Traveling Dengan Perencanaan Matang atau Go Show?

Look what i found! Nothing, haha

Look what i found! Nothing 😛

Kalo disuruh memilih ingin melakukan perjalanan secara spontan atau penuh perencanaan, saya akan memilih perjalanan dengan penuh perencanaan dan persiapan yang matang. Untuk saat ini, saya belum berani melakukan perjalanan secara spontan, tanpa itinerary dan tanpa booking tiket pesawat atau penginapan di muka, terutama untuk perjalanan yang sangat jauh.

Perjalanan secara spontan atau go show sepertinya jauh lebih menarik dan menantang, karena kita tidak akan pernah tahu  apa yang akan kita hadapi di depan mata, rasanya perjalanan seperti ini adalah perjalanan yang penuh petualangan. Kita tidak tahu akan bermalam di mana hari ini, akan melangkahkan kaki ke mana keesokan harinya, ikuti aja ke mana mood membawa kita. Kalo di Indonesia go show nggak apa-apa, tapi kalo di Eropa saya nggak berani.

Saya tipe orang yang lebih senang melakukan persiapan perjalanan sejak jauh-jauh hari dengan perencanaan yang matang. Semua ini saya lakukan atas pertimbangan biaya. Kalo biaya saya tidak terbatas, tentu saya akan mencoba perjalanan go show.

Biasanya setelah saya menentukan ingin mengunjungi negara mana, saya akan mulai membuat list apa-apa saja yang akan saya lakukan nantinya. Langkah pertama adalah membeli tiket pesawat, saya mulai berburu tiket pesawat promo 6-4 bulan sebelum keberangkatan. Harga tiket pesawat yang dipesan jauh hari jauh lebih murah daripada tiket yang dibeli last minute. Saya pernah beli tiket pesawat Jetstar pada saat check in, atau 1 jam sebelum terbang jurusan Melbourne-Christchurch, dan harganya melonjak 2,5 kali lipat daripada tiket promo. Dengan harga tiket yang sama, seharusnya saya udah bisa naik pesawat  Emirates dengan rute yang sama, masih dapet kembalian lagi, kalo tiketnya dibeli jauh-jauh hari.

Salah satu cara untuk menghemat biaya perjalanan adalah dengan cara melakukan pemesanan tiket transportasi dan akomodasi jauh-jauh hari. Saya mendapatkan tiket megabus seharga 1 Pounds dari Paris ke Amsterdam, ditambah biaya kartu kredit harganya menjadi 1,5 Poundsterling atau senilai 30.000 rupiah. Saya udah menghemat 2 pos pengeluaran besar, yaitu hemat ongkos kereta siang dan hemat ongkos hostel. Harga tiket megabus ini justru lebih murah daripada tiket tram di Denhaag yang harganya 3,5 Euro. Saya juga dapet tiket megabus dari Roma ke Napoli seharga 2 pounds bolak-balik, atau setara dengan 50.000 rupiah, lebih murah daripada naik kereta. Saya cinta megabus, saya nggak cinta easyjet, haha.

Saya juga mendapatkan harga kontrakan yang sangat murah di Paris dan Denhaag. Di Paris saya hanya harus membayar seharga 900 rebuan dan di Denhaag 1,2 jutaan (setelah diskon) untuk  menginap masing-masing selama 3 malam, lengkap dengan fasilitas rumahan di dalamnya. Saya menyewa studio room yang berukuran mungil, kalo di sini bilangnya kos-kosan, tanpa harus tinggal bersama pemiliknya. Fasilitasnya lengkap dan bersih mulai dari kamar mandi dalam, tv kabel, kitchen set, internet wireless, dan sofa bed. Tapiii, lokasinya jauh dari pusat kota. Kemaren kan saya lagi penasaran pengen nyobain Airbnb dan ternyata nginep di rumah orang melalui Airbnb ini seru!

Kalo mau lebih murah lagi di akomodasi, kamu bisa mencoba numpang di rumah kenalan atau sodara, nggak perlu bayar. Kalo kamu cuek, kamu bisa gabung di komunitas couchsurfing atau hospitality club, saya nggak tau websitenya masih ada atau enggak.

Di Eropa kami membagi tim menjadi 2, saya dengan Ika, Wulan dengan Risfan. Tiket pesawat berangkat dan pulang kami sama, kami berpisah dari Abu Dhabi untuk menuju destinasi kami masing-masing. Saya dan Ika ke Paris, Wulan dan Risfan ke Amsterdam, kemudian kami bertemu lagi di Reykjavik satu minggu berikutnya. Saya dan Ika lebih menganut  perjalanan yang lebih lambat (slow travel) dan penuh persiapan, sedangkan mereka berdua lebih cepat dan go show. Kalo diitung-itung, jumlah kota yang dikunjungi di Eropa lebih banyak mereka dariada saya dan Ika.

4 hari terakhir di Eropa saya dan Ika melakukan perjalanan dengan go show, kami belum booking penginapan dan rencana kami berubah total setelah pesawat kami ke Milan dicancel, kebetulan penginapan gratisan kami di Milan juga dicancel mendadak sama yang punya rumah. Akhirnya kami memutuskan kembali ke rencana awal. Selama 3 malam setelah dari Islandia kami lantang-luntung di jalan, tidur di pesawat dan  ruang tunggu bandara di pagi hari, tidur di bangku terminal bus sampe diusir satpam sambil nungguin bus dini hari, ditambah lagi harus berjalan kaki tengah malam sambil gendong ransel yang berat sampe punggung pengen patah nyariin hotel. Saya emang belum cocok jalan-jalan model go show, kecuali sama ahlinya, haha.

Kalo perjalanan go show itu harus lebih siap menghadapi segala kemungkinan di jalan. Kalo model ini sih enaknya bawa barang bawaan cuma sedikit, bawa ransel 7 kg, sleeping bag, dan kudu praktis., tis, tis Yang penting bawa duit, kartu kredit dan debit yang buanyak buat jaga-jaga.

Perhitungan selanjutnya adalah soal biaya, saya suka menghitung pengeluaran perjalanan secara detail, supaya ada bayangan kudu bawa duit berapa. Sebisa mungkin sebagian biaya akomodasi dan tiket-tiketan dibayar lunas di muka, jadi pas ke sana nggak perlu bawa uang banyak-banyak. Sebelum berangkat saya sudah mengalokasikan biaya penginapan, transportasi dan biaya harian di masing-masing kota. Saya hanya perlu disiplin untuk tidak membelanjakan uang saya di jalan yang sesat (nge-mall). Bukannya pelit, tapi hemat. Duit sih ada, tapi bukan berarti harus dibelanjakan semuanya. Sebisa mungkin saya nggak menggunakan kartu kredit saat traveling kecuali dalam keadaan terpaksa. Saya pake kartu kredit waktu lagi transit di Abu Dhabi karena kelaperan, saya kan nggak kepikiran bawa mata uangnya Uni Emirate Arab, lagian nggak tau mata uangnya apa.

Saya lebih baik narik ATM untuk transaksi tunai daripada pake kartu kredit, kecuali untuk transaksi online yang emang nggak bisa pake kartu debit. Ingat, kartu kredit hanya berfungsi sebagai pengganti metode pembayaran, bukan buat ngutang beneran. Nggak enak kan abis traveling masih harus dikejar-kejar tagihan kartu kredit.

Perjalanan go show atau dengan perencanaan memiliki keasikan tersendiri, tergantung dengan gaya perjalanan kita lebih nyaman traveling seperti apa. Saya lebih suka perjalanan dengan perencanaan yang matang tapi tidak mengikat, maksudnya walaupun well prepared masih membuka diri terhadap kemungkinan atau perubahan rencana yang lain. Plan A nggak berjalan mulus, ya beralih ke plan B, atau nggak usah pake plan segala, gitu aja kok repot. Kalo kamu lebih senang perjalanan dengan gaya seperti apa? Gaya seperti Syahrini atau..??

Maju mundur maju mundur, jongkok! *ditabrak kereta*

Maju mundur maju mundur,  jongkok! Jongkok!! *ditabrak mobil*

Maju mundur maju mundur, cantik!! Cantik!!

Maju mundur maju mundur, cantik! Cantik!!

Mundur mundur mundur, cantik, cantik! *diseruduk domba*

Mundur mundur mundur mundur, cantik, cantik! *diseruduk domba*

Maju mundur maju mundur, dorr dorr dorrrr!!!

Maju mundur maju mundur, dorr dorr dorrrr!!! (takut gue posting foto ini)

Lagi nonton video parodinya syahrini, telat tau ada video beginian, tau gitu di paris kita gayain dah hahahaha

22 thoughts on “Traveling Dengan Perencanaan Matang atau Go Show?

  1. Go show kalau durasi waktu libur nya panjang dan budget nya unlimited jadi asik sih sebenernya, cuman kalau kedua faktor itu kita ga punya ya mendingan jauh2 hari direncanakan dgn matang 🙂

  2. Berhubung waktu dan uang yang terbatas, saya penganut traveling dengan perencanaan matang. Melenceng dikit dari rencana udah bikin saya gusar karena 1) jadwal lainnya bisa berantakan 2) bisa ada pengeluaran tak terduga. Semoga suatu saat nanti kita bisa go show yaa! Sukur-sukur bisa jadi nomad yang travelingnya lamaan dan bisa kesana-kemari tanpa perlu pulang ke Indonesia (lupa kalo masih pegang paspor Indonesia yang harus bikin visa sana-sini).

    • Yapp setuju, satu penerbangan ada yang dicancel, rencana lain bisa ikutan berubah dan budget bisa-bisa membengkak. Ayo kapan kamu go show? Jadi udah beli tiket promo Qatar yang kemarin? #kepo 😀

  3. Kalau di eropa go show kayaknya berat banget ya mbak ._. di indo masih mending lah. Tapi aku dulu cuma mau ke pantai, goshow, akhirnya nyasar -_- aku nggak berbakat jalan-jalan mbak wkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s