Wiken di Jogja

DSC_4750

Kalibiru

Supaya kekinian kali ini saya mau posting pengalaman perjalanan di dalam negeri. Jadi begini ceritanya, akhir pekan minggu lalu saya bersama dengan 4 orang teman yang berasal dari Papua mengunjungi Jogja-Solo dalam rangka menghadiri kawinan teman. Jadi judulnya jalan-jalan berkedok kondangan. Walaupun di akhir perjalanan saya dibikin kzl karena insiden ketinggalan kereta, secara keseluruhan perjalanan kami di kota Jogja berjalan cukup menyenangkan.

Sebelum berangkat tim dipecah menjadi 2, kami sama-sama berangkat dengan menggunakan kereta di hari yang sama, hanya stasiun keberangkatan dan tibanya saja yang berbeda. Saya bersama dengan M berangkat dengan menggunakan kereta eksekutif Argo Lawu ke stasiun balapan, sedangkan A dan D berangkat dengan menggunakan kereta ekonomi ke stasiun Solojebres.

Saat di kereta tiba-tiba kami berubah pikiran begitu mengetahui kereta yang kami tumpangi lewat stasiun Tugu Jogja. Kami memutuskan untuk turun di stasiun Tugu untuk menjelajah Jogja selama 2 hari, baru kemudian ke Solo di saat-saat terakhir. Kedua teman kami yang lebih dulu tiba di Solo langsung meluncur ke Jogja dengan menggunakan kereta Prambanan Ekspress. Kami bertemu sekitar pukul 6 di stasiun Tugu Jogja.

Hari pertama di Jogja kami habiskan dengan mengunjungi Candi Brobudur dan Kalibiru. Saya sendiri tidak terlalu excited karena hampir setiap tahun saya ke sini, tapi cuma lewat doang. Setelah bebersih di hotel, datang lagi 1 orang papua yang lain, jadi hari itu kami jalan ber-5 (1 orang Jawa dan 4 orang Papua).

Supaya puas kelayapan di sekitaran Jogja kami memutuskan untuk menyewa mobil lengkap dengan sopirnya dengan tarif seharga 600 ribu. Rute pertama kami hari itu adalah Candi Brobudur yang berjarak 38 kilometer dari Jogja. Perjalanan dari Jogja ke Magelang ditempuh dalam waktu sekejap mata, karena saya tertidur lelap haha. Emang paling enak disopirin, nikmat! Bapak sopirnya nyetirnya nggak halus, selalu ngerem mendadak dan bikin temen-temen panik. “Bijo, lo gantiin nyetirnya!” Lahh emang saya bisa nyetir hahahaha *lanjutin tidur*

Candi Borobudur
Ini adalah kali kedua saya mengunjungi candi Borobudur, pertama kali ke sini waktu perpisahan kelas 3 SMP jaman dulu, saya inget ke sini sambil tepe-tepe sama cowok lucu di kelas haha. Saya ikutan semangat saat masuk ke dalam kompleks candi Borobudur bersama dengan teman-teman dari Papua yang baru pertama kali mengunjungi pulau Jawa (selain Jakarta).

CIMG4425

Borobudur

Kami membeli tiket seharga Rp 30.000, kalo untuk wisatawan luar sepertinya harga tiketnya beda lagi deh. Beruntung kami mengunjungi Taman Wisata Candi Borobudur saat hari kerja sehingga tidak dipadati oleh pengunjung. Saat musim liburan sudah bisa dibayangkan bagaimana padatnya Candi Borobudur. Seperti layaknya turis Indonesia yang lagi pelesir ke luar negeri, kami lebih banyak selfie wefie selca atau foto diri di pelataran Candi Borobudur.

CIMG4402

Turis 😀

CIMG4497

Cuaca yang mendung membuat perjalanan terasa menyenangkan, apalagi ditemani dengan rujak buah yang senantiasa menemani hari kami sebelum memasuki pelataran candi. Rujak buatan simbok penjual memang tiada duanya.

Kalibiru
Setelah puas kelayapan di Candi Borobudur, tujuan kami selanjutnya adalah Wisata Alam Kalibiru yang berjarak 48 kilometer dari Candi Borobudur. Saya sendiri tidak tahu ada tempat wisata bernama Kalibiru. Ini adalah ide teman-teman yang sejak awal kepengen banget ke Kalibiru. Perjalanan dari Candi Borobudur ke Kalibiru lagi-lagi ditempuh dalam waktu sekejap mata. Hujan deras yang turun membuat tidur siang saya menjadi nyenyak *disambit setir

Jalanan menuju ke Kalibiru melewati jalanan yang menanjak dengan ketinggian yang curam. Pemandangannya ijo royo-royo mengingatkan saya akan kampung halaman leluhur yang terletak nggak jauh dari Jogja. Saat mobil melewati tanjakan yang terjal, kami beberapa kali sampe menahan napas berharap mobilnya kuat dipake nanjak dan nggak turun lagi.

Untuk masuk ke objek wisata Kalibiru mobil kami diharuskan membayar tiket seharga Rp 20.000, kemudian setelah turun dari mobil dan memasuki area Kalibiru kami diharuskan membayar tiket perorangan yang saya lupa berapa harganya.

DSC_4738

Kalibiru

Sebetulnya tidak ada yang istimewa di Kalibiru ini, hanya saja pemandangan yang tampak dari ketinggian terlihat lumayan keren. Ada beberapa rumah pohon yang bisa digunakan sebagai spot pengambilan gambar buat diposting di instagram supaya ngehitss. Untuk naik ke atas pohon dikenakan biaya seharga Rp 10.000, sedangkan untuk copy foto dari kamera mereka dikenakan biaya lagi tergantung jumlah foto yang mau dicopy. Saya membayar biaya tambahan sebesar 50.000 untuk mengcopy foto-foto di atas pohon.

Perjalanan ke dua lokasi ini dihabiskan dalam waktu seharian, lamanya di foto-foto dan di jalan sih hehe. Setelah mengunjungi Candi Brorobudur dan Kalibiru kami kembali ke hotel dan beristirahat. Agenda selanjutnya adalah cari makan malem, dan nongkrong di alun-alun.

Benteng Vrederburg
Keesokan harinya kegiatan kami dilanjutkan dengan keliling Malioboro sampe ketinggalan kereta ke Solo. Di sini saya dan A memutuskan untuk mengunjungi Museum Benteng Vrederburg Yogyakarta, yang terletak di sekitaran Malioboro. Saya nggak tau kalo di sini ada benteng dan objek wisata, taunya cuma pasar dan rumah bulek doang, udah gitu aja. Kami berdua ditemani oleh salah satu teman Papua yang berdomisili di Yogja yang jadi pemandu kami selama 2 hari itu.

CIMG4524

Benteng Vrederburg

Untuk masuk ke Benteng Vrederburg kami dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 2.000. Begitu memasuki benteng tiba-tiba saya teringat perjalanan saya ketika mengunjungi Binnenhoff di Denhaag. Arsitektur kedua bangunan ini memang berbeda, tapi terdapat beberapa kesamaan dengan Binnenhoff. Misalnya ketika memasuki benteng ini terdapat sebuah tugu atau menara yang berdiri dengan kokoh di depan gerbang, sungai di luar benteng, komposisi bangunan yang berbentuk segiempat mengelilingi tugu di tengah menyerupai Binnenhoff *sok tau

CIMG4525

Tiket masuk Vrederburg

Di dalam museum saya banyak belajar tentang sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di dalam bangunan-bangunan tersebut terdapat diorama yang menceritakan sejarah Yogyakarta dan sejarah Indonesia. Kalo mau ujian masuk CPNS ada baiknya kamu ke sini buat belajar, soal ujiannnya banyak yang keluar dari sini lho, beneran hahaha.

20151219_135936

akting 😀

Saat memasuki ruangan yang dipenuhi patung berukuran manusia, bulu kuduk saya berdiri. Saya paling takut liat boneka, manekin atau objek yang menyerupai manusia. Apalagi patungnya pada pegang senjata dan disertai dengan backsound yang ngagetin, berasa masuk ke rumah hantu. Teman saya minta difoto pake kamera saya dan saya menolaknya, abisan takut hihihi. Tapi lama-lama saya foto-foto juga ngikutin dia.

Sebetulnya saya belum puas main di Benteng, tapi waktu jua yang memisahkan kita. Kami harus bertolak ke kota lain untuk melanjutkan perjalanan. Sebelum capcuss saya sempet nyobain es duren untuk ngademin hati hahaha. Jadi ada untungnya kan memisahkan diri dari emak-emak yang doyan belanja. Sementara mereka shopping, kami wisata kuliner dan mengunjungi Benteng Vrederburg! Buat saya sih lebih baik wisata sejarah dan mengunjungi museum daripada belanja, karena hobi setiap orang itu beda-beda. Perjalanan ke Yogyakarta kali ini banyak mengajarkan saya hal-hal baru, misalnya belajar tentang sejarah, toleransi dan melatih kesabaran abis ditinggalin temen hahaha..

*Salah satu ujian melatih kesabaran adalah pada saat posting blog, koneksi internet yang ngeselin bikin gampang emosian *ngelus dada *istighfar

14 thoughts on “Wiken di Jogja

  1. Saya sih cuma bisa ngelus dada melihat bayaran buat di Kalibiru itu, mak untuk pemandangan pun kita harus membayar :huhu. Yah tapi buat pengelolaan wisata sekitar sih, jadi ya tak apalah :hehe. Aaak, saya kepengen ke Borobudur lagi :hihi, masih banyak misteri di situs-situs sekitar sana, lho :hehe.
    Duh lupa tes CPNS kapan, sudah lama :haha 🙈🙈🙈.

    • Boleh kok jepret pake kamera sendiri, asal ada yang fotoin aja, makanya lebih asik bawa temen yang hobi foto hehe. EMang sih tinggi, itu yang bikin aku mikir lama buat naik ke atas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s