Life, Love, Laugh

Pacar Hayalan

20170624_184108
Bakar-bakaran

Saya akan menyebut pacar sebagai pacar hayalan, karena pacar sesungguhnya adalah suami. Kan belum punya suami maka manggilnya pacar hayalan aja ya. Dibilang pacar ya jarang ketemu, dibilang bukan pacar kok ya sering bilang ai lop yu haha.

Kalo kalian sering baca blog saya mungkin kalian berpikir atau merasa kasihan dengan saya. Kasihan??? Iya abisan sering galau gitu karena cowok. Merasa paling merana sedunia karena nggak punya pacar. Berkelana keliling dunia berharap dipertemukan oleh jodohnya, seorang pria bermata biru, berambut pirang, berbadan tinggi, bertubuh kekar dan harum semerbak bhahaha. Jalan-jalan ke Korea, New Zealand, Iran, Armenia, Amerika berharap bertemu dengan pangeran impian. Tapi hasilnya… jadian kagak, cuma berakhir buat bahan tulisan di blog doang. Tapi saya senang kalo teman-teman merasa terhibur saat membaca tulisan saya.

Heyy dunia itu nggak melulu soal cowok. Punya pacar itu penting, tapi menikmati hidup juga penting. Saya nggak sering galau juga sih, saya keasikan sendiri malahan. Asik mikirin traveling wohoooo! Kadang saya sebel juga keseringan dibully karena masih jomblo. Kadang saya pengen mencekik mereka yang sering ngebecandain saya bhuahahahaha. Sadis amat yak. Saya nggak sering cerita soal cowok di dunia nyata. Saya males aja ngebahas tentang diri saya. Biarkanlah saya menjadi pendengar kisah cinta teman-teman saja.

Sekarang saya mau ngomongin pacar hayalan aja ya. Si mas bermuka merah kadang-kadang (kepiting kali), berhidung mancung, berbadan tebel, tapi nggak tinggi, tinggi kami sama. Awal-awal ketemu saya berasa heran gitu, kok ada orang yang suka sama saya di belahan bumi nan jauh di sana. Saya kan nggak cakep. Diperhatiin dikit saya udah kegeeran. Ya maklum biasanya nggak pernah ada yang perhatiin saya.

Jadi kalian udah ngapain aja di sana?
Inilah yang sering ditanyakan kepada saya, haha dasar pada kepo. Nggak ngapa-ngapain kok, palingan cuma makan-makan, belanja-belanja, jalan-jalan, nyuci-nyuci, camping, masak-masakan, nonton-nontonan, komentarin orang lewat di jalan, berantem, nangis (saya yang nangis), becanda , lempar-lemparan salju, udah itu doang.

Waktu pertama kali ketemu katanya saya jutek, nggak senyum sama dia. Lha wong saya lagi kecapekan abis perjalanan 2 hari, boro-boro mau senyum, yang ada muka udah awut-awutan. Dia banyak omong, sedangkan saya pendiam. Dia terlalu cepat berbicara dalam bahasa inggris, dan saya suka nggak nanggepin dia. Kemudian dia akan bilang, “You know what I’m saying?” “Iye tauuuuuu!”

Yang bikin saya suka sama dia adalah karena kelakuannya, manis benerrrr kaya permen haha. Suatu hari di musim panas, dia menanyakan saya apakah saya suka steak. Saya bilang suka. Kemudian dia membuatkan saya steak di camp ground/camp site/hutan. Sedangkan saya, sibuk main hp bikin video nggak bantuin dia. Di hutan? Waktu itu kami camping di hutan hihi.

20170624_1849471600442332.jpg
Nasinya nggak ada

Setiap jalan bareng saya selalu dibukain pintu mobil, kan saya aneh diginiin. Kalo mau keluar mobil juga dibukain pintu, widihhh. Ketika tangan saya kedinginan, dia akan meraih tangan saya dan meniupkan tangan saya sampai merasa hangat. Kalo saya bawa barang belanjaan atau makanan atau barang bawaan apa aja dia akan selalu membawakannya. Biasanya kami tarik-tarikan dulu, saya kan nggak biasa dibawaain haha. Single fighter, biasa apa-apa bawa sendiri.

Ada lagi kelakuan unik dia. Ujug-ujug dia ngambil mangkok berisi air panas dan menuangkan seonggok tanaman tak berbentuk dan membawanya ke hadapan saya. Saya bingung dong, ini orang ngapain ujug-ujug bawa air ke depan muka saya. Tanpa berbicara sepatah kata, kemudian dia duduk di hadapan saya sambil mengamati seonggok tanaman yang sudah basah tersiram air. Ternyata mau nunjukin bunga yang tiba-tiba mekar di air panas di hadapan kami. Saya bingung dong, kirain bunganya bisa dimakan gitu, nggak taunya nggak bisa haha.

Ketika saya kesulitan jongkok mau masang kaos kaki dan sepatu, dia akan langsung duduk di hadapan saya dan memasangkan kaos kaki dan sepatu. Aduuuh mas, kamu kok ya manis bener. Bawa pulang nihh!!  Entah berapa juta kali dia bilang I love you. Padahal dulu bilangnya I think I’m falling in love with you. Dasar cewek, seneng digombalin haha.

Apakah orang bule emang kaya begitu? Manis gituu? Aduhh jarang-jarang saya ketemu orang kaya begini. Jarang-jarang ada yang ngurusin saya kayak gini, orang nggak kenal pulak. Maksudnya baru ketemu beberapa kali doang. Makasih ya mas, udah baik dan sopan sama saya.

Selanjutnya gimana? Entahh. Saya nggak mau berharap banyak. Cuma jalanin aja sambil berdoa. Kalau berjodoh Alhamdulillah, kalo enggak ya udah nangis . Move on lah. Manusia berusaha, Tuhan yang menentukan. Udah usaha sekuat tenaga kalo nggak ditakdirkan berjodoh ya nggak bakalan bisa bersatu. Jadi gimana? Doain aja ya. Bismillah aja.

screenshot_20180108-0800521159242216.png
Numpang poto sama bule nemu di jalan

*Bijo yang hidup di alam mimpi

Advertisements

10 thoughts on “Pacar Hayalan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s