Traveling

Belajar Geologi di Islandia

Road to heaven
Road to heaven

Islandia adalah negara yang wajib dikunjungi oleh mereka yang berprofesi sebagai Geologist. Katanya sih umrohnya anak geologi itu ke Islandia dan Selandia Baru. Saya bukan geologist, cuma orang yang suka dengan ilmu-ilmu yang berhubungan dengan bumi dan alam semesta.

Nggak salah memang saya mengajak geologist untuk road trip di Islandia 1 bulan yang lalu, nggak cuma dengan 1 orang geologist, tapi 2 orang. Lumayanlah kalo lagi kepo buat nanya-nanya tentang geologinya Islandia. Kadang kalo lagi melewati jalanan dengan pemandangan yang unik, saya suka iseng nanya Wulan gimana proses terbentuknya bebatuan yang bentuknya aneh-aneh, atau gunung yang bentuknya unik seperti itu.

Dilihat dari namanya, Iceland, ice atau es hanya menutupi 10 persen bagian dari Islandia, namun tetap merupakan negara dengan glacier terbesar di benua Eropa. Menurut Index Performa Lingkungan, Forum Ekonomi Dunia tahun 2012, Islandia adalah negara paling hijau di dunia. Makanya jangan ketipu dengan namanya Iceland, harusnya kan tukeran dengan Greenland, haha.

Islandia itu negara yang unik, negara dengan luas 103.000 km persegi yang dihuni kurang dari 400.000 jiwa ini memiliki pesona alam yang menakjubkan. Islandia dikenal sebagai The Land of Ice and Fire, negara yang memiliki glacier terbesar di Eropa, dan memiliki gunung paling aktif di dunia. Islandia juga dikenal sebagai ‘the land of light and darkness’. Saat musim panas negara ini dapat disinari matahari sepanjang hari selama 24 jam, dan pada saat musim dingin hanya beberapa jam saja disinari matahari.

Beruntung saya berkesempatan mengunjungi Islandia pada saat musim gugur, di awal bulan Oktober sehingga cuaca tidak begitu dingin dan kalo beruntung berkesempatan melihat aurora borealis. Saat terbaik untuk mengunjungi Islandia adalah sepanjang tahun, kalo kamu mau melihat midnight sun datanglah pada puncak musim panas. Kalo kamu datang ke Islandia untuk melihat aurora borealis, kamu bisa datang pada musim dingin. Aurora dapat dilihat mulai dari bulan September.

Saat sedang berkendara di bagian utara Islandia, dari kejauhan kami melihat sesuatu yang mengepulkan asap dari permukaan bumi, bukan cuma ada 1 tapi ada banyak. Karena penasaran kami pun mencoba untuk mendekati sumber asap tersebut, begitu tiba di parkiran dan membuka pintu mobil kami mencium bau yang tidak sedap. “Aaak, bau kentut!! Siapa yang kentut, ngaku lo!!”

Namafjall
Namafjall
Namafjall
Namafjall
Namafjall
Namafjall
Informasi mengenai Namafjall
Informasi mengenai Namafjall

Melihat pemandangan seperti ini mengingatkan saya akan Dieng. Islandia juga memiliki banyak kesamaan dengan Indonesia dalam hal kegunung apian. Di postingan sebelumnya saya memperlihatkan pemandangan pegunungan di Islandia yang mirip dengan pegunungan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Namafjall ini mengingatkan saya akan kawah Sikidang yang ada di Dieng. Namafjall-Krafla adalah area geothermal di sekitaran Lake Myvatn, Islandia bagian Utara.

Dataran tinggi Dieng merupakan sebuah kompleks gunung berapi yang berbentuk daratan luas. Dataran tinggi Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif yang terbentuk dari kawah gunung berapi yang telah mati. Bentuk kawah ini terlihat jelas dari dataran yang dikelilingi oleh gugusan pegunungan di sekitarnya. Meskipun gunung api ini telah berabad-abad mati, namun beberapa kawah vulkanik masih aktif hingga sekarang seperti Kawah Sileri dan Kawah Sikidang. Di Indonesia ada Sikidang, di Islandia ada Krafla, Namafjall. Di Dieng juga terdapat danau-danau vulkanik yang masih aktif seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, Telaga Merdada, Telaga Dringo, Telaga Nila dan Telaga Cebong. Di Indonesia ada Telaga Warna, di Islandia ada Lake Myvatn.

Lake Mývatn terbentuk dari letusan erupsi besar 2300 tahun yang lalu. Danau ini merupakan danau alam terbesar nomor empat di Islandia. Dahulu kala area Mývatn diselimuti oleh glaciers. Letusan paling besar terjadi 3800, 2500 dan 2300 tahun yang lalu.

Informasi mengenai Lake Myvatn dari sini

Mývatn is the 4th largest lake in Iceland, 37 km2 in area. Its shores are indented with many coves and inlets and its surface is dotted with around 50 small islets and skerries. Midges (Chironomidae) are abundant and the ubiquitous swarms of these tiny flies give the Lake its name.

The lake itself is very shallow, and the rays of the sun reach the lake bed over its entire surface. The ecology of the lake area is extremely diverse and interesting; one important characteristic of Mývatn, being the prolific growth and abundance of freshwater seaweed. On the bed of the lake are great quantities of diatoms, while, nearer the surface, Mývatn’s famous arctic char weave their way between aquatic plants and little islets topped with fertile vegetation. 

On and around the lake there is a teeming and varied birdlife, and Mývatn is the habitat of many kinds of lake and marsh birds. However, much of Mývatn’s fame is due to the fact that, during summer, there are more different species of duck gathered on and around the lake than anywhere else in the world. Mývatn is a legally protected conservation area and appears on the register of internationally important wetlands, along with the Laxá river which flows out of the lake.

Lake Myvatn
Lake Myvatn

Islandia merupakan negara dengan pertemuan 2 lempeng tektonik yaitu lempeng amerika utara dan Eurasia. Sedangkan Indonesia terletak di  jalur cincin api atau The Ring of Fire. Sebanyak 90 persen gempa bumi sering terjadi di  negara-negara di sepanjang jalur cincin api yang dikelilingi 75 persen gunung api aktif di sekitarnya. New Zealand juga negara yang sering terjadi gempa bumi. Duh, jangan ada lagi gempa bumi dan tsunami di sini yah.

Lempeng tektonik Amerika Utara dan Eurasia yang membelah Islandia
Lempeng tektonik Amerika Utara dan Eurasia yang membelah Islandia
Ring of Fire, Indonesia temasuk di dalamnya
Ring of Fire, ngeriiii

Atraksi wisata yang paling ngehitz di Islandia adalah mengunjungi Golden Circle, apalagi kalo kamu anak geologi. Sayang sekali saya tidak mengunjungi tempat ini. Tour Golden Circle mencakup Taman Nasional Thingvelir (Þingvellir) air terjun Gullfoss, Geysir dan Strokkur.  Kalo kamu hobi diving kamu bisa menyelam di Silfra, menyelam diantara 2 lempeng tektonik yaitu lempeng Amerika Utara dan Eurasia. Menyelam di Silfra ini pasti merupakan impian penghobi diving.

Ibu geologist beralih jadi fotografer dadakan :-D
Ibu geologist beralih profesi jadi fotografer dadakan 😀
Sementara geologist yang lain sibuk pose
Sementara geologist yang lain sibuk pose
Bukti kalo udah pernah ke Myvatn haha
Bukti kalo udah pernah ke Myvatn haha
Foto Keluarga
Foto Keluarga
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s