cerita visa, Uncategorized

Ternyata Mengurus Visa Amerika itu Mudah!

new-york-city-statue-of-liberty-3
Foto dari sini

Mengurus visa mudah sih memang, tapi soal keputusan visanya itu yang gak kita tahu. Menunggu keputusan visa adalah kegiatan yang menguras energi.

Sebelumnya izinkanlah saya terlebih dahulu untuk mengucap puji dan syukur serta ucapan terima kasih kepada :

1. Allah SWT. Karena berkat ridhoNya-lah saya akhirnya bisa memberanikan diri melangkahkan kaki ke samping tembok kedutaan
2. Kedua orang tua saya yang tercinta, karena atas izin merekalah saya bisa berangkat ke kantor kedutaan
3. Mbake tercinta, yang bersedia nyopirin dan nganterin saya dari pagi buta dan ngedrop saya di samping kantor kedutaan pas ujan deres
4. Untuk mereka yang tidak bisa disebutkan namanya, terima kasih ya 🙂

Pembukaannya udah kayak nyusun skripsi aja 😂 Sekarang mari kita lanjutkan ke inti pembicaraan. Jadi begini sodara-sodara, tadi pagi tepat pukul 5.30 saya tiba di kolong jembatan kereta di dekat gambir dalam rangka meluruskan niat saya untuk mengurus visa Amerika *kemudian hening sejenak

Amerika, seriusan nih!? Saya sendiri juga nggak percaya mau ngapain saya bikin visa Amerika. Saya bikin visa buat liburan, tapi ngajuinnya B1/B2 kali aja suatu saat nanti saya bakalan dikirim kantor atau dermawan baik hati untuk dines ke Amerika. Amin amin amin!!

Saya udah stress duluan ketika memutuskan akan mengurus visa Amerika karena setelah membaca pengalaman di blog orang-orang, katanya mengurus visa Amerika itu susaaaaaaaaaah banget! Susahnya luar biasa deh, makanya saya nggak bisa tidur selama 1 mingguan ini. *telen antimo

Ternyata, setelah mengalaminya sendiri, mengurus visa Amerika itu lebih mudah karena sistem pengisian formulir aplikasinya sudah online.

Padahal kalo inget stressnya ngurusin persiapan visa ini saya bisa sampe sakit kepala, susah tidur, jantung berdebar-debar, badan panas dingin, dan perut mules luar biasa! Eh tapi begitu urusan udah kelar, dunia mendadak terlihat indah. Tadi pagi saya pulang dengan berjalan kaki dari kedutaan ke tugu tani sambil memegang payung di bawah rintik hujan, kemudian naik kopaja dan tersenyum dibalik jendela kopaja hehe.

Eh cerita bikin visa amerika ini bener-bener niatan spontan lho, dan baru kepikiran seminggu yang lalu. Waktu lagi kelayapan seharian sama mbake dan bocah-bocah (keponakan dan anak-anak tetangga), saya sibuk ngoprekin hape sepanjang hari sampe diomelin kakak saya. Yalagi kan saya lagi daftar online aplikasi visa US pake hp.

Dengan berbekal browsing sana-sini dan konsultasi dengan teman-teman yang udah pernah mengurus visa US akhirnya saya memberanikan diri untuk mengurusnya langsung. Fiuhh, saya nggak bisa tidur selama semingguan penuh. Saya baru daftar online itu hari sabtu yang lalu (sekarang hari jumat), kemudian malamnya saya langsung foto dan hari seninnya saya kembali melengkapi isian formulir aplikasi visa secara online, dan langsung membayar permohonan visa di CIMB Niaga sebesar USD 160. Ini adalah rekor, dalam 1 bulan saya sudah mengurus 3 buah visa (Australia, Selandia Baru dan Amerika) yeayyy.

Saya nggak akan menceritakan langkah-langkah pengurusan visanya, kamu bisa liat langsung di website imigrasi atau kedutaan Amerika di Jakarta. Saya hanya akan menceritakan pengalaman pribadi saya aja.

Sabtu, 20 Februari 2016
Entah setan apa yang membisiki saya untuk tiba-tiba membuka website Embassy of The United States. Tiba-tiba saja saya mendaftar permohonan aplikasi visa secara online dengan menggunakan hengpon saya. Saya langsung mengisi formulir beberapa kali, kemudian aplikasinya sempat eror dan akhirnya saya menyerah dan memutuskan untuk menikmati akhir pekan bersama dengan bocah-bocah. Malamnya saya langsung foto di mall dekat rumah dan mencetak dengan ukuran 5 x 5 tapi sayang dicetaknya bukan pake kertas mengkilap atau glossy paper

Minggu, 21 Februari 2016
Saya kembali melanjutkan mengisi formulir aplikasi DS160 online malalui laptop dan terhenti di tahap upload foto karena laptop saya nggak ada tempat masupin CD.

Senin, 22 Februari 2016
Saya melengkapi formulir aplikasi sampai tuntas dan melakukan proses pembayaran di kantor cabang CIMB Niaga dengan dibantu oleh pak satpam. Saya memasukkan virtual account sebagai nomor penerima rekening dan ditujukan kepada Bank of America. Bukti setoran disimpan untuk dibawa pada saat interview di kedutaan.

Selasa, 23 Februari 2016
Saya baru bisa memasukan virtual account 24 jam setelah pembayaran untuk mendapatkan penjadwalan wawancara. Slot wawancara pertama yang tersedia adalah untuk hari Jumat tanggal 26 Februari 2016, dan saya pun langsung memilih jadwal wawancara di tanggal tersebut.

Kamis, 25 Februari 2016
Siang hari saya mencetak pasfoto saya dengan glossy paper yang telah lama tersimpan di laci meja kantor. Malamnya saya menolak ajakan lembur dan kelayapan, saya lebih memilih untuk berdiam diri di rumah untuk mengumpulkan mental dan packing menyiapkan barang apa saja yang akan dibawa ke kedutaan.

Jumat, 26 Februari 2016
04.15 bangun tidur kuterus mandi, pup dan sholat
05.05 berangkat ke kedutaan
05.30 tiba di depan gedung kantor kedutaan, kemudian diarahkan untuk menunggu di kolong jembatan. Terpaksa kami muterin kedutaan dan mencari kolong jembatan yang dimaksud, kemudian saya diturunkan dari mobil dengan setengah nyawa karena masih ngantuk
06.30 kami mulai disuruh berbaris sebanyak 3 shaft dan menunggu sambil menahan mules

Dan drama pun dimulai!

20160226_054902.jpg
Demi apa saya nongkrong di trotoar pagi buta begini?

Dari sini, saya sibuk mengamati lingkungan sekitar. Waktu saya turun dari mobil sih masih sedikit yang nunggu antrian, kira-kira 10 orang gitu. Saat itu cuaca hujan, langit gelap dan dingin senantiasa menemani kami menanti panggilan masup ke kedutaan. Sayup sayup terdengar dari kejauhan suara roda kereta yang sedang menari-nari di atas rel, dan saya baru sadar kalo ternyata saya lagi ada di bawah jembatan rel kerata gambir. Subuh itu saya hanya bisa berdoa dan berlindung di bawah jembatan rel kereta ini dari tetesan hujan yang membasahi bumi. Hujan 2 hari ini bikin saya tambah galawww.

20160226_054729.jpg
ngupi-ngupi dulu di kolong jembatan

Bapak petugas yang mengenakan jas hujan mengarahkan 10 orang pertama untuk masuk ke dalam lingkungan gedung kedutaan. Saya yang juga sedang ngantri hanya bisa bersabar, sambil nahan mules.

Setelah grup pertama yang terdiri dari 10 orang dipanggil masup, nggak lama kemudian tibalah giliran grup ke-2 yang juga terdiri dari 10 orang untuk masup ke dalam gerbang kedutaan. Di sana petugas keamanan sudah setia menunggu kami dan memberikan briefing sejenak tentang barang apa saja yang boleh dan tidak boleh dibawa masup ke dalam area kedutaan. Kami diberikan baki kecil tempat untuk menaro barang elektronik seperti hengpon, usb, powerbank, kabel charger, dan sejenisnya. Kami tidak diperbolehkan membawa cairan selain air mineral. Parfum, minyak nyong-nyong dan sejenisnya harus dititipkan. Saya membawa botol tupperware dan diperbolehkan untuk dibawa masuk, dengan syarat harus diminum terlebih dahulu dihadapan mereka untuk membuktikan bahwa minuman yang saya bawa tidak mengandung bahan berbahaya atau bahan peledak, ngeri!!

Setelah menitipkan barang elektronik, kami diberikan kartu penitipan barang dan id untuk memasuki gedung kedutaan. Pemeriksaan ini menurut saya nggak ribet, saya malah lebih deg-degan waktu masuk ke dalam gedung kedutaan Australia beberapa tahun yang lalu yang harus melewati pengamanan berlapis.

Setelah menitipkan barang kemudian saya masuk ke dalam ruang tunggu yang terdiri dari 4 loket penyerahan berkas dan banyak kursi panjang. Ketika baru sampai di sini, akan ada petugas yang akan membantu menstrepless dan mengecek berkas. Kemudian saya diarahkan ke kursi di depan loket nomor 4 sambil menunggu dipanggil. Saat itu ada grup penari yang nggak bisa dipisahkan dan harus menyerahkan berkas bareng sehingga saya dialihkan ke loket 3. Loket ini terdiri dari 4 loket yang dijaga oleh petugas lokal. Pada saat menyerahkan berkas saya ditanya apakah punya paspor lama, sudah pernah ganti nama atau terdapat kesalahan nama dalam aplikasi online saya dan saya menjawab tidak. Saya mendapatkan sebuah kartu besar bertuliskan angka 3 dan keterangan langkah-langkah pemrosesan visa.

Kemudian saya masuk ke dalam ruangan lain dan menunggu bersama dengan pemohon lain. Saat itu sudah ada beberapa grup wawancara. Tapi sebelum diwawancara kami diharuskan untuk rekam sidik jari dengan menggunakan alat seperti membuat e-ktp atau paspor. Loket pengambilan sidik jari terdiri dari 4 loket (kalo nggak salah). Pagi itu loket yang pertama buka adalah loket 3, dari bilik jendela terlihat seorang bapak-bapak yang nggak kaya orang bule tapi ngomongnya engerish banget. Yang pertama dipanggil adalah orang-orang dari grup 1. Yang direkam adalah 4 sidik jari tangan kiri, 4 sidik jari tangan kanan dan 2 jempol kaki, eh tangan kanan kiri haha.

Setelah pengambilan sidik jari, langkah terakhir adalah menunggu untuk diwawancara. Sepanjang pengalaman saya mengurus visa baru kali ini saya menjalankan proses wawancara. Inget wawancara saya jadi inget waktu tes IELTS beberapa tahun yang lalu.

Loket yang digunakan untuk wawandara adalah loket nomor 7, 8, 9 dan 10 CMIIW. Saat itu loket yang baru buka adalah loket nomor 8, petugasnya seorang mbak-mbak bule berambut pirang dan panjang yang suaranya terdengar sangat ramah. Dia akan menyapa pemohon satu persatu, “Hi!”. Kemudian ditanya-tanya deh para pemohon. Itu baru grup 1 yang dipanggil buat wawancara, sementara saya masih grup 3. Jadi saya masih bisa nguping dan curi-curi dengar pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan.

Di loket 8, grup 1 dan 2 sudah dipanggil. Saya tambah deg-degan menunggu giliran saya. Saya kira grup 3 dipanggil sama mbak di loket 8, tapi ternyata dipanggilnya sama mbak di loket 7 yang juga orang bule yang keliatan lebih senior. Nah disinilah mulai keliatan horor. Di depan saya udah berdiri 3 orang yang siap menunggu diwawancara. Tapi eh tapi kok wawancaranya lama banget yak! Di loket 8 di sebelah saya grup 4 udah dipanggil dan antriannya udah hampir kelar, sementara di loket 7, 1 orang juga nggak kelar-kelar. Saya tambah stress dong, kebagian petugas yang nanyanya detail. Mbak di loket 8 nanyanya sedikit dan nggak pake lama makanya cepat selesai.

Saya mengamati rombongan penari yang lagi diwawancara di loket 8 dan curi dengar percakapan mereka. Yang saya tangkep sih mau ke mana, ngapain, berapa lama, pekerjaan tetapmu apa, apakah mendapatkan gaji atau honor dari menari dan seterusnya. Salah satu dari mereka mendapatkan kertas berwarna hijau, yang saya lupa apa artinya hehe.

Yang di depan saya cuma 3 orang tapi lamaaaaa banget wawancaranya. Setelah mereka selesai akhirnya saya melangkahkan kaki dan maju ke depan sambil gemeteran haha. Dia bertanya dalam bahasa indonesia, tapi saya keceplosan jawab pake bahasa inggris sehingga sampai akhir wawancara kami tanya jawabnya pake bahasa inggris. Saya udah mensetting jawaban dari seminggu sebelumnya pake bahasa inggris, saya latihan tanya jawab sendiri kayak orang gila haha. Kira-kira beginilah percakapan yang terjadi diantara kami:

Mbak Bule (MB) : “Namamu siapa?” 
Bijo : “Bawangijo alias Bijo” 
MB : *Ngambil paspor dan scan barcode “Kerja di mana?” 
B : “Di PT Maju Terus Pantang Mundur” *sodorin surat keterangan bekerja
MB : “Oh pegawai MTPM ya!” *diambil dan dibaca dengan seksama
B : “Iya”
MB : “Sudah berapa lama”
B : “5 tahun”
MB : “Mau ke mana aja ke US?”
B : “Ke satu tempat”
MB : “Berapa lama”
B : “Kira-kira 2 minggu”
MB : “Sama siapa?”
B : “Temen”
MB : “Pacar atau teman cewek?”
B : “Kasih tau nggak yaaaa” 😂
MB : “Punya keluarga di US”
B : “Nggak ada”
MB : “Orang tua di mana?”
B : “Di Indonesia”
MB : “Nggak ada keluarga, teman atau kenalan yang tinggal di US?”
B : “Nggak ada”
MB : “Ok, visamu bisa diambil mingggu depan”
B : “Makasih banyak mbak!”

Demikianlah percakapan yang terjadi antara kami, saya akan terus mengingat percakapan ini. 3 orang sebelum saya ditanyanya panjang kali lebar kali tinggi dan lama pulak, plus diminta untuk menunjukkan dokumen-dokumen penunjang. Sedangkan saya hanya menunjukan surat keterangan bekerja, dan dikembalikan lagi ke saya setelah dia baca. Bookingan tiket pesawat, hostel, itinerary dan dokumen lainnya tidak diminta. Baru kali ini saya apply visa tanpa menyerahkan dokumen pendukung, padahal saya sudah menyiapkan semua berkas dengan lengkap. Keputusan visa kita apakah diterima, ditolak atau dipertimbangkan diputuskan saat itu juga jadi nggak php. Mudah-mudahan gak ada kesalahan pengambilan keputusan. Berdasarkan undang-undang keimigrasian Amerika, setiap pemohon… lupa lagi saya mau cerita apa. Percayalah, visa ditolak itu rasanya nggak enak banget. Tapi lebih nggak enak lagi kalo kita dideportasi pas lagi liburan di luar negeri karena satu dan lain hal. Amit-amit jangan sampe.

Setelah mendapatkan kertas berwarna putih saya merasa seneng. Setelah mengambil hengpon di penitipan barang saya berjalan ke pintu keluar dan terus berjalan terus, terus, terus sampe naik kopaja dan entah kenapa suasana mendadak menyenangkan dan indah. Setelah sampe di sebrang kantor dan melewati jembatan penyebrangan saya membeli pecel di mbak-mbak dan ngebungkus buat brunch di kantor. Pecelnya kurang manisss! Ahh tapi yang penting hari ini udah manis buat saya *liatin kertas putih

img-20160226-wa0005.jpg
Pasti dapet gak sih?

Kemudian setelah baca postingan mbak noni saya stres lagi. Masak iya ada orang yg udah dapet kertas putih tapi gak dapet stiker visa 😢 Kamu ada yang udah pengalaman mengurus visa us?

Ini visanya

miguk bija1
Visa US

 

Advertisements

69 thoughts on “Ternyata Mengurus Visa Amerika itu Mudah!”

  1. Senangnya di approve yach. Pernah sekali apply dan ditolak habis itu rasanya mau apply lagi males nya minta ampun. Deg2annya luar binasa dan antriannya juga panjang hiksss.. uda kayak penilaian Indonesian Idol dech.

      1. hanya pemilik loket dan Tuhan saja yang tau Bijo wkwkwk.. soalnya dia nga ngomong yg gimana sich. disuruh ngurus lagi tapi aku ogah. padahal sponsornya dari perusahaan yang cukup ternama pula. yasudahlah..

      2. Bos aku punya saudara disana..cuma mau ngurus visa kesana ga tau cra nya..dan brpa duit abis klo kita ngurus nya,,tp aku lagi kerja di malaysia bos…tolong aku bos..hubungi no aku yg ini bos +60142668892

  2. Saya bikin visa US di Bogota, Kolombia. Waktu itu emang lagi tinggal di sana. Prosesnya sama. Dan setahu saya, jika petugas yg mewawancarai itu menyimpan paspor kita trus bilang bahwa visa dapat diambil dalam sekian hari, itu artinya visa kita disetujui. Kalau kemudian paspor yg dikirim balik ke kita tak ada stiker paspornya, mungkin terjadi kelalaian administrasi atau kasus khusus lainnya. Eh bener ya maksudnya kamu deg-degan karena kuatir nanti ternyata gak ada stiker visa di paspormu?

  3. Wuahhhhh.. mantap.. pake visa Amrik tuh sakti benernya.. bisa rada melanglang buana, gak perlu apply visa beberapa negara, maksudnya ga ribet apply visa beberapa negara, cuma kasih tahu aja ada visa Amrik yang aktif..

      1. Iya.. Salah satunya bisa ke taiwan, ga perlu pake visa tapi kudu daftar aja ke TETO, bisa free 30 hari di taiwan, lumayan deh visa taiwan skrg 600.000 kl ga salah.

  4. Kenangan subuh2 ngantri dibawah jembatan rel 5 thn lalu hihihi.. selamat ya udah di approve visa nya mas.. klo dikasih kertas putih, nanti pas pengambilan paspor tuh sticker visa nya udah nempel cantik di paspor nya koq 😆

  5. Akkk selamattt! Jadinya US apa Canada siiih *masih penasaran*
    Anyway, udah 5 tahun kerja ternyataa! Saya baca blognya KartuPos jadi ciut kalo belum setahun kerja ada kemungkinan ditolak, wong saya 6 bulan aja belum :(( Nanti aja deh kalo udah kerja lamaan baru ke US hahaha

      1. congrats ya..!….jadi ga perlu beli tiket dulu kan ya? ..itu bookingan nya booking bberapa hari seblum interview kan? time limit bookingan nya ga diliat juga ya?

  6. Mantap dapat visa amerika…visa sakti hehehehe….salah satu impian pingin ke US juga…mudah2an klo ngajuin visanya disetujui…

  7. halo mbak bijo nama saya hery sertiawan boleh bertanya mbak dan bercerita dikit yah gini dulu ibu saya gelap 5 tahun tapi sekarang udah dpt green card amerika menurut mbak kalo saya ngeplay visa apa bisa lolos dan saya pernah di tolak 1 kali juga dan udah 8 tahun gak mgajukan lagi maka dari itu saya recana mau ngeplay visa lagi apa masih bisa ngeplay visa mbak … oh iya 1 lagi mbak saya pengusaha umur udah 31 tahu apa bisa apply amerika mohon infonya mbak thanks

  8. Hallo mass beruntung bgtt, boleh nanya gak waktu apply visa amrik sbg turis min rek di tabungan slama 3 bln trakhir brp ya? Trims jawabannya

  9. mba bijooo.. happy new year!! aku lg mau apply juga nii.. walaupun masih belom jelas kapan perginyaa.. hahaha.. nanya dong mba.. untuk tempat tinggal gt, mba isi nama hotel apa gimana? hehe.. secara belom tau juga tinggal dimana.. hahaha.. thanks mba sebelumnyaa.. =)

  10. hy mbak..prkenalkan nama saya hana, saya seorang mahasiswa dan berencana untuk pergi ke amerika bulan 8 tapi saya apply nya bulan 2.. saya punya pacar disana dan pacar saya menyuruh saya untuk datang kesana, semua biaya2 perjalanan dan biaya hidup saya selama sbulan,, dia yang nanggung.. dia sebagai sponsor saya disana,, itu gimana yah mbak.. kmungkinan diterima gak itu?? saya takut karena banyak yang bilang jangan bilang kalo kita punya kenalan disana.. mohon pencerahannya donk mbak.. saya bingung bgt nihh

    1. Kalo menurut saya kemungkinan disetujui kecil karena kamu masih kuliah. Dan justru kalo disponsorin pacar gini yang agak ngeri, karena petugas konsuler takut kamu betah di US dan gak balik ke Indonesia. Karena belum ada kerjaan tetap, belum ada faktor pengikat yang akan membuatmu kembali ke Indonesia. Maafkan analisa sok tahu saya ya, mudah2an saya salah. Kalo gak dicoba apply visa gak tau kan ya, berani gambling? Kemungkinan 50-50.

  11. Hi hi aku boleh tanya?
    Kalau gak punya kenalan di US, pas isi formulir online itu kan ditanya contact kenalan di US kalau gak punya bisa isi nama company/organization yg kita mau kunjungi, aku bingung harus isi apa ya?
    Terima kasih

  12. Hai bawang ijo 😉 apakh skg kaka uda pergi jalan2 ke amerika? Dan boleh tau sebelumnya pernah pergi ke negara mana aja yah?

  13. Mbak Bijo…
    Saya udah panas dingin dr sekarang…in shaa allah mau apply turis juga, hiks..doakan saya di approve visanyaaaah..

    saya akan tulis ucapan selamat kembali disini!
    amin!!

  14. Halo mbak Bijo,
    Mau nanya, dulu pas apply sudah beli tiket pesawat nya atau belum? Untuk hotel sudah booking juga ya berarti? Aku mau ke US tapi belum tau kapan (nunggu tiket murah soalnya, hehe), jadi masih ragu2 apa bisa apply visa nya dari sekarang.

  15. Wah thanks banget ya infonya. BTW sudah pergi belum ke US? Saya orang indo tapi permanent resident of Australia (bukan Citizen). Mau apply soon. Wish me luck hehehehe. Salam kenal ya. Maureen

  16. MEMANG BANYAK TEMAN-TEMAN KITA DITOLAK VISANYA BUKAN KARENA MEREKA TIDAK LAYAK ATAU MEMENUHI SYARAT, TAPI LEBIH BANYAK HANYA KESALAHAN SAAT PENGISIAN APPLIKASINYA DAN SAAT WAWANCARA

  17. Mbak mau tanya dong, misal klo belum pernah ke LN paspor nya trus mau ke Us memang kecil ya kemungkinan di granted?

  18. halo mba Bijo..
    Salam kenal..

    mau nanya yah, boleh ga apply visa US aja, tapi belom mau berangkat ke US dalam waktu2 dekat ini?

    masih cari2 info ini nih..

  19. Dear Agan/Sista

    Saya melayani jasa pengurusan visa Amerika Serikat
    (Bisnis / Medical / Tourism)
    Form DS 160 (B1/B2)

    kita bantu dari awal sampai bisa mendapatkan visa.

    Jasa Konsultan adalah membantu pihak applicant untuk memohon Visa US dengan bantuan
    1. Pengisian DS-160
    2. Penjadwalan Wawancara
    3. Persiapan wawancara
    4. Bantuan di permudah proses approval US Visa.

    Terimakasih, bila ada pertanyaan silahkan email saya atau hubungi nomor
    WA +628111996200
    CP: agi_i5@live.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s