilang hahaha. Kalo pesan langsung di websitenya kan harus langsung bayar, saya sengaja pilih yang cuma bayar dp dulu buat jaga-jaga kalo seandainya nggak jadi nginep di sini, kan ga rugi 150 dolar jadinya. Saya milih kamar tipe Standard Double Bed Private Ensuites yang terletak di lantai 2.

Di sini banyak free-nya tapi saya cuma menikmati wi-fi gratisan doang, breakfast gak kebagian karena bangunnya kesiangan terus, hot soup gak kebagian karena ngerem di kamar terus, pas turun ke bawah udah kosong pancinya, hot bubbly spa pool juga gak nyobain karena gak nanya di mana tempatnya dan emang gak kepengen juga, pop corn juga nggak makan karena males bikin haha. Kebangetan banget yaaak hahaha.

Confirmation email from hostelworld

Confirmation email from hostelworld

Ini lho gretongannya
FREE unlimited WIFI and international phone calls.
FREE luggage storage and a safe for valuables.
FREE breakfast.
FREE hot bubbly spa pool.
FREE hot soup in the evenings.
FREE popcorn to eat while watching DVDs.
FREE tea and coffee.

Booking di mana?
http://sircedrics.co.nz/hostels-franz-josef/chateau-franz/

Nggak ada gunung

Nggak ada gunung

Keesokan harinya tiba-tiba ada gunung muncul di belakang hostel, Uwow MAGIC!!! :-D

Keesokan harinya tiba-tiba ada gunung muncul di belakang hostel, Uwow MAGIC!!! 😀

6 thoughts on “Pengalaman Menginap di Chateau Franz Backpackers

  1. Makanya serba kayu gitu ya Mbak, biar anget karena suhu di luar dingin.. 😀 Suka deh sama tempatnya.. Berasa adem en khas pegunungan 😀

  2. Saya suka dengan dinding kamar yang dilapis kayu lambrisering itu. Alangkah enaknya menikmati suasana kamar dengan pemandangan cakep begitu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s