Traveling

What to pack for Patagonia day hike

Uhuyy judulnya keren amat pake ingles haha. Siapa tau ada orang Indonesia yang mau ke Patagonia Chile kan, jadi saya siapin postingan mengenai apa-apa aja yang harus disiapkan untuk hiking sejauh 20an kilometer. Buat orang yang terbiasa naik gunung sih nggak perlu baca ini, beda halnya dengan city girl atau city guy yang nggak pernah hiking tapi kepengen mencoba aktifitas outdoor yang baru dan beda. Gaya bener dah.

Continue reading “What to pack for Patagonia day hike”

Advertisements
Traveling

Suka Duka Solo Traveling ke Chile

20190303_145048

Sebentar, saya sedang berusaha untuk mengingat pengalaman perjalanan saya 3 bulan yang lalu. Ya ampun tulisan tentang Chile dan Peru belum sempat diketik dan diposting, saya udah menghayal liar lagi aja. Padahal kondisi keuangan memprihatinkan bhahaha.

Continue reading “Suka Duka Solo Traveling ke Chile”

Traveling

Perjalanan Bodoh di Patagonia Part 2

Lanjutan dari cerita perjalanan bodoh di Patagonia

Hari itu saya memutuskan untuk mengganti rencana perjalanan saya yang semula ke bagian barat menjadi ke bagian timur taman nasional Torres del Paine. Di sini saya hanya akan melakukan day trip ke Mirador Base las Torres, tadinya. Berhubung kesepakatan telah dibuat, print out campsite O Circuit saya selama 8 malam akan saya berikan kepada Enrique, dan dia akan memberikan bukti reservasi campsite W trek ke saya. Tapi nanti, setelah akhir perjalanan, alias sore harinya.

Continue reading “Perjalanan Bodoh di Patagonia Part 2”

Traveling

Melarikan Diri ke Chile

20190429_103142188903549.jpg

Malam itu tanggal 28 Desember 2018, saya dapet sms dari lembaga penerima beasiswa bergengsi sejagad raya yang menyatakan bahwa hasil seleksi beasiswa dapat dilihat di email. Kemudian saya cek email dan saya udah tau kalo saya gagal beasiswa. Kecewa? Sedih? Iyalah. Mungkin jalan saya bukan jadi awardee beasiswa ke Amerika, tapi tetap menjadi mbak-mbak kantoran yang suka ngabisin duit traveling.

Continue reading “Melarikan Diri ke Chile”

Traveling

Bulan Tenggelam di Langit Bau-bau

Judul postingan ini udah cocok belum jadi judul film layar lebar? Malam ini saya sedang duduk bengong di pinggir jalan, di tepi laut di Pulau Buton. Di malam hari ini memang saya tidak bisa melihat birunya laut, namun saya bisa mengamati bulan sabit yang terlihat sangat dekat. Anak kecil dan pengamen jalanan datang silih berganti, dan saya pun tetap asik menatap bulan sabit yang perlahan tapi pasti semakin turun. Sambil menahan pipis, saya pun menjulurkan tangan seakan mampu menggapainya. Jarak yang jauh seakan begitu dekat. Semakin lama saya amati, bulannya semakin pendek dan tenggelam hilang ditelan lautan. Demikian.

Saya gak punya foto bulannya tadi keasikan nonton 😜

Traveling

Hidup Lebih Mudah

Tadi pagi saya dapet whatsapp dari seseorang, “Kamu nggak ngeblog?” Oh iya, lupa hehe. Dua eh tiga minggu lalu, saya baru pulang dari Amerika Selatan, dan minggu kemarin baru pulang dari Indonesia Timur, terus nanti malam terbang lagi, terus kerjaan lagi banyak pulak, sok sibuk memang haha. Pekerjaan dan hobi saya mengharuskan saya untuk bepergian ke luar kota dan ke luar negeri. Barang andalan penyelamat saya adalah telepon selular dan jaringan internet. Pokoknya hp saya udah jadi bagian tak terpisahkan dari saya. Asal ada hp, aman.

Continue reading “Hidup Lebih Mudah”

Traveling

Hello Jetlag!

Hari ini adalah hari ke-5 saya pulang dari Amerika Selatan. Seperti biasa, jadwal tidur saya sekembalinya dari perjalanan dengan zona waktu yang panjang kembali berantakan. Cusco, Peru itu sama kaya New York City, perbedaan waktunya sama-sama 12 jam dengan Indonesia. Cuma beda posisinya aja, yang satu di utara, yang satu di selatan. Dari hari minggu (pas baru pulang dari Santiago), saya mulai (ke)tidur(an) jam 4 sore sampai jam 2 pagi setiap hari. Terus dari jam 2 pagi saya bingung mau ngapain di rumah.

Continue reading “Hello Jetlag!”

Traveling

Mendadak ke Jepang

20181012_1107291142238338.jpg

Sebenarnya nggak mendadak sih, saya udah beli tiket pesawat ke Tokyo sejak 7 bulan sebelum keberangkatan. Namun, karena saya nggak begitu semangat, maka saya agak males-malesan waktu berangkat ke Jepang. Kenapa? Karena kepala saya disibukan dengan urusan seleksi beasiswa. Pada saat saya ke Jepang bersamaan dengan tes seleksi berbasis computer di BKN. Untungnya saya kebagian jadwal di Jakarta tahap ke-2, yang jadwalnya setelah pulang dari Jepun. Jadi saya masih bisa berangkat sambil bawa buku latihan soal TPA, tapi dipelajarin mah kagak. Disaat berdekatan juga saya akan menghadapi tes TPA beasiswa di tempat yang lain. Bawa buku TPA cuma berat-beratin barang bawaan, yang penting niatnya udah dicatet ya kan.  Eits, saya nggak akan cerita beasiswa lagi di sini. Fokus ceritain jalan-jalan ke Jepun.

Continue reading “Mendadak ke Jepang”