Stirling Point [NZ Roadtrip]

 

DSC_0186

Signpost Stirling Point

“Hari ini gantian kamu yang nyetir yah!”

Dig dug dig dug jantung saya berdebar dengan kencang dan keringat dingin mengucur dari dahi saya. Saya? Nyetir? Ahh becanda kamu, hahhaa! *gemeteran

Saya emang pernah bawa mobil tapi saya nggak jago-jago banget nyetir. Ini di luar negeri, di kampung orang! Tapi saya nggak boleh menunjukan ketakutan saya saat itu. Saya  harus gentle, maka saya pun langsung mengiyakan ketika diminta untuk mengambil alih kemudi.

Pagi itu kami check out dari Te Anau Lakeview Kiwi Motel & Holiday Park sekitaran jam 10. Holiday park ini memiliki lahan yang sangat luas, kami memilih untuk menginap di tipe kamar termurah, yaitu sebuah kabin sederhana dengan 2 tempat tidur. Mobil merah yang sedari malam sudah diparkir di depan pintu kamar kami nampaknya sudah cukup beristirahat. Hari ini kami akan berkendara sejauh ratusan kilometer seperti hari-hari sebelumnya.

DSC_0146

Penginapan kami di Te Anau

Saya diajarin nyetir mobil matic oleh CJ, travel partner saya ke New Zealand. Saat masuk ke kursi kemudi, di kaki-kaki hanya ada 2 pedal yang harus diinjak yaitu pedal gas dan rem, minus kopling. Jadi setiap mau ngejalanin mobil saya harus menginjak pedal rem, kemudian mengganti giginya (lupa jenis gigi di mobil matic). Untuk permulaan saya latihan mundurin mobil dulu. Mundur, maju, mundur, maju, mundur, cantik!! Kemudian langsung capcus ke resepsionis yang lokasinya jauh di depan gerbang holiday park. Sebelum mencapai ke resepsionis saya harus melalui tanjakan kecil dan mobilnya langsung melaju ke depan aja gitu, nggak pake mundur. Ternyata, nyetir mobil matic itu gampang banget! Saya sukaaaa!

Setiap masuk ke dalam mobil kaki kiri saya suka reflex nyari-nyari pedal kopling tapi nggak pernah nemu, lha saya lupa kalo ini mobil matic hehe.  Rute kami hari itu adalah Stirling Point, Bluff, yang berjarak 184 kilometer dari Te Anau.  Setelah menyetting GPS saya langsung tancep gas dari holiday park ke highway. Saya yang biasa cuma nyetir kayak keong di kampung halaman, di sini saya sering lupa diri nyetir sampe 100 km/jam. Kadang suka lupa sampe 120 km/jam, kalo udah lewat dari 120 langsung ada bunyi peringatan untuk mengurangi kecepatan dari mobil.

Rute yang kami lewati dalam perjalanan menuju Bluff bukanlah rute yang menarik. Sepanjang jalan kami hanya melewati tanah datar tanpa pemandangan wow, kami sering melewati pemukiman, kawasan peternakan tapi nggak  ada perbukitannya. Kota yang akan kami tuju saat itu sebenarnya bukanlah Bluff saja, melainkan Curio Bay. Tapi sebelum mencapai Curio Bay kami harus melipir ke Bluff untuk melihat marka jalan di Stirling Point.

Bluff sendiri sebenarnya merupakan sebuah kota dan pelabuhan yang terletak 30 kilometer dari Invercargill. Kami ke Bluff cuma kepengen melihat signpost di Stirling Point, udah itu doang.

DSC_0152

Setelah berkendara 2 jam-an akhirnya kami tiba di Stirling Point, setelah memarkir mobil saya pun keluar untuk menikmati semilir angin laut yang berhembus langsung dari kutub selatan. Anginnya segar, cuacanya bagus tapi perut saya kelaparan. Untuk mengganjal rasa lapar kami pun makan siang di salah satu café di atas bukit dengan pemandangan lautan yang bagus.

DSC_0214

Kok miring? Ya emang turunan itu. Pemandangan dari warung

DSC_0215

Di Stirling Point saya numpang pipis di toilet yang canggih dan modern yang serba otomatis. Saat masuk kita hanya perlu memutar tombol buka, kemudian di dalamnya juga tinggal pencet-pencet tombol. Full music, ada suara orangnya dan nggak enaknya di sini gak bisa bebas semedi karena dibatasi waktu. Kalo udah mencapai waktu maksimal maka pintu toilet akan kebuka sendiri, nggak asik kan haha!!

DSC_0183

Toilet canggih

DSC_0162

Lucu yah 😀

DSC_0184

Bluff

Saya bingung juga yak ngapain lama-lama di Bluff, durasi-durasi, inget perjalanan masih panjang! Kami masih harus melanjutkan perjalanan ke Curio Bay. Kali ini kemudi diambil alih oleh CJ, udah cukuplah pemanasan saya nyetir di sini. Jarak dari Bluff ke Curio Bay adalah sejauh 108 kilometer.

Dalam perjalanan ke Curio Bay ini pemandangannya selain laut juga terdapat peternakan-peternakan domba. Rute ini pemandangannya jauh lebih menarik, kami bisa melihat ratusan domba yang tersebar di hamparan perbukitan dan sapi-sapi yang bahagia, keliatan dari ukuran tubuhnya hihi. Kami baru sampai di Curio Bay pada sore hari. Ternyata oh ternyata Curio Bay itu jauh banget dari Te Anau. Di peta Cuma sejengkal pas dijalanin seharian sampenya.  Mau ngapain sih di Curio Bay? Ada dwehh haha! *dijitak

 

5 thoughts on “Stirling Point [NZ Roadtrip]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s