Pengalaman Mengurus Visa Amerika

wp-1456480851854.jpeg

Tembok kedutaan (bukan Amerika)

Widih judulnya ngeri! Padahal saya belum tahu status visa saya, tapi udah berani posting tentang visa-visaan. Bukannya pamer atau sok tahu, saya cuma mau sharing pengalaman mengurus visa yang pernah saya urus sendiri.

Ada 2 golongan pejalan, yaitu mereka yang malas mengurus visa sendiri dan mereka yang kerajinan ngurusin visa orang, eh itu mah saya nomor 2 ding haha. Saya baru inget kalo bulan ini saya bukan ngurus 3 visa, tapi 7! Iyak, 7 visa buat 3 negara yang berbeda. 2 visa punya saya, 5 visa punya temen-temen. Daripada minta urusin travel agent mendingan saya yang ngurusin kan, lumayan kan dapet tambahan buat beli tiket ke antartika haha. Amin amin!

Okeh, lanjut!

Jadi begini, saya mau cerita soal pengalaman mengurus visa. Saya menerima beberapa email yang menanyakan tentang visa dan tiket, tapi mohon maaf saya nggak bisa ngebales semua email karena saya sedang pusing sendiri ngurusin visa dan lagi banyak kerjaan juga. Lagian pertanyaannya juga agak rumit dan saya juga nggak ngerti mau ngejawab apa karena saya bukan petugas konsuler di kedutaan yang dimaksud. Saya sendiri mengalami kesulitan saat mengisi formulir aplikasi visa transit Australia kemaren, saking ngeblanknya saya sampe lupa apa bedanya depart dan arrive, dan saya baru nyadar kalo saya ngaco ngisi formnya hahahaha. *mabok

Sebenernya awal bulan ini saya nggak mood ngurus-ngurus visa, saya udah males berhubungan dengan visa. Tapi mau nggak mau saya harus ngurus visa supaya bisa mengunjungi negara mereka. Di sini kadang saya merasa lelah. Dari beberapa visa yang pernah saya urus, visa USlah yang prosesnya memerlukan wawancara. Untuk visa negara lain mungkin nggak perlu wawancara, cukup dengan menyerahkan berkas permohonan aplikasi visa dengan pendukungnya saja sudah cukup.

Nah sekarang saya mau membahas tentang alasan penolakan visa amerika. Duh jadi deg-degan! Saya takut beneran selama belum liat stiker visa menempel di salah satu halaman paspor. Saya mengcopy informasi mengenai alasan penolakan visa dari website US Embassy.

“Pasal 214b” dari penolakan

Apabila anda menerima lembar kertas warna merah muda, berarti anda tidak memenuhi syarat, menurut pasal 214 (b) dari Undang-Undang Keimigrasian AS, beserta pasal-pasal perubahannya (INA), untuk mendapatkan visa non-imigran (NIV) karena anda dianggap belum bisa mematahkan asumsi undang-undang yang menyatakan anda berniat untuk menetap di AS.

Alasan-alasan dari penolakan dapat dikarenakan:

Anda belum dapat menunjukkan bukti ikatan keluarga, sosial atau ikatan ekonomi yang cukup kuat yang mengharuskan anda untuk meninggalkan AS setelah kunjungan anda berakhir.
Anda tidak dapat menunjukkan bahwa kemampuan dan/atau rencana pendidikan anda memenuhi syarat untuk mendapatkan visa non-imigran yang anda ajukan.
Anda telah menyalahgunakan penggunaan visa non-imigran sebelumnya.
Kami menyarankan anda untuk mengajukan permohonan visa kembali hanya apabila keadaan anda sekarang telah berubah atau anda memiliki bukti-bukti lain yang tidak anda kemukakan saat pengajuan permohonan visa anda sebelumnya. Apabila anda memutuskan untuk mengajukan permohonan kembali, anda harus mengajukan jadwal wawancara lagi. Anda juga harus membayar lagi biaya permohonan visa. Untuk membuat jadwal wawancara, dapat dilakukan di Mengajukan Permohonan Visa.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai penolakan berdasarkan pasal 214(b), silakan lihat penolakan visa.

Jangan senang kalau diberikan kertas berwarna pink. Warnanya memang indah tapi artinya sangat menyayat hati dan kantong. Pejabat konsuler memiliki alasan untuk menolak permohonan visa karena pemohon dianggap belum memiliki alasan yang kuat untuk membuktikan tujuan kedatangan ke AS. Yang ditakutkan setiap negara itu cuma 1, yaitu kedatangan pendatang yang masuk dengan visa turis tapi nggak mau balik lagi ke negaranya. Bisa jadi dia datang untuk bekerja, atau menetap di AS. Duh sok tahunya saya, berasa kayak pegawai kedutaan Amerika bwahahaha. Jadi inget film The Proposal, Sandra Bullock dikejar-kejar petugas imigrasi Amerika buat dideportasi. Percayalah, dideportasi itu nggak enak jenderal.

Waktu wawancara kemarin saya mencuri dengar salah satu orang yang mendapatkan kertas pink, saya jadi ikutan sedih sih pas liat dia ditolak, sakitnya itu di sini!! *tunjuk saku celana jeans. Pas ditanya sama pejabat konsuler apa tujuan kedatangan ke Amerika, dia menjawabnya pengen meditasi. Alasan itu dirasa kurang kuat menurut pejabat konsuler. Latar belakang pekerjaan juga menjadi salah satu faktor penilaian utama. Tapi sepanjang pengamatan saya kemarin, sebagian besar pemohon diberikan kertas berwarna putih. Saya cuma lihat 1 orang yang dapet kertas pink dan 1 orang yang dapet kertas hijau. Kalo niatmu tulus, insyaalah dipermudah, amin! Duh ngomong doang gampang yak, nanti pas ngejalaninnya mules dan stress beneran.

Kemarin saya tanya jawab sama teman saya yang mau apply visa US hari senin ini. Kira-kira daftar pertanyaan apa saja yang akan ditanyakan nanti pada saat wawancara. Saya merangkum daftar pertanyaan dari pengamatan saya selama menunggu panggilan wawancara grup 1 sampai dengan grup 4. Daftar pertanyaan bisa saja berbeda bagi setiap pemohon, ada yang ditanya cuma sedikit atau panjang lebar. Sekedar sharing berdasarkan pengalaman saja. Yuk, kita latihan!

PK (Pejabat Konsuler)
P (Pemohon Visa)

PK : “Nama anda siapa?”
P : “Rudi”
PK : Mengambil paspor dan menscan barcode yang tertera di lembar konfirmasi “Pekerjaan anda apa?”
P : “Sebagai pegawai swasta di PT Sinar Redup”
PK : “Posisi anda sebagai apa?”
P : “Staf bagian administrasi”
PK : “Sudah berapa lama”
P : “25 tahun”
PK : “Apa tanggung jawab anda di kantor?”
P : “Mengurus administrasi perkantoran, dan seterusnya…”
PK : “Ada berapa jumlah karyawan di kantor anda”
P : “200 orang”
PK : “Bisa saya lihat surat yang membuktikan bahwa anda bekerja di sana?”
P : *sodorin surat
PK : “Apa alasan anda mengunjungi Amerika?”
P : “Mau liburan”
PK : “Mau ke mana?”
P : “Mau ke San Fransisco”
PK : “Berapa lama?”
P : “2 minggu”
PK : “Sama siapa?”
P : “Seorang diri”
PK : “Anda sudah menikah?”
P : “Sudah”
PK : “Istri anda sekarang tinggal di mana?”
P : “Di Indonesia”
PK : “Keluarga, orang tua di mana?”
P : ” Di Indonesia”
PK : “Apakah anda memiliki teman atau kenalan di Amerika?”
P : “Tidak ada”
PK : “Siapa yang akan membiayai perjalanan anda ke Amerika?”
P : “Saya sendiri”
PK : “Bisa saya lihat rekening anda?”
P : “Sodori buku tabungan dan rekening koran
PK : “Nanti tinggal di mana? Bisa saya lihat itinerary perjalanan anda”
P : *sodorin itinerry, bookingan tiket dan hotel
PK : “Ok, selamat, visa anda akan jadi minggu depan!”
P “Terima kasih”

Pas lagi simulasi begini, temen saya bilang gini dong ke saya, “Coba lo yang jadi petugas konsulernya!” Lhaaa hahaha.

Pada saat ditanya alasan kedatangan ke Amerika, berikan alasan yang masuk akal seperti untuk perjalanan bisnis atau liburan. Kalo perjalanan bisnis biasanya diminta untuk menjelaskan jenis pekerjaan atau tujuan secara detail. Misalnya untuk konferensi, ceritain konferensi tentang apa, di hadapan siapa, siapa pengundangnya. Kemaren saya liat ada yang ditanya ini. Kalo alasannya buat bisnis kayak menjual produk baru, ceritain juga jenis produk yang dijual kayak apa. Kemaren saya liat mbak yang kayak orang jepang ditanya begini dan mbak konsulernya nggak ngerti jenis produk yang dipamerkan di pameran. Untungnya visanya disetujui.

Ada lagi yang ditanya mau ngapain ke us, dan dijawab mau traveling, tapi dia ditanya juga pekerjaannya sampe detail banget. Posisinya adalah sebagai pemilik perusahaan dan ditanya jumlah karyawan di kantornya ada berapa. Kalo punya perusahaan sendiri, bawa juga dokumen-dokumen perusahaan yang mengatasnamakan dirimu sebagai pemilik. Bawa dah SIUP, TDP, dan semuanya. Kalo untuk mengunjungi keluarga yang berada di US atau menikah dengan pasangan berkewargaan US saya nggak ngerti. Kemaren banyakan yang buat perjalanan bisnis sih tujuannya.

Balik lagi, urusan visa ini hanya Tuhan dan Pejabat Konsuler yang tahu keputusannya. Kita hanya bisa berharap dan berdoa. Apa lagi yah, saya kira ini aja deh yang saya amati beberapa hari yang lalu. Kalo ada yang salah boleh dikoreksi. Monggo teman-teman yang mau sharing pengalaman ngurus visanya silahkan ditambahkan, siapa tahu ngebantu calon applicant yang lagi ngumpulin info seputar visa.

21 thoughts on “Pengalaman Mengurus Visa Amerika

  1. PK : apa tujuan anda ke emrika
    Me : cari bule kaya, ganteng, buat d jadiin calon suami, pak.
    PK : apa pekerjaan anda?
    Me : Bule hunter, pak

    #kemudianhening

  2. Wah berarti di Jakarta mending ya lebih banyak yg disetujui. Dulu pas saya di Bogota itu, dari 20 orang yg sederetan sama saya kayaknya gak nyampe 5 yg disetujui (termasuk saya). Sebelah saya ada cewek muda yg udah mengajukan 5x masih ditolak juga waktu itu, nangis deh dia..

  3. Saya mau bertanya donk , sy ibu rumah tangga yg senang jalan2 -tahun lalu saya Berlibur ke eropa , nah skarang saya ingin mengajukan visa us, mohon sarannya donk apa saja dokumen yg musti saya tunjukan, terminal kasih

  4. Mo tanya dong mbak, kalo misalnya kita ngurus visa, trus interview di surabaya, eh ditolak (dapet si pinky), apa kita bisa ngajuin lg di konsulat amerika yg di jakarta? Atau kl udah dpt pinky dah pasti ga bs ngajuin lg ya? Kalo pun bs, brp lama dr waktu ditolaknya visa yg terakhir? Thanks

  5. mba bijo, kemaren waktu wawancara harus bawa rekening koran tabungan selama 3 bulan terakhir ga? batas nominal di tabungan berapa mba supaya diapprove? lama stay di usa mba bijo apply berapa hari/minggu/bulan?? terima kasih. 🙂

  6. Wah sy jg seneng nie br dpt visa utk ber 4, sy suami + 2 ank balita.

    Sy dan suami apply duluan. 2 anak di hari yg berbeda. Sy ambil resiko ini buat jaga2 aj drpd kami ber 4 ditolak kan sayang bgt duitnya. Menurut sy sie visa amerika itu ‘ticket to the world’ utk anak2 sy. Jd syukur2 anak sy nanti tgl perpanjang tanpa hrs interview lg. Walo menurut sy dunia skrg sm aja gada yg plg aman dan dimana2 ada bom. Dan tujuan sy murni holiday. Jd pas ditanya ya apa adanya. Sdh jelas siapa sponsor, perkiraan libur dan stay mana, relasi sp, etc. Dan thanks God 2x apply antrian ga byk. Sblm jem 9 pg sdh selesai.

    • Oh y fyi, paspor sy n suami cm ada 1 cap ke singapore. Passport lama jg sama. Pernah sie k negara asia laen di passport sblm ny lg dan ga sy bawa soalny dah jadoel bgt jd ky ny ga ngaruh. Dokumen laen sy bw spt kk, akte nikah, rekening koran gada yg diminta utk ditunjukkan, smua cm ty jwb tok. Hy pas apply visa anak diminta ks liat kk n akte lahir.

      • Mbak, kalo turis visa pasti dapet 5 tahun multiple entry ya? saya, suami, dan anak juga baru mau apply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s