Traveling

Dream Takes You to Denali National Park

 

 

20160913_132553“Dream takes you anywhere.”

Ini tepat nggak sih saya bikin tagline blog kayak begini? Jadi ngajarin orang buat ngimpi dan ngayal setinggi-tingginya. Kemudian saya sadar kalo selama ini saya hidup dalam dunia mimpi. Bangun Bijo, banguuuuun!!! Badan saya di Indonesia tapi pikiran saya lagi di Amerika. Something’s wrong with me. Help me!! Nggak move on kaaaan. Baiklah, daripada saya sendirian yang berada di alam mimpi, lebih baik saya mengajak kalian ke alam mimpi juga. Yaituuuuu ke Alaska. Aha, saya mau posting tentang Alaska lagi, wohooo!!

Kali ini saya akan cerita pengalaman perjalanan saya ketika mengunjungi Denali National Park. Coba tunggu sebentar, saya mau gugling dulu tentang Denali National Park and Preserve *brb

Kamu yang pernah baca ceritanya Alexander SuperTramp di buku Into the Wild pasti nggak asing dengan Alaska atau Denali National Park. Padahal saya sendiri belum baca buku Into The Wild, sok tahu haha. Aduh ngomongin tentang Denali saya jadi sedih, saya belum puas ke sana, kalo disuruh balik lagi saya mau kok. Beuh kaya Denali ada di Bogor aja yaa. Ku tak sanggup mikirin biayanya.

Denali National Park and Preserve terletak di interior Alaska yang terkenal dengan gunung tertinggi di Amerika Utara yaitu gunung Denali.  Di Alaska kamu nggak cuma bisa melihat hutan dan pohon aja. Kalo beruntung kamu juga bisa melihat binatang liar seperti moose, caribou, beruang grizzly, serigala. Atau cuma liat pantat beruang yang semlohai geal-geol yang lagi nyebrang, seperti yang saya lihat waktu lagi di highway.

Dulu saya cuma menghabiskan waktu semalam menginap di Denali National Park, itupun waktunya lebih banyak habis di jalan dari Glenn Highway ke George Parks Highway yang berada di Denali National Park. Waktu itu, setelah kami puas hiking di Matanuska Glacier, kami melanjutkan perjalanan menuju Denali Mountain Morning Hostel & Cabins yang merupakan penginapan tempat kami bermalam di Denali. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai ke sana aja sekitar 4-5 jam, dengan jarak tempuh 245 miles. Bisa kamu bayangin kan, 5 jam di jalan menembus jalanan dengan cuaca mendung, gerimis, berkabut, hujan deras. Jendela mobil sampai berembun saking dinginnya, pemandangan di luar pun nggak keliatan. Kami berhenti sekali di pom bensin dan minimarket Three Bears untuk isi bensin, ngelurusin kaki, liat-liat jajanan dan numpang ke toilet.

Kami baru sampai di hostel menjelang malam. Saya bertugas untuk check in. Karena lama ngambil keputusan waktu dulu booking sebelum berangkat ke Alaska, akhirnya kami kebagian kamar dorm, tadinya saya ngincer kamar private tapi habis. Sore itunggak mungkin kami melanjutkan aktifitas luar ruangan karena selain hujan deras, cuacanya juga dingin. Sampai di kamar hostel saya stress mencari heater dan nggak ketemu. Jadilah malam itu kami tidur dengan suhu minus 5 derajat celcius tanpa pemanas. Semua jaket saya pakai, kaos kaki thermal saya pakai, sarung tangan dan selimut ngambil dari pesawat juga saya pakai. Tetep aja dingin tuh. Saya udah 3 kali tidur tanpa heater di suhu minus yaitu di Korea, Iceland dan Alaska ini. Bersyukurlah kita tinggal di Indonesia yang hangat, eh panas hehe.

Kalo tidur di cuaca dingin gitu bawaannya pengen nangis. Rasanya pengen ada yang dipeluk biar anget gitu. Meluk beruang grizzly maksudnya haha. Keesokan paginya saya langsung lari ke dapur dan bikin sarapan indomie rebus dan nasi di dapur. Saya perhatiin di hostel isinya orang tua semua tamunya. Saya jarang banget ketemu yang muda-muda, kayak seumuran sayalah, selama di Alaska. Kalo kamu mencari gebetan di jalan, sebaiknya jangan ke Alaska deh, litanya pohon mulu hhaha.

Selama di Denali cuacanya hujan melulu. Mau hiking juga nggak memungkinkan, dingin dan basah, manja amat sih haha. Jadilah seharian kami cuma ke Denali Visitor Center buat ngangetin badan di depan perapian dan mainan hp. Walau di hutan wi-finya kenceng lho. Bisa pamer apdet status di socmed kan, penting banget itu. Yaelah jauh-jauh ke Denali cuma mainan hp doang, rugi.

20160912_154231
Denali Visitor Center Parking Area

 

Seharian di Denali cuma nongkrong di visitor center. Kemudian saya tanya staf di sana dan menanyakan jadwal Sled Dog Demonstrations. Kebetulan saat itu kami berkesempatan untuk nonton sled dog demonstrations.

Apa sih sled dog demonstrations? Jadi rangers dan anjing huskies bekerja sama untuk mendemonstrasikan motode transportasi tradisional Alaska saat winter yaitu dengan slod dog. Gimana sih bahasanya saya bingung njelasinnya. Udah pada tau kan maksudnya apa.

Untuk melihat sled dog demonstrations ini pengunjung harus naik bus yang disediakan oleh taman nasional yang berangkat 40 menit sebelum demo dimulai. Karena tidak ada parkiran mobil yang disediakan di lokasi sled dog demo, maka alternative untuk ke sana adalah dengan menggunakan bus atau berjalan kaki sejauh 1,5 miles ke the Kennels, lokasi sled dog demo.

Setelah turun dari bus kami berjalan menuju kandang anjing yang ada buanyak banget. Saya nggak ngerti tentang dunia anjing, jadi kurang tahu tentang anjing. Banyak sekali anjing yang ada di sini. Mereka semua memiliki nama yang kalo saya disuruh hapalin namanya pasti nggak bakalan hapal. Ternyata mereka ini berisik banget yak suaranya. Mereka saling bersahutan seperti srigala. Saya nggak berani lho ngelus mereka, takuuut. Sampe sekarang saya nggak berani dekat anjing, disuruh megang juga nggak bakalan mau.

dscf3012
Denali National Park and Preserve

Ketika demo akan dimulai, para rangers langsung memilih anjing yang beruntung yang akan beraksi di hadapan kami. Rangersnya pada tarik-tarikan sama anjingnya, kan ngeri yak. Emang begitu caranya sih. Begitu demo dimulai, anjing-anjingnya ini langsung sahut-sahutan semua, kompak dan berisik banget. Kemudian mereka langsung berlari menarik kereta (sled ya namanya?) dan berlari sebanyak 1 kali putaran sampai ke lokasi semula.

20160912_141438
Sled Dog Demonstration

Saya kira pengunjung bisa mencoba naik ke atas sled dog dan nyobain ditarik anjing huskies, eh ternyata kami cuma nonton demo doang. Yah itu mah di tv juga pernah liat saya mah hihi. Lumayan deh bisa liat ini gratisan, di Alaska hihi. Setelah mereka selesai beraksi kemudian diadakanlah tanya jawab antara rangers dan pengunjung. Pertanyaannya pake bahasa inggris sih, saya nggak ngerti.

20160912_133004
Denali National Park and Preserve

Kelar nonton sled dog demo kami kembali ke Denali Visitor Center dengan menggunakan bus. Ada beberapa bus disediakan untuk aktifitas ini. Busnya sendiri seperti bus sekolah jaman dulu yang ada di film barat, jadul, unik. Saya senang melihat pemandangan sekitar saat berada di dalam bus. Kalo kelayapan luar negeri saya senang naik bus, enak gak kena macet dan nggak pusing.

Sore itu sesampainya di Denali Visitor Center, saya dan 2 travelmate berunding alot untuk memutuskan mau nginep di mana malam harinya. Apakah tetap menginap di Denali Mountain Morning Hostel atau pindah ke kota lain. Saya mengusulkan untuk mencari penginapan di Nenana, namun akhirnya pilihan jatuh ke Fairbanks. Dengan alasan, lebih ke utara, siapa tahu aurora mampir ke sana. Ngarep boleh dong. Tapi Fairbanks itu kan jauh dari denali, 2 jam lho waktu tempuhnya. Toh bukan saya ini yang nyetir, saya sih gak keberatan aja.

Oh iya, sebelum berangkat kami cari penginapan terlebih dahulu melalui booking dot com. Dan pilihan jatuh kepada Golden North Motel yang harga hostelnya bersahabat dengan fasilitas lumayan lengkap. Setelah berkendara selama 2 jam akhirnya kami tiba di Fairbanks. Kami check in sebentar, kemudian langsung bertolak ke REI Outdoor, yeah!! Saya udah ngincer sepatu  hiking boot di REI Anchorage tapi nggak dapet sepatu yang saya incer.

Kami mepet banget sampai ke Rei, beberapa menit sebelum tutup. Tapi karena udah tahu barang yang mau dibeli saya langsung melipir ke counter sepatu hiking boot untuk wanita dan ngebungkus 1 sepatu. Oh iya, gara-garanya kemarinnya waktu hiking di glacier saya liat sepatu hiking banyak banget, saya sempat tergoda dengan sepatu lain tapi akhirnya membeli sepatu yang saya taksir beberapa bulan sebelumnya yang saya lihat di website.

Saya beli sepatu boot warna coklat, kemudian kedua teman jalan juga membeli sepatu yang sama. Jadilah kami bertiga kembaran sepatunya. Niat saya waktu beli sepatu cuma satu, pengen dipake buat hiking di Patagonia, padahal badan lagi di Alaska, pikiran udah di mana tau haha. Ngimpi dulu kan. Baru kali ini saya belanja pas traveling, pan udah hemat-hemat, seneng hehe.

Setelah selesai belanja kami ke restorang asia yang makanannya nggak enak, baru kemudian kembali ke motel dan beristirahat. Karena waktu di Denali kami belum puas, keesokannya kami kembali berkendara ke Denali National Park dan hiking sebentar. Cerita yang ini menyusul ya, bisa dibikin postingan tersendiri.

Nggak puas ke Alaska dan Denali cuma sebentar. Beneran deh, kamu nggak bakalan bisa mengunjungi Denali cuma sehari kaya saya. Mau liat apa!? Terkutuklah wahai jumlah cuti di Indonesia yang cuman seuprit, saya mau cuti lamaa hiks *nangis kejer beneran

Advertisements

11 thoughts on “Dream Takes You to Denali National Park”

  1. aku suka kok kak tagline blog kakak “Dream takes you anywhere.”. kan aku fans ama kaka bijo 😉
    eh emang cuti kita dikit banget ya jd sedih di pojokan sambil makan pedas ahahh

  2. kirain denali national park itu di India wkwkwkw, mimpi terus tapi diimbangi dengan kondisi keuangan yang memungkinkan atau tidak untuk jalan2 terus hahaha (ini nasehat buat diri sendiri)

  3. Suhu sebegitu dingin enak kali, ya, makan bakso panas sama stmj kebul-kebul. Btw, bus sepanjang itu kalau di taman nasional di Indonesia mungkin sudah nyangkut gak bisa balik. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s