Traveling

Percakapan Singkat Dengan Abang Imigrasi di Paris

20150924_163740

Sekarang saya mau cerita pengalaman ketika pertama kali tiba di Paris setelah menempuh perjalanan selama 2 hari dari Indonesia (kan transitnya lama). Dari setiap perjalanan, pengalaman yang paling saya tunggu-tunggu saat memasuki negara baru adalah proses pemeriksaan keimigrasian di counter imigrasi. Saya suka aja gimana deg-degannya kalo kudu menghadapi interview singkat sama abang imigrasi di luar negeri.

Negara pertama yang saya kunjungi dalam rangkaian perjalanan selama di Eropa adalah Perancis. Saya mendarat di bandara CDG sekitar jam 3 sore setelah menempuh perjalan selama 7,5 jam dari bandara Abu Dhabi. Antrian keluar dari pesawat berjalan sangat lama sekali. Ternyata begitu keluar dari pesawat dan melewati garbarata, kami disambut oleh 2 orang petugas berseragam, tulisannya sih Police tapi saya yakin kalo mereka itu adalah petugas imigrasi Perancis yang melakukan pengecekan dokumen perjalanan.

Saya lumayan awal juga keluar dari pesawatnya, saat mengantri di barisan pengecekan paspor, teman saya dan saya mengambil antrian yang berbeda. “Ehh gue di situ aja ah, abangnya lebih ganteng!” Kata teman saya. Saya sih tetap di barisan saya semula.

Ketika tiba giliran saya untuk pengecekan paspor, visa schengen saya diteliti dengan seksama, diterawang, diraba, dan dipelototin. Sambil ngecek paspor, abang imigrasinya nanya-nanya pertanyaan standar khas dan saya pun memberikan jawaban dengan lancar dan meyakinkan. Setelah saya keluar dari antrian pemeriksaan paspor, saya menghampiri teman saya yang sudah lebih dulu keluar antrian dan berdiri menunggu saya dengan pandangan lesu.

“Kenape lo?”

“Paspor gue ditahaaaaan!!”

“Lahhhh!” *ketawa ngikik*

Dia harus menunggu sampai semua penumpang dan kru pesawat keluar dan kembali harus menghampiri abang imigrasi yang mengecek paspornya. Berarti kami harus menunggu ratusan penumpang pesawat keluar dan sambil nunggu kami pun sibuk mengamati orang-orang.

Meratapi nasib
Kembalikan pasporku

Ketika semua penumpang dan kru pesawat keluar, teman saya kembali menghampiri abang imigrasi yang mengecek paspornya. Saya, sebagai seorang teman yang setia kawan juga ikutan menghampiri abang imigrasi yang mengecek paspor teman saya dan menanyakan apakah ada yang salah dengan dokumen perjalanan teman saya.

Abang imigrasi yang memeriksa paspor teman saya pun menjawab, “Enggak enggak! Cuma dicek doang.” kemudian memberikan paspor teman saya kepada rekan kerja yang satunya yang sebelumnya mengecek paspor saya. Dan lagi, paspor dan visanya diteliti dengan seksama sambil diterawang ke arah cahaya matahari. Kemudian abang imigrasi menanyakan beberapa pertanyaan kepada teman saya, tapi malah saya yang ngejawab hehe. Kira-kira beginilah pertanyaannya:

Berapa lama di Paris, berapa lama di Eropa, mau ke mana aja, sama siapa, nginep di mana, bawa duit berapa, dan masih banyak lagi pertanyaannya. Ihh ihh ihh, kepo deh kamuh.

Mungkin yang menjadi pertanyaan adalah, kami mendarat pertama kali di Perancis, tapi kenapa visa Schengennya dicetak di kedutaan Denmark, bukan Perancis. Gak ding, mereka juga tau kali hehe.

Saya menjelaskan dengan detail rencana perjalanan kami sambil nyodorin print out tiket dan bookingan penginapan. Jadi begini lho mas, “Kami traveling berdua selama 18 hari di Eropa dan akan mengunjungi 4 negara schengen yaitu Perancis, Belanda, Islandia dan Italia. Kami akan tinggal di apartemen di Romainville selama 3 malam dan di Den Haag 3 malam, di Islandia nanti 7 hari dan Italia 3 malam, di negara lain sisanya kami akan menginap di hostel. Ini ada bukti pembelian tiket bus, pesawat dan bookingan akomodasi (sodorin print out tiket). Uang yang kami bawa adalah, kenapa nanya mas? Nanti dicek nggak kalo saya kasih tau bawa berapa? Kami masing-masing bawa 1.000 Euro (boong).”

Nggak, si mas imigrasinya nggak bakalan minta diperlihatkan jumlah uang yang dibawa kok haha.

“Ohhh, ok, baiklah, nih paspornya. Hati-hati ya di luar banyak copet!” kata abang imigrasi.

Setelah sukses mendapatkan paspor teman saya, kami pun ketawa ngakak mentertawakan pengalaman pertama kami di Paris. Setdah ada aja rintangan di tiap perjalanan. Kami adalah penumpang terakhir dan masih harus melewati counter imigrasi yang sebenanrya. Tapi nggak pake ditanya lagi, langsung dicap halaman paspornya.

Selanjutnya kami harus mencari bagasi kami yang udah nggak ada di tempatnya. Kami mondar-mandir nyariin koper dan ransel ke sana ke mari, dan betapa senangnya saat menemukan ransel kami yang ada diatas troli petugas. Kemudian PR selanjutnya adalah mencari cara bagaimana untuk mencapai ke kontrakan kami di Paris.

Jadi intinya mah, kalo kamu bepergian ke luar negeri dan ditanya-tanya petugas imigrasi kudu ngasih jawaban yang meyakinkan dan tegas. Bahasa tubuh juga penting, jangan sampe mencurigakan kayak lagi menyembunyikan kejahatan haha. Print out itinerary, tiket pesawat, tiket bus, tiket kereta, dan akomodasi juga harus dipegang terus.

Advertisements

15 thoughts on “Percakapan Singkat Dengan Abang Imigrasi di Paris”

  1. Benar banget klo ngomong dg petugas ga boleh takut, kesannya kita penjahat klo gemeteran saat menjawab hehehe. Bbbrp tahun lalu pas mau pulang ke tanah air, lewat pemeriksaan loket imigrasi Belanda, petugas nanya surat lapor polisi (dulu klo tujuan awal Belanda lapor ke polisi setempat), saya ga lapor *dasarbandel 😀 . Saya pura2 ga tau, saya bilang lihat aja semua surat2 penting saya selipkan dipaspor, akhirnya saya dilolosin haha.

  2. Sebenernya random check ini gimana milihinnya ya?
    Waktu di Schiphol juga saya sedikit lebih lama dari orang di loket sebelah yang kasih paspor -> cap -> pergi, tanpa percakapan. Sementara saya ditanyain mau kemana aja dan berapa lama. Dimintain reservasi hotel juga, jadi ribet mesti buka-buka tas.

  3. Dulu aku di cek gila2an di imigrasi israel mbaa.. Sampe body check juga.. Kyk takut nyelundupin apa gt.. Sebel deh kalo kena random check. Tp ini bukan random check kan ya?

      1. Hahahaha. Iyaa cewekk.. Capee tapii.. Semua pertanyaan di tanyain sebelum di raba. Haha. Sampe di tanyain, ketemu cowok israel ga? Di kasih hadiah ga sama dia? Gt2. Haha

      2. Hhaha.. Aku jawabnya, well, if you mean like im dating an Israeli guy.. I didnt date them.. Tp ttp di tanya teruss berulang2 pertanyaan yg sama. Ga jelas juga knp. Hahaha

    1. Abang imigrasi Italia seksi loh, masak lagi tugas di counter santai gitu sambil maenan hp. Masak baju seragamnya ketat, lengan bajunya dilipet agak dinaekin, trus kan tangannya yang keker jadi keliatan mwahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s