Traveling

Trip Impulsif ke Kanada

20170628_180659
Prince Edward Island

Judulnya udah minta pengen diunfollow nggak sih? Beuh gaya bener, impulsif kok ya ke Kanada, bukannya ke Bandung atau ke Jogja gitu. Hmm sebenarnya saya termasuk orang yang teratur dan serba terencana apabila berurusan dengan dunia perjalanan. Emang rada ngebosenin sih orang kaya gini. Makanya butuhnya cowok yang spontan, petualang dan gak terencana. Etdah malah curhat haha. 

Jadi waktu ke Amerika kemaren saya sudah membuat itinerary perjalanan dengan syantiek seperti princes Syahrince. Saya udah tau mau ke mana aja selama di Amerika nantinya. Berhubung awalnya saya mau solo traveling maka saya hanya memasukan 1 negara saja sebagai negara tujuan saya yaitu hanya Amerika. Amerika itu guedhe banget lho. Mau keliling us dalam waktu seminggu atau 2 minggu itu gak cukup waktunya. Lagian duitnya juga ndak cukup.

Seperti biasa, saya sangat bersemangat mencari informasi tentang eastcoast us dan sempat membuat itinerary sampai detail. Walaupun pada akhirnya rencana perjalanannya buyar di jalan. Awalnya saya hanya ingin melihat air terjun niagara bagian Amerika saja. Maka saya pun mencari info how to get there. Cara termurah untuk menuju Niagara adalah dengan naik bus ke Buffalo. Yaudah saya langsung beli tiket bus malam dari Philadelphia ke Buffalo seharga 22 dolar, 1,5 bulan sebelum berangkat ke Amerika. Perjalanan ke Buffalo cuma akan ditempuh selama 8 jam saja. CUMA!

Kemudian saya dapet pesan dari partner in crime yang pengen ke Amerika juga. Ujug2 dia bilang pengen ke Quebec setelah dia selesai melakukan perjalanan ke Meksiko dan Cuba. Maka saya pun langsung mengiyakan ajakan dia. Tapi sayangnya saya udah terlanjur beli tiket bus dari Philadelphia ke Buffalo dan gak mau rugi hangusin tiketnya. Saya pun langsung melakukan perubahan pada tiket bus saya dan mengganti kota tujuan dari yang semula ke Buffalo menjadi ke Toronto dengan menambah ongkosnya. Dari modal 22 dolar jadi keluar duit 37 dolar.

Terus saya cari info lagi gimana caranya dari Toronto supaya bisa sampe ke Quebec City, kota yang menjadi lokasi syuting drama korea Goblin. Untuk sampai ke Quebec City saya harus ke Montreal dulu. Gimana cara ke Montreal dari Toronto!?? Ngesot! Makanya gugling mbakyu. Saya harus naik bus lagi selama, lama deh pokoknya. Kemudian dari Montreal ke Quebec City saya lanjutkan dengan naik bus lagi!! Orleans Express nama busnya. Harga tiket dari Montral ke Quebec 25 dolar Kanada belum termasuk pajak.

Jadi begini rutenya Philadelphia – Toronto – Montreal – Quebec, 3 kali naik bus. Saya ngambil rute ini karena udah terlanjur beli tiket megabus Amerika, megabus Kanada dan Orleans Express. Secara keseluruhan total waktu tempuh perjalanan saya dari Philadelphia ke Quebec City melalui jalur darat adalah selama 24 jam. Sama dengan waktu tempuh dari Kuala Lumpur ke Washington DC dengan menggunakan pesawat terbang. Rasanya gimana dalam waktu singkat udah naik pesawat dan bus selama itu?? Pantat saya saya pegeeeeel! Sakiiiit!!!

Sebenarnya ada cara yang lebih singkat kalau mau ke Quebec City, tapi ongkosnya lebih mahal yaitu dengan naik bus Greyhound dari New York ke Montreal, kemudian dari Montreal ke Quebec City. Lumayanlah hemat beberapa jam. Kalo mau lebih singkat lagi ya naik pesawat. Harga tiketnya pastilah lebih mahal daripada tiket bus saya. 

Saya berangkat ke halte bus di Philadelphia jam 9 malam dengan menggunakan metro. Sekitar jam 10 malam bus berangkat ke Toronto. Saya kebagian duduk di pinggir jendela bersama dengan seorang gadis cina yang pergi bersama dengan kedua orang tuanya. Bus serasa milik mereka bertiga, mereka asik bener ngobrol dalam bahasa mereka dengan suara keras. Selain itu ada juga keluarga India yang ngobrol dengan suara keras.

Saya sebenarnya agak malas berangkat ke Quebec karena saya udah kecapekan duluan di Philadelphia karena semalam sebelumnya saya pergi camping di New Jersey. Tapi kan saya udah terlanjur janjian dengan partner in crime maka saya memutuskan untuk terus melanjutkan rencana perjalanan kami.

Sekitar jam 4 pagi saya kelaparan dan sarapan di dalam bus. Saya tau kalo perjalanan bakalan sangat panjang dan saya udah siap bekal dari Philly, niat yak hehe. Sekitar jam 8 pagi (kalo nggak salah) bus yang saya tumpangi tiba di perbatasan darat antara Amerika dan Kanada. Kami semua disuruh turun dengan membawa barang bawaan kami untuk melewati proses imigrasi.

Ini adalah kali ketiga saya melewati border setelah sebelumnya saya merasakan pemeriksaan imigrasi di border Gerogia- Armenia, dan Armenia-Iran 2 bulan sebelumnya. Pada pemeriksaan keimigrasian kali ini berjalan cukup singkat karena cuma melewati 1 kali pemeriksaan saja yaitu pemeriksaan imigrasi Kanada. Kalo keluar dari Amerika nggak perlu dicek lagi paspornya sama CBP Amerika ternyata, saya lupa. Seperti biasa daftar pertanyaan yang ditanyakan petugas sudah baku seperti pertanyaan pada umumnya.

Kirain saya akan melewati pemeriksaan x-ray, tapi ternyata enggak lho. Jadi ngapain kudu turunin ransel dari bus!??? Sambil menunggu bus kami datang menjemput kami, saya numpang ke toilet sebentar. Kenapa kenapa kenapa toilet di negara barat nggak ada airnya. Tanya kenapa?

Nggak lama kemudian saya sampai di terminal bus di Toronto. Saya dan semua penumpang turun dari bus. Saya berdiri di lokasi tempat saya turun dari bus sambil celingak celinguk sendirian. Saya bingung dong nggak ada orang yang bisa ditanya di mana saya bisa menunggu bus berikutnya. Untunglah saya ketemu wi-fi dan bisa updet status sebentaran haha. Lama-lama saya mulai panik dan bertanya-tanya, dimanakah gerangan tempat saya bakalan naik bus berikutnya.

Akhirnya saya tanya petugas kebersihan yang lewat di mana lokasi terminal utama. Setelah melihat jam saya menyadari kalo bus yang akan saya tumpangi ke Montreal akan segera berangkat. Saya langsung berlari ke arah terminal utama dan melihat seonggok megabus dengan tulisan Montreal yang siap untuk berangkat. Saya langsung menghampiri petugas dengan menunjukan bukti pembelian tiket bus kemudian langsung masuk ke dalam bus yang sudah terisi penuh.

Bus pertama saya seharusnya tiba di Toronto pukul 9.30, namun molor sampainya jam 10.40 pagi. Sedangkan bus ke Montreal dijadwalkan berangkat pukul 11 siang. Jadilah saya kedebak-kedebuk nyari terminal. Kalo saya nggak nanya orang mungkin saya udah ketinggalan bus ke Montreal dan nyangsang di Toronto terus kali haha. Demen aja sih kalo nggak ada janji sama temen mah, hayuk aja explore Toronto sendirian. Yuk mari!!

Di terminal bus di Toronto saya nggak sempat ke toilet dan numpang pipis. Manalah sepanjang perjalanan dari Toronto ke Montreal busnya nggak berhenti di rest area, kan nyebelin. Saya nggak ngecek juga apakah ada toilet di dalam bus, kayaknya sih nggak ada. Megabus di Eropa dulu ada toiletnya deh kayaknya, iya kan??

Saya nahan ke toilet selama seharian ughhh! Perjalanan dari Toronto ke Montreal (saya baru inget) ditempuh selama 6 jam, dari jam 11 siang sampai jam 5 sore. Saya udah mau nangis aja karena kecapekan, pantat pegel, kelaparan, belum sempat cuci muka, belum sikat gigi, belum makan layak seharian dan rasanya badan saya remukk.  Jok di megabus nggak nyaman jadi nggak enak didudukin. Lebih nyaman bus VIP di Iran dong, murah lagi. Bus VIP dengan baris kursi 2-1 dan senderan kaki bisa direbahin, hampir menyerupai tempat tidur. Nikmat deh naik bus VIP di Iran. Lahhhh.

Saya sampai di terminal megabus di Montreal jam 5 sore, sesuai dengan yang dijadwalkan. Untuk mengantisipasi kalau saya nyasar, maka saya ambil jeda waktu 2 jam sampai saya nik bus berikutnya. Saya hanya mengandalkan wifi dan google map untuk sampai di terminal bus di Montreal 1717 Rue Berri. Dari terminal megabus saya sempat salah jalan, kemudian balik badan dan mengikuti tanda yang ada gps di google map. Setelah sampai di stasiun metro saya dengan pedenya ngotak-atik mesin pembelian tiket metro.

Selama ada pilihan menu bahasa inggris insyaallah saya bisa beli tiketnya tanpa bantuan siapapun, belaguk haha. Saya beli tiket sekali jalan dan langsung mencetak kartunya. Kemudian munculah masalah saat saya akan memasuki stasiun metro, kan saya nggak tau ambil arah peron sebelah mana. Saya tanya ke petugas metro di balik loket, kemudian mbaknya ngasih arah ke sebelah kanan saya. Waktu mau masuk saya kebingungan scan kartu metronya. Lha piye iki, nggak bisa masuk!! Saya coba berkali-kali tapi gagal. Kemudian mbak petugas loket keluar dan membalikan kartu saya kemudian di scan (atau diapain ya) ke pintu masuk setangsiun dan bisa deh. Norak deh huahahaahaha. Yeee saya kan nggak liat arah panahnya ada dibaliknya.

Di dalam stasiun metro saya takjub melihat manusia-manusia berkulit putih yang berbincang dengan menggunakan bahasa perancis. Nurani saya berusaha untuk meyakinkan saya apakah saya benar-benar sedang berada di Kanada atau di Perancis. Kanada yang ini beda dengan Kanada yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Kanada rasa Perancis ini sihh. Manalah saya sama sekali nggak ngerti bahasa perancis. Disaat seperti ini saya berharap bertemu dengan Justin Trudeau haha.

Akhirnya saya sampai di stasiun terdekat dengan terminal bus Montreal. Saya berjalan sambil mengamati google map. Saya nggak yakin dong dengan diri saya sendiri. Setiap kali jalan kaki mengikuti google map saya lebih sering nyasar. Kalo naik metro atau bus sih masih mending bisa nyampe. Saya menanyakan di mana arah ke terminal kepada 2 orang cowok berjenggot tipis yang sedang jalan. Dan mereka memberitahukan arah terminal. Kemudian saya baru bisa jalan dengan percaya diri walaupun seorang diri di kota yang sangat asing sambil gembol ransel.

Saya menyunggingkan senyum kemenangan ketika sampai di terminal bus Montreal yang berlokasi di 1717 Rue Berri. Di sini saya masih punya waktu untuk istirahat sejenak sambil numpang ke toilet dan mengisi air minum untuk persediaan di jalan. Saya langsung ngantri ke gate tempat bus akan mengangkut saya ke Quebec City sambil mengaktifkan koneksi wi-fi dan berkirim pesan kepada teman jalan yang sudah tiba lebih dulu di Quebec City.

Di bus Orleans Express saya sebangku dengan seorang nenek berambut putih. Di dalam bus sepanjang jalan dia asik membaca buku Harry Potter yang sangat tebal. Sementara saya, tidur  sambil cemilin blueberry yang saya beli di New Jersey sehari sebelumnya. Saya lapar, daripada nggak makan sama sekali. Yang penting kan udah pipis ke toilet, lumayan legalah.

Berkali-kali saya ngecek jam tapi waktu berjalan sangat lamaaaaaaaaaaa sekali. Saya bosan dan lelah di dalam bus selama itu. Neng lelah, bang! Jadi kapan sampe, bang! Saya hanya ingin cepat sampai ke Quebec City dan merebahkan diri di kasur yang empuk. Tapi sebelumnya saya mau makan malam dulu huhu. Laperrr!

Akhirnya sekitar jam 10 lewat bus yang saya tumpangi tiba di terminal bus di Quebec City dan hati pun gembira. Yeayyy sampe!! Tapi jangan senang dulu, saya masih harus berjuang mencari jalan ke arah Auberge Maeva, hostel yang saya tempati di Quebec City. Lagi-lagi saya keluarin hp dan berjalan mengikuti feeling saya. Kemudian saya nyasar, saya harus balik arah ke terminal dan ambil jalan yang lain. Saya pun berjalan, terus berjalan di malam yang dingin. Dibandingkan dengan Baltimore, Philadelphia, Quebec City ini lumayan dingin. Saya menggigil malam itu, menggigil karena butuh pelukan hangat dari bantal di kamar haha.

Saya jalan diantara kegelapan malam yang mencekam sekitar pukul 11an. Lebay, gak pake mencekam sih haha. Cuma Quebec ini sepi banget malemnya. Waktu lagi jalan ada seorang pemuda di dekat saya yang gerak-geriknya mencurigakan. Saya langsung jalan dengan langkah cepat menjauhi orang itu. Di negara orang, sendirian, malam-malam, ngeri aja gitu walau di negara maju. Disaat seperti ini saya membutuhkan pegangan. Maksudnya tangan yang bisa digandeng dan pegangin ransel saya di bahunya hahaha.

Setelah berjalan selama setengah jam akhirnya saya tiba di tempat yang saya impikan, hostel! Saya udah tau kalo jam operasional hostelnya cuma sampai jam 9 malam, makanya saya berusaha untuk menghubungi teman jalan supaya dibukain pintu. Tapi saya nggak terhubung ke koneksi internet. Saya coba pencet bell selama beberapa kali sampai akhirnya muncullah seorang cowok yang membukakan pintu di hadapan saya. Dia merupakan salah satu tamu hostel yang kebetulan mendengar bunyi bel. Kemudian dia mengantarkan saya ke kamar nomor 10 yang terletak di lantai 3. Akhirnya tibalah saya di tempat tujuan. Terima kasih banyak mas! Saved by the bell.

Akhirnya aku tiba di Quebec, mbok! Kota yang saya lihat ketika nonton Just for Laugh. Kota yang menjadi lokasi syuting drama korea Goblin. Kota yang menjadi bucketlist saya sejak dahulu kala. Nggak nyangka saya bisa sampai ke sini dan foto di depan kotak surat yang ada di drama korea goblin.

20170627_140353
Ji Eun Tak sedang memandang kotak surat di hotel
20170627_142053
Ji Eun Tak lagi nungguin goblin beli es krim di warung sebelah

Bermimpilah! Karena mimpi akan membawamu ke mana saja ❀

Salam hangat dari Bijo πŸ™‚

 

 

 

Advertisements

44 thoughts on “Trip Impulsif ke Kanada”

      1. Oh ya? Kmren mbak Nella juga gitu pas komen gak muncul, kok sering gitu ya, aku juga gak ngerti ini gmn harus ngerubahnya, nanti coba aku utak-atik ya Bijo, makasih udah ngasih tau πŸ˜‰

      2. Hahahaa makasih ya masih sering baca postinganku padahal jarang di update, berikutnya posting tentang samir ah biar banyak yang baca juga (karena sepertinya banyak yg pengen liat samir) emak Pede πŸ˜€

  1. Wow perjalanan km bikin aku ngerasa pantat lg pegel πŸ˜†πŸ˜† mnrt aku hemat bukan hanya hemat biaya loh, termasuk hemat waktu dan tenaga. Mendingan tiket bis dari philly di anguskan, trus lgs beli tiket pesawat ke montreal dari sana. Meskipun lbh mahal tp cmn sejam bow, gak 24 hours. Huaaah trus liburannya cmn 2 minggu. Aku setuju komen km sendiri ke Hendi, Ngabisin wkt di jalan, Bijo. πŸ˜…

    1. Aku lelah kak, tepar selama 1 minggu cuma di jalan dari philly ke toronto ke montreal ke quebec city ke fredericton ke pei trus balik lagi ke montreal, new york, philly. kasian sama yang nyetir sih haha

  2. quebec mmg dulu sejarahnya koloni perancis sampai “dijual”. kalau jalan solo, apalagi ceweq, memang harus ketat dan teliti.itu jadi yg motoin bijo siapa?

  3. AAAAAAAKH :’) MBAK BAWANG EMANG BENER-BENER TRAVELER SEJATI AH :’)

    QUEBEEEEC ITUUUUU KEREEEEN MBAAAAK IIIIH :’ MESKIPUN AKU CUMA BARU BACA GAMBARANNYA DI NOVEL RANAH 3 WARNA :’ TAPI AAAH MESTI KEREN BANGET.

    Oh iya mbak, kamu ga hanya butuh cowok yang spontan, petualang dan gak terencana, tapi kamu juga butuh cowo orang jawa loh :p *ngingetin aja sih*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s