Traveling

Pecinta Alam

16-10-26-08-36-16-634_deco.jpg
Denali National Park

Tadi sore pulang dari kantor saya langsung nyetel tv dan program pertama yang muncul di depan mata saya adalah Wild Alaska season 1 episode 1. Terus udah bisa ditebak dong saya langsung duduk manis di depan tv sambil heboh sendiri. Wahhh saya udah pernah ke sana, hehe. Saya suka taman nasional, saya suka hutan, saya suka alam, saya suka tempat terpencil yang menyimpan keindahan dan kekayaan alam yang melimpah. Semakin sedikit penghuninya semakin bagus. Saya yakin kalo dilepas di hutan sendirian bakalan betah. Aroma hutan begitu menyenangkan buat saya.

Cita-cita saya jaman kuliah dulu kepengen jadi anak pecinta alam. Tapi Cuma pengen doang, bahkan daftar aja nggak pernah. Saya udah ciut duluan waktu dikasih tau kakak saya kalo jadi anak mapala itu capek. Capek tenaga dan capek kantong. Capek kantong maksudnya harus punya duit gitu. Perlengkapan camping dan naik gunung itu mahal. Harus punya keril, sepatu gunung, matras, sleeping bag, apa lagi yah? Saya yang uang jajannya cuma 50 rebu seminggu kan udah takut duluan. Akhirnya bukannya jadi anak pecinta alam, malah jadi tukang jait haha.

Saya baru nyadar ternyata selama ini sejak pertama kali traveling saya selalu mencari destinasi yang mirip-mirip, yang sepi gitu. Bahkan pertama kali solo traveling saya udah memasukan hiking ke dalam itinerary saya. Kali pertama traveling tahun 2012 saya sudah memasukkan hiking dalam itinerary saya. Makanya waktu diajak hiking sama teman saya di Seoul saya langsung menyetujuinya, karena memang itu yang saya cari. Bukan hiking atau naik gunung seperti gunung gede atau rinjani gitu sih, cuma naik gunung kecil doang hehe. Kami hiking ke Bukhansan seharian, tapi lumayanlah itu aja udah bikin saya ngos-ngosan. Malu saya sama kakek-nenek yang lincah hikingnya sambil bawa trekking poles.

Destinasi selanjutnya setelah dari Korea adalah ke Australia. Waktu main ke Sydney kami kelayapan naik kereta selama 2 jam ke Katoomba untuk mengunjungi Blue Mountain. Mana tau saat di Blue Mountain kami malah mblasuk sampe ke hutan di bawah three sisters selama sekitar 3 jam. Perjuangan masih berlanjut saat harus menaikin ratusan anak tangga di terbing curam di Giant Stairway. Saat itu saya seneng banget bisa tersesat sampe ke bawah three sisters, walaupun ngos-ngosan saya menikmatinya.

Di Selandia Baru saya lupa ke mana aja. Memorinya kehapus sama Iran haha.

Di Islandia saya nggak sempat hiking karena cuacanya nggak asik. Hampir setiap hari hujan, dan kecepatan angin mencapai 40 kilometer per jam, mau jalan pun susah. Kami lebih sering berlindung di dalam mobil. Ada hari saat cuacanya bersahabat 1 atau 2 hari gitu, sisanya hujan. Walau hujan kami sempat main hujan-hujanan sampai basah kuyup demi melihat glacier yang sangat luas. Waktu naik ke Skogafoss saya nyaris ketiup angin gara-gara pake jas hujan mau terbang.

 

Di Alaska saya kelayapan selama 8 hari, tapi saat itu kondisi cuaca hujan terus. Cita-cita saya ke Alaska sebenarnya adalah kepengen hiking di Denali National Park. Dari Eielson Visitor Center harusnya naik shuttle bus untuk kemudian diturunkan di entah berantah. Sayang saat itu waktu kami kebuang di jalan dan cuma sempat hiking di Horseshoe Lake Trail. Walaupun treknya masih dekat dengan Denali Visitor Center tapi di sana banyak sekali papan pengumuman “Awas Beruang!” Kan saya jadi takut. Makanya kami jalan ber-3 dan berdekatan terus. Saya sih berharap ketemu beruang saat hiking, tapi nggak ketemu. Harusnya tu 1 bulan di Alaska kalo mau puas backpacking.

Yang paling nggak saya lupakan adalah ketika hiking di glacier selama 3 jam-an dalam kondisi hujan. Ini adalah momen yang paling saya tunggu karena sejak tahun 2014 saya kepengen banget nyobain pake crampon dan nginjek glacier. Nah waktu bikin itinerary Alaska Kanada ini saya langsung menyesuaikan jadwalnya dengan jadwal operator tur glacier yang masih buka. Saya memutuskan untuk ke Alaska duluan, baru kemudian Kanada karena khawatir dengan kondisi cuaca. Ternyata di glacier nggak dingin banget kok.

20160911_112823.jpg
Ice climbing

Terakhir adalah waktu ke Alberta, Kanada. Hampir setiap hari kerjaan kami adalah jalan kaki, nongkrong di samping air terjun, liat glacier dari jauh, foto-foto, dan bengong bego gitu. Cuma di Alberta saya ngerasa puas, walaupun cuma menghabiskan waktu selama 5 hari tapi saya puas selama berada di sana. Jarak dari 1 titik ke titik lain nggak begitu jauh seperti di Alaska. Yang nyetir pun nggak berasa capek banget karena kami sering berhenti dan keluar dari mobil. Tapi kayaknya tetep ngantuk dah, kan bukan saya yang nyetir.

Yang paling jauh adalah waktu ke Mount Edith Cavell. Karena akses jalan menuju parkiran di dekat Mount Edith Cavell ditutup maka kami harus memarkir kendaraan sangat jauh, kemudian kami berjalan kaki sangat jauh sampe ke parkiran di Mount Edith Cavell. Dari situ kami masih harus jalan lagi jutaan kilometer sampai ke pagar pembatas di tepi gunung. Karena kami nakal, kami memutuskan untuk melompati pagar pembatas dan jalan terus sampai ke bawah gunung untuk melihat bongkahan es segede gaban dari dekat.

Moraine Lake
20160920_160508.jpg
Columbia Icefield

Next destination saya masih kepengen ke pedalaman Kalimantan, Papua, Nepal, India, Mongolia, Tibet, Kyrgystan, Pakistan, Tajikistan, Uzbekistan, Afganistan (tapi gak berani). Tapi nggak punya cuti dan duitnya hiks. Memang ya ngayal jalan-jalan ini menyenangkan hahaha. Kemudian inget kenyataan, terjebak dalam kemacetan.

*Bijo yang lagi sakau jalan-jalan

Advertisements

6 thoughts on “Pecinta Alam”

  1. Aku juga lagi sakau jalan-jalan nih.. Apalagi pas dapat surat cinta dari 2 airlines yg bilang kalo membership-ku balik ke biru (basic), padahal tadinya udah silver, bahkan tinggal 2 flight lagi ke golden😰

      1. Udah hampir 3 tahun gak berwisata nih.. Masih nanggung ngajak Bear, dia belum mau pake sepatu, maunya nyeker terus padahal udah bisa lari.. Dasar emang keturunan outback Queenslander (yg terkenal cuek dan santai)😝

  2. mba bedanya hutan indo ama luar negeri apaan si?seriusan kl baca yg dalam negeri hutan/ gunungnya lebih banyak horornya…hihihi..banyak setannyaaa…kl d luar kayaknya beda ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s