When in Paris…

20150924_163740

Kebayang nggak sih kamu kena apes pas lagi traveling. Kita tidak pernah tau kejadian apa yang akan kita hadapi. Liburan yang seharusnya berkesan bisa saja menjadi petaka (amit-amit). Saat lagi liburan di Paris, nongkrong di kafe untuk makan malam atau sekedar berjalan menuju stasiun metro tiba-tiba terjadi penembakan membabi-buta, amit-amit.

Barusan saya dapet kiriman foto melalui whatsapp dari Paris tentang situasi semalam di Paris, saya kaget saat melihat foto  yang bukan merupakan foto menara Eiffel atau pemandangan yang indah-indah, melainkan foto yang menyayat hati. Saya sedih saat membuka gallery yang berisi foto jenazah korban serangan terorisme yang bergelimpangan di jalan diselimuti kain. Saya pun penasaran dengan apa yang terjadi di sana, mulailah saya kepo tanya-tanya berita terakhir di sana. Katanya dia berpeluang jadi salah satu korban karena semalem dia balik kerja lewatin tkp yang nggak jauh dari rumahnya, untung dia gpp Alhamdulillah.

IMG-20151114-WA0003

Suasana di Paris saat malam kejadian (foto dari Clement)

IMG-20151114-WA0001

Foto Clement

1,5 bulan yang lalu saya menginjakkan kaki di kota Paris untuk pertama kalinya. Setelah melewati pemeriksaan keimigrasian sesaat setelah keluar dari garbarata, kami melangkahkan kaki menuju counter pemeriksaan imigrasi untuk mendapatkan stempel di halaman paspor. Kami bergegas mengambil bagasi dan berjalan keluar terminal kedatangan bandara Charles de Gaulle. Kami janjian ke kosan jam 7 malam, saat itu masih jam 3 sore maka kami memilih untuk duduk-duduk di kursi di terminal kedatangan bandara CDG.

Saat sedang duduk saya melihat pemandangan yang aneh buat saya, saya melihat 3 orang petugas berseragam loreng/militer yang berjalan dengan membawa senjata lengkap. Oh, mungkin mereka baru pulang dari wajib militer seperti para pemuda-pemuda Korea Selatan yang sering saya lihat di televisi kali, pikir saya saat itu.

Karena kebelet pipis saya pun melipir ke toilet yang letaknya jauh dari tempat kami duduk. Saya ketemu lagi dengan pasukan bersenjata yang lain sebanyak 3 orang. Saya masih cuek aja liat pemandangan begini.

Keesokan harinya saat kami sedang jalan-jalan di pusat kota Paris lagi-lagi saya melihat pemandangan yang sama, 3 orang petugas yang patroli dengan membawa senjata laras panjang di beberapa titik. Lama-lama saya kok jadi aneh ya, ada apa dengan Paris? Kenapa banyak banget petugas bersenjata di pusat keramaian? Kenapa Paris dijaga sampe segitunya, jangan-jangan Paris ini nggak aman? Saya tau sih kalo di Paris dulu pernah terjadi serangan penembakan, tapi kan udah lama sebelum saya sampe di Paris. Feeling saya sih, inilah alasan kenapa Paris dijaga ketat sampe menyebarkan pasukan khusus ke titik-titik strategis untuk berjaga-jaga kalo sewaktu-waktu ada serangan terorisme seperti itu.

Saya nggak pernah punya pikiran yang aneh-aneh saat traveling, saya terlalu senang dan semangat saat bepergian. Saya nggak pernah nonton berita di TV atau baca berita di internet, satu-satunya berita yang saya liat cuma twit di twitter doang, itu juga cuma sekilas nggak diklik lebih jauh. Tadi pagi pas buka twitter saya liat kalo baru aja terjadi serangan terorisme di Paris dengan korban mencapai ratusan lebih, ngeri banget!

Waktu jalan-jalan di Paris lama-lama saya terbiasa dengan pemandangan mas-mas yang patroli jalan bolak-balik siaga sambil membawa senjata. Saya malah menikmati pemandangan ini sambil tetap meneruskan aktifitas saya sebagai turis traveler dan mengamati mereka yang mondar-mandir di hadapan saya. Waktu di Montmartre saya pernah melihat ada beberapa cewek latino yang berbicara dalam bahasa Spanyol yang berdebat dengan petugas bersenjata dengan sengitnya. Saya nggak tau sih ada apa dengan mereka, mereka bertengkar dan adu mulut dengan 2 bahasa yang berbeda dengan suara keras. Saya yang lewat di depan mereka jadi ngeri sendiri. Mas-mas petugasnya kan tinggi gede, mbak-mbaknya juga ngotot ngelawan mereka hiiy.

Duduk-duduk di kursi di depan Notre Dame sambil foto mas-mas ini

Duduk-duduk sore di kursi di depan Notre Dame liatin mas-mas ini mondar-mandir di depan saya

Saat sedang di bus di Paris saya pernah melihat ada 2 orang cowok yang saling tonjok di depan toko di pinggir jalan. Saya yang liat dari jauh cuma bisa panik sama teman saya, saya nggak tega liat salah satu orang yang udah tua babak belur dihajar. Gak ada orang yang misahin mereka berdua, orang yang lewat di jalan di depan mereka cuma cewek-cewek gak berdaya yang lebih memilih untuk menghindar, daripada kena baku hantam. Saya stress liat yang beginian, mau minta tolong sama siapa coba. Ughh saya  benci kekerasan!!

Diantara 3 negara di Eropa Barat yang pernah saya kunjungi, di Parislah saya merasa kerasan dan nyaman. Setiap ketemu orang-orang di lingkungan tempat saya ngekos, kami selalu menyapa ‘Bonjour’ sambil tersenyum. Saat saya tersesat selalu ada aja orang yang bersedia membantu saya walaupun terkendala bahasa. Saya suka Paris, saya suka dengan bahasanya, orang-orangnya yang ramah, tempat wisatanya, tapi nggak dengan stasiun metronya yang mblasuk ke dasar bumi tanpa escalator.

Kejahatan ada di mana saja, nggak cuma di Paris, di Jakarta atau di depan rumah pun bisa aja kita jadi korban kejahatan (amit-amit). Parno boleh, tapi jangan terlalu. Nanti gara-gara saking parnonya kita malah jadi takut traveling lagi. Hey, worrying gets you nowhere. Tetap traveling yuk, semangat ya. Semoga nggak ada lagi serangan seperti ini lagi di Paris, di Jakarta, di Denpasar atau di manapun. Turut berduka sedalam-dalamnya untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan.

30 thoughts on “When in Paris…

  1. Iya ikut sedih dengan kejadian di Paris semalem. Turut berduka cita buat korban dan keluarga 😦

    Baru tau kalo belakangan di Paris banyak petugas keamanan di lokasi-lokasi strategis. Waktu itu awal Januari 2015 saya ke sana masih normal-normal aja kondisinya. Tapi emang nggak lama setelah saya meninggalkan Paris ada kejadian Charlie Hebdo itu. Mungkin gara-gara itu kali ya?

    Dan saya setuju dengan kalimat “worrying gets you nowhere”. Tetep traveling yukk walaupun harus selalu waspada juga 🙂

  2. Pertamanya speechless baca insiden di Paris itu. Gila, seperti pembunuhan massal di film-film. Tapi pertanyaannya, kenapa setelah ada pengamanan ekstra seperti ini pun bisa kebobolan ya… artinya orang-orang jahat yang ada di balik penyerangan ini . Yang jelas sekarang-sekarang mesti ekstra waspada nih. Tapi saya setuju, tidak harus mengurungkan niat jalan-jalan. Berdoa dan waspada saja, semoga tak ada hal buruk yang terjadi.

  3. Ampun :’ terror yang terjadi di Paris kok ngeri banget ya mbak :’
    sebelumnya nggak pernah kayak gini kan ya mbak? penyebabnya apa sih :’ aku kurang ikuti beritanya eh :’

    Aamiin ya Allah :’ semoga nggak pernah kejadian lagi hal yang kayak gini :’

      • Yah, jadi berita heboh banget ya. dunia langsung heboh. pas itu juga bom ada meledak di deket stadion stade de france, yang pas itu ada pertandingan prancis vs jerman. gimana mereka nggak panik coba ya kan :’

  4. Iya gw juga kaget pas sabtu pagi dijepang, buka CNN di TV , Kalo Ada kejadian teror diparis pada last summer Augustus th ini Abis Liburan diparis , nah hotelnya deket sekali sama tempat kejadian…
    Mengerikan sekali…
    Sedih sekali ya..
    Turut berduka juga ya .. Dan Salam Kenal…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s