Traveling

Menyusuri Sisa Reruntuhan Pompeii

cimg3899
Pompeii

Pagi itu kami tiba di Napoli pukul 5 subuh. Setelah keluar dari bus kami duduk-duduk di halte mengumpulkan nyawa terlebih dahulu. Harus saya akui, bahwa tidur malam 2,5 jam itu sangatlah kurang. Karena tiket 1 pounds saya bela-belain naik bus malam dari Roma ke Pompeii. Abis gimana yak, murah banget tiketnya. Total biaya saya dari Roma ke Napoli pp cuma 50 rebu rupiah doang. Kalo naik kereta bisa ratusan rebu kan, hidup ngirit hahaa!

Baca cerita sebelumnya tentang perjalanan panjang kami berdua (saya dan Ika) dari Roma ke Napoli 

Kami mengamati lingkungan sekitar yang masih gelap, berusaha mencari jalan mana yang harus kami ambil supaya bisa berada di dalam ruangan dan menghangatkan diri. Setelah kiranya puas mengamati orang yang lalu lalang kemudian kami memutuskan untuk mengikuti ke mana orang-orang berjalan sehingga sampailah kami di Central Station Napoli. Stasiun ini sangat besar, besar sekali tapi dingin. Angin dari luar berasa sampe ke ruang tunggu/lobi setangsiun. Kami berdua kembali duduk di sebuah bangku bulat, kemudian tertidur. Saya nggak bisa tidur nyanyak, tapi Ika bisa banget tidur nyenyak kayak gitu dalam posisi duduk.

Perut saya mulai terasa lapar, saat itu masih terlalu pagi untuk mencari sarapan. Kemudian saya teringat aroma nasi uduk dan semur jengkol lengkap dengan sambal pedas yang dijual di gang rumah saya seharga 5.000 rupiah. Ya Tuhan, kenapa di saat jauh dari rumah saya malah kepengen makan nasi uduk. Saya memutuskan untuk bangun dari tempat duduk dan meninggalkan Ika yang sedang tertidur lelap. Saya berjalan ke sana ke mari mencari toko makanan yang buka. Saya melihat plang McD di ujung setangsiun kemudian berjalan menghampirinya dengan harapan bisa membeli sarapan di sana, tapi sayang McD belum buka. Saya kembali lagi ke posisi di mana Ika tidur.

Mata saya ngantuk banget pagi itu, tapi nggak bisa tidur. Saya kembali lagi beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan Ika lagi untuk kedua kalinya. Saya berjalan tanpa tujuan, kemudian turun ke basement dan melihat antrian panjang di sebuah toko roti. Aha!!! Akhirnya saya menemukan apa yang saya cari. Saya langsung berjalan menuju antrian dan membeli roti. Pagi itu saya mendadak bahagia, kayak abis ketemu gebetan yang diincer haha.

Setelah agak siangan dikit dan energi terkumpul kami mulai meninggalkan stasiun. Ke mana? Nyari makan lah! Kami belum akan melanjutkan perjalanan ke Pompeii. Tujuan pertama kami pagi itu adalah melihat-lihat area  sekitaran Stasiun Napoli dan nyari makan beneran. Terus tadi roti itu apa? Cemilan doang haha. Saya kalo jalan-jalan mikirin makan melulu.

Sekitaran jam 9 kami berjalan keluar stasiun dan melihat keramaian yang ternyata merupakan pasar. Pagi itu para pedagang mulai menggelar dagangannya di lapak. Sebagian besar penjual adalah para imigran. Saya senang ke pasar tradisional. Barang yang dijual di sini antara lain sepatu, pakaian, ikat pinggang, buah, aksesoris dan masih banyak lagi. Kami berjalan berharap menemukan restorang yang buka. Sebagian besar imigran yang saya lihat di sana berasal dari Asia, entah dari Bangladesh, Pakistan, India, atau negara lain. Kami masuk ke dalam restoran kebab (lagi) yang sudah buka di sana. Restorang lainnya masih belum siap menjual makanannya. Saya memesan nasi dan kebab, sementara Ika memesan kebab dan salad. Btw kenapa saya ke restoran model beginian terus? Karena saya nyari makanan halal biar tenang. Kalo di luar negeri mau wiskul sama saya itu susah, karena saya agak picky soal makanan. Daripada nggak tenang, mendingan masak. Kalo nggak bisa masak ya jajan, tapi pilih-pilih juga.

Akhirnya makan besar!! Senangnya! Porsi makanan yang kami pesan perorang ternyata banyak sekali. Saat kami sedang makan lahap ada mbak-mbak berbadan subur yang masuk minta makanan ke pemilik restoran. Kemudian si mbak itu diberikan roti sama si mas pemilik restoran. Kami disajikan makanan pesanan kami dan roti. Rotinya banyak banget. Makanan yang kami pesan tidak dapat kami habiskan karena kami kewalahan sama porsinya. Sementara kami makan lahap, si mbaknya ngeliatin dari luar. Saya bingung, si mbaknya ini homelss atau bukan. Keliatannya terawatt dan bersih, badannya juga lebih gemuk daripada saya.

Ternyata kami nggak abis makannya. Saya sih masih bungkus sisa makanan saya yang masih banyak itu, tapi kalo Ika bener-bener nggak diabisin, cuma makan sedikit doang. Kemudian kami pun langsung membayar makanan kami dan pamit. Saat akan keluar restorang si mbak datang lagi, dan meminta kepada pemilik restorang untuk menghabiskan makanan kami. Di situ saya langsung mewek. Roti yang nggak kami makan kami berikan kepada ibu-ibu yang mengemis di pinggir jalan. Tuhhh, lain kali kalo makan diabisin, di luar sana banyak orang yang kelaparan. Mengingatkan diri sendiri.

Setelah kenyang kami kembali ke Napoli Stazione Centrale dan melanjutkan perjalanan ke Pompeii dengan menggunakan kereta. Jangan salah pilih platform, kami mau naik kereta dalam kota, bukan ke luar kota atau ke luar negeri. Kami mencari jalan ke loket penjualan tiket kereta lokal dan langsung baris di antrian loket tiket. Tiketnya kalo nggak salah 5 euro (saya lupa). Stasiun kereta bawah tanahnya keliatan tua. Beda banget stasiun kereta local di Napoli atau Paris sama di Tehran. Di Tehran keliatan maju stasiun kereta bawah tanahnya. Waktu lagi nunggu kereta kami sempat ngobrol dengan bapak-bapak yang juga sedang menunggu kereta tapi beda tujuan. Saya lupa apa yang kami bicarakan, udah lama sih ke Pompeiinya.

Di salam kereta saya sibuk mengamati orang Italia yang sedang berbincang. Saya belum pernah denger bahasa Italia, buat saya bahasa Italia kok kedengerannya miripmirip kayak bahasa Spanyol yak. Kan kami fakir wi-fi di Italia, jadi saya udah menyiapkan rute menuju Pompeii dari jauh hari. Setelah yakin dengan stasiun pemberhentian kami, saya menarik Ika keluar kereta. Hal pertama yang saya lihat setelah turun dari kereta adalah banyaknya ibu-ibu Korea. Banyak group tour Korea di Pompeii. Saya mengenali mereka dari bahasa mereka. Mereka pada rombongan ke Eropa, lha kami? Berdua doang kaya anak ilang hehe.

Saat berjalan memasuki pintu utama, kami melewati beberapa toko souvenir. Saya mengamati foto-foto di magnet kok gambarnya kayak gitu!? Maksudnya? Banyak adegan dewasa di magnet kulkas atau gantungan kunci. Terus saya mikir dong, ini saya mau ke Pompeii tapi nggak tau sejarah Pompeii. Ada apa di Pompeii? Kenapa di toko souvenir dijual barang ginian?? Saya cuma tau Pompeii itu ada di dekat gunung Vesuvius, udah gitu doang. Kemudian saya googling, sekarang googlingnya pas mau ngeblog. Telat yaaaa haha.

Be right back *gugling dulu

Pompeii adalah sebuah kota yang terletak di garis laut mediterania di dekat kota Napoli, sekitar 90 miles dari Roma. Pompeii merupakan kota besar dan ramai semasa pemerintahan Romawi Neron. Kota ini berada di kaki gunung berapi Vesuvius dengan ketinggian 1200 meter.

Konon di tanggal 24 Agustus 79 SM (bertepatan dengan tanggal lahir saya, tapi beda tahun) awan panas menutup matahari, merubah siang menjadi gelap berkepanjangan. Gunung Vesuvius memuntahkan lava dan awan panas ke seluruh kota hingga 25 jam. Ribuan tahun kemudian para arkeologist melakukan penggalian dan menemukan sisa-sisa reruntuhan abu vulkanik. Kota Herculaneum juga terkubur di tanggal 25 Agustus. Diperkirakan sekitar 13.000 jiwa meninggal dari ledakan Vesuvius tersebut.

Ketika sedang mengunjungi salah satu bangunan di Pompeii saya melihat sisa-sisa pahatan/lukisan erotis di dinding. Diperkirakan ada 35 rumah bordil di seantero Pompeii, yang ditandai dengan lukisan dinding atau fresco erotis.  Mungkin tempat dulu saya datangi itu dahulunya Lupanare, kali. Lupanare adalah rumah bordil paling terkenal di reruntuhan Pompeii. Bangunan tersebut terletak 2 blok dari alun-alun di pusat kota, di persimpangan Vico del Lupanare dan Vico del Balcone Pensile. Fitur yang paling terkenal di Lupanare adalah lukisan dinding yang erotis, menunjukan posisi bercinta dan diyakini dengan papan iklan. Menurut legenda, Pompeii dikenal sebagai kota mesum.

cimg3871
Pompeii

Udahan ya belajar sejarahnya, kalo mau tau informasi tentang Pompeii lebih lengkap silahkan gugling sendiri *blogger pemalas.

Siang itu kami langsung antri di depan loket penjualan tiket. Kami membeli tiket masuk Pompeii berlaku untuk 1 hari seharga 13 euro. Sebenarnya di sana ada beberapa situs bersejarah seperti Pompeii, Herculaneum, Oplontis, Stabia, Boscoreale. Kalo kamu punya waktu banyak, luangkan waktu selama 3 hari supaya bisa mengeksplor lebih banyak dan puas. Untuk harga tiket terusan ke semua situs tersebut adalah sebesar 20 euro, berlaku untuk 3 hari dan masing-masing untuk 1 kali kunjungan. Karena saya cuma punya waktu 1 hari maka kami cuma beli tiket Pompeii aja.

Kami jalan-jalan dan mengamati sisa-sisa reruntuhan abu vulkanik gunung Vesuvius. Begitu dahsyatnya letusan gunung tersebut sehingga bisa menghancurkan kota sebesar itu. Saat berada di sana saya ngebayangin sedang berada di masa pemerintahan Romawi seperti yang sering saya lihat di televisi. Ya ampun, mau lari ke mana kalo dikepung letusan gunung berapi. Maju kena, mundur kena. Jalan kena, terbang kena. Astagahhh!

20151008_123849
Jajan

Orang jaman dulu udah kepikiran bikin arsitektur semegah Pompeii, di puncak kejayaan kekaisaran Romawi.  Saat melewati seonggok bangunan yang dipenuhi turis kami pun melipir. Tidak lupa kami mencicipi es krip di siang yang terik itu. Saat itu, untuk pertama kalinya dalam perjalanan selama belasan hari di Eropa saya keringetan. Setelah kedinginan sampe beku di Iceland, saya kepanasan di Italia. Saya nggak tau kalo Italia itu panas, bodohnya saat itu saya masih pake sweater yang saya pake waktu di Islandia, pantesan panas. Mau buka sweater, kaos dalemannya ketat, gak jadi deh haha *penting

Kami masih melanjutkan perjalanan di Pompeii. Di sudut jalan saya melihat bangunan yang pagarnya digembok rantai. Seperinya bangunan tersebut merupakan tempat arkeolog bekerja. Saya ngintip dari sela-sela jeruji pagar tampak beberapa manusia yang telah membatu. Seketika itu bulu kuduk saya merinding. Seperti apa kota ini saat terjadinya musibah di tahun 79 SM, pastilah sangat mengerikan.

dsc_0954
Difoto dari sela jeruji pintu pagar yang digembok
20151008_145026
Pompeii
20151008_144931
Pompeii
cimg3926
Masih di Pompeii

Pompeii ini luas banget. Kalo udah capek jalan kami beristirahat, duduk-duduk di bawah pohon sambil liatin orang yang lewat. Seharian jalan-jalan di Pompeii membuat kami haus. Untungnya di dalam Pompeii ada tempat jajan. Ada juga keran air minum yang bisa langsung kami minum, ada tulisannya, air ini boleh diminum hehe. Sebenarnya belajar sejarah ini menyenangkan, tapi minat saya lebih besar kepada lanskap atau alam. Jadi bonuslah bisa jalan-jalan ke Pompeii di akhir perjalanan kami di Eropa.

dsc_0969
Saltum

Hari telah sore, dan kami sudah puas menikmati perjalanan kami di Pompeii. Awalnya Ika nggak mau ke Pompeii, dia lebih milih ke Milan. Saya kasih opsi jalan masing-masing, dianya nggak mau. Akhirnya diambilah jalan tengah yaitu sehari di Pompeii, sehari di Milan. Sore hari kami kembali ke Napoli dengan menggunakan kereta. Kemudian dari central station Napoli kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bus ke bandara Napoli untuk mengejar pesawat ke Milan. Sesampainya di counter check in bandara Napoli lutut saya mendadak lemas. Kenapa? Karena… penerbangan kami ke Milan dibatalkan oleh pihak airlines *nangis kejer dipojokan

Setelah posting tentang Pompeii aku kok jadi pengen ke Eropa lagi yak. Beliin tiket dong! 😀

Advertisements

30 thoughts on “Menyusuri Sisa Reruntuhan Pompeii”

      1. aku merinding waktu mau foto, bingung antara mau foto atau enggak. Tapi buat dokumentasi di blog di poto aja dah.
        Luas banget kota yang kekubur abu vulkanik, Pompeii, Herculaneum, gak tau lagi, baru ketemu ada kota yang kekubur setelah ribuan tahun setelah ada penggalian besar-besaran

  1. Pernah nonton film pompeii. Pas adegan letusan gunung itu merindiiiing banget dibuatnya. Tapi ngeliat foto manusia batu di blog ini merindingnya lebiiiiihhhh.
    Nice post. Salam kenal mbak Bijo 🙂

  2. Pengen deh ke stasiong dan makan di restorang. Haha. Kayaknya pernah nonton filmnya… Pompeii. Nonton kartunnya juga pernah.. si prajurit Pompeii.

    Eh padahal pengen bangen nyimak soal sejarah Pompeii sebagai kota gituan. hmmm

  3. Ahhhh..jadi pengen berbagi cerita tentang Pompeii+Sorento juga..(sambil menatap dapur yg masih berantakan😬). Aku jalurnya dari Firenze ke Napoli naik kereta TrenItalia (kereta cepat), trus Napoli ke Sorrento naik kereta Circumvesuviana (kereta lambat antar desa yg penuh sesak sama penumpang berdiri kalo pas jam pergi/pulang kerja😄). Di pompeii itu ngeri-ngeri terpesona takjub gitu ya😬😱

      1. iya ini baru tau setelah nonton nat geo, serem juga ada yang sedang memeluk anaknya hihhhhh…kirain cuma patung buatan manusia. dan ternyata ada filmnya juga yang dibintangi aktor Kit Harington (the game of thrones)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s