My Story

Another Dream Destination

20160916_141758
Alaska

Udah lama saya ngak posting destinasi impian lagi setelah Selandia Baru dan Alaska, yang dulunya bahkan saya nggak pede untuk menghayal. Kenapa nggak pede ke sana? Karena ada yang bilang, seharusnya saya jangan cerita sebelum berangkat, ceritanya setelah pulang aja, kan malu kalo nggak jadi berangkat setelah koar-koar sana-sini hihi. Buat saya justru kebalikannya, cerita rencana perjalanan lebih menyenangkan daripada menceritakan pengalaman setelah balik dari perjalanan panjang ituuuu.

Continue reading “Another Dream Destination”

Advertisements
Traveling

Bijo’s Top 5 Bucket List

CIMG3494
Helloooo, selamat pagi! Bagaimana tidurmu semalam, nyenyak ataukah bermimpi buruk? Tidur saya semalam nyenyak banget setelah minum obat batuk dengan efek samping mengantuk yang dahsyat, sepertinya dosis obat tidurnya ini tinggi sehingga saya pun tertidur lelap dari perjalanan pulang kantor di bis selama 2,5 jam, kemudian dilanjutkan di rumah tidur dari malam sampai pagi. Bangun tidur kulangsung buka laptop.

Ngomongin mimpi nggak jauh-jauh dari jalan-jalan. Sebetulnya banyak banget mimpi saya, tapi nggak perlu semuanya ditulis di sini yak. Baiklah, mari kita menghayal! Ngayal apa lagi kalo bukan jalan-jalan. Katanya ucapan adalah doa, tulisan juga doa, makanya kita harus nulis yang bagus-bagus supaya diijabah, amiiin!!

Continue reading “Bijo’s Top 5 Bucket List”

Iseng Doang

Kalau Saya ke Eropa Lagi…

20151009_140604
Peta Eropa di hostel di Roma

Mari kita ngayal! Seandainya ada dermawan yang berbaik hati memberikan saya voucher tiket pesawat KLM pp dari Jakarta ke Amsterdam kepada saya, maka saya akan dengan sangat hati menerima dan menggunakan tiket pesawat tersebut dengan sebaik-baiknya. Amiiin! Kemudian yang di belakang saya komentar, “Hah dermawan? Tiket gratis? Kalo mau tiket kerja dong!” *abaikan, lanjutin posting hihihihi Continue reading “Kalau Saya ke Eropa Lagi…”

Traveling

Asal Mula Nyari Teman Jalan Mengejar Aurora Borealis

Iceland
Iceland

Masih ingat dengan postingan saya Nyari Teman Jalan Mengejar Aurora 3 bulan yang lalu? Misi berburu aurora sudah selesai dan berjalan lancar. PR saya saat ini adalah menceritakan perjalanan saya selama kelayapan ke Eropa seminggu yang lalu. Continue reading “Asal Mula Nyari Teman Jalan Mengejar Aurora Borealis”

Uncategorized

Pengalaman Terbang Paling Wow!!!

WOW!
WOW!

Dari 8 pesawat yang akan saya gunakan selama Eurotrip kemarin, saat yang paling saya tunggu-tunggu adalah pengalaman terbang dengan maskapai Low Cost-nya Iceland yaitu WOW Air. Iceland’s only high performance low-cost airline. We promise that WOW feeling! Continue reading “Pengalaman Terbang Paling Wow!!!”

Iseng Doang

5 Kota di Dunia yang Wajib didatangi Sebelum Menikah

Istana Changdeokgung
Istana Changdeokgung

Heihooo, kembali lagi dalam acara ‘Ke Mana Mimpi Akan Membawamu!’ Kali ini saya mau lucu-lucuan posting daftar 5 kota di dunia yang wajib kamu datangi sebelum menikah. Semua tulisan di bawah cuma berdasarkan karangan asal-asalan saya. Malem minggu nihh, kali aja kamu lagi bosan memandang bintang yang indah di matamu dan lagi kebingungan mau lari dari kenyataan ke mana lagi kali ini. Nah, inilah daftar 5 kota yang mungkin akan kamu sukai dan menjadi bucketlist selanjutnya. Cekibrott!  😀

1. Seoul
Hi girls! Kamu galau? Kamu masih lajang dan pecinta drama korea yang tergila-gila dengan cowok-cowok Korea seperti yang ada di drama Korea kesukaan kamu? Kamu sering ngayal kalo suatu saat nanti kamu bakalan ketemu cowok seperti yang ada dalam drama korea? “Stop!! Bangun dari mimpi! It’s just a movie, not real!” Itulah ucapan teman korea saya ketika pulang dari kampus waktu di Brisbane. Jangan kebanyakan ngayal, saran saya cuma dua, nabung dan berangkat ke Korea!

Seoul adalah ibukota negara Korea Selatan yang terletak di Provisi Gyeonggi yang merupakan pusat industry kreatif Korea. K-Pop, K-Drama, K-Movie, K-Culture semuanya diciptakan di Seoul, kalo kamu segitu tergila-gilanya dengan actor Korea mungkin kamu bisa mencarinya di PHnya, siapa tau ketemu. Kota Seoul sendiri dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih selama 1 jam dari Incheon International Airport. Banyak sekali atraksi wisata yang dapat dilakukan selama kamu berada di Seoul, nggak cukup sehari buat melakukannya.

Kalo kamu suka sejarah, di Seoul terdapat bangunan bersejarah yang merupakan bangunan kerajaan korea yang sudah dipugar dan menyerupai aslinya seperti istana Gyeongbokgung, Dakseogung, Changdeokgung. Istana ini berada di pusat kota Seoul sehingga mudah untuk dijangkau dengan menggunakan bus atau kereta bawah tanah. Kalo kamu penasaran mau mencoba Korean Culture Drinking, cobalah ajak teman Korea kamu buat makan malam di restoran tradisional Korea, mungkin kamu akan diajak makan-makan dan minum-minum. Kalo kamu merasa sangat frustasi, tidak percaya diri dan ingin tampil cantik layaknya para aktris di drama korea dan punya duit yang sangat banyak, nggak ada salahnya untuk mendatangi klinik kecantikan untuk operasi plastic yang banyak tersebar di Seoul. Kini operasi plastik, semudah operasi gigi! Haha iklan banget.

Glenorchy Queenstown
Glenorchy Queenstown

2. Queenstown
Queenstown adalah sebuah kota kecil yang terletak di Pulau Selatan Selandia Baru. Kota kecil ini menawarkan banyak atraksi wisata yang dapat memacu adrenalin dan menguras kantong seperti bungy jumping, shotover jet, skydiving, dan masih banyak lagi. Di Queenstown terdapat satu kedai burger yang menjual burger yang sangat terkenal, namanya Ferg Burger. Antrian pembeli Ferg Burger ini menurut saya nggak masuk akal, panjangnya melebihi antrian di SPBU sehari sebelum pengumuman harga bbm naik. Belum ke Queenstown kalo belum nyobain Ferg Burger, ahh saya sih nggak peduli, lagipula saya nggak doyan burger, jadi cuma makan Fish and Chip di pinggir Lake Wakatipu aja udah bahagia. Lho lho kok jadi curhat!

Kalo kamu nggak mau merogoh kocek mencoba atraksi wisata yang memacu adrenalin dan menguras kantong, kamu bisa mencoba scenic road trip dari Queenstown ke Glenorchy. Syaratnya Cuma 2 yaitu kamu harus menyewa mobil dan memiliki sim internasional, oh iya harus bisa nyetir juga dink. Pemandangan sepanjang jalan menuju Glenorchy dapat membuatmu sesak nafas dan melupakan kegalauan sepanjang hidup kamu. Pemandangan yang nggak biasa dapat kamu lihat dari 4 sisi yang berbeda. Kalo kamu nggak mau nyetir mungkin kamu dapat mencoba alternative lain. Kalau kamu memiliki kaki dan betis yang kuat, kamu bisa gowes sepeda untuk menuju Glenorchy. Lebih seru lagi kalo bisa sepedaan ke lokasi syuting Lord of the Ring di 12 Miles Delta.

Foto pinjem dari http://www.premiumtours.co.uk/tours/tour/paris-day-trip-with-champagne-lunch-on-the-eiffel.id68.html
Foto pinjem dari http://www.premiumtours.co.uk/tours/tour/paris-day-trip-with-champagne-lunch-on-the-eiffel.id68.html

3. Paris

Belum ke Perancis kalo kamu belum selfie dengan latar belakang menara Eiffel yang menjulang dengan anggun. Nggak perlu sambil mengenakan rok mini, sepatu boot selutut dan menenteng tas rancangan desainer ternama dunia supaya tampil kecehh di depan menara Eiffel, cukup dengan penampilan seadanya yang penting diposting di media social supaya teman-temanmu tahu, dijamin teman-teman kamu bakalan sirik haha *ketawa iblis*

Walaupun kamu nggak jalan-jalan barengan Nicholas Saputra, kamu tetap bisa menikmati romantisnya kota Paris dengan berjalan seorang diri atau berdua dengan teman nemu di hostel. Katanya sih di Paris terkenal dengan copetnya, katanya lho. Oh iya, Paris itu nggak cuma Eiffel, kalo kamu pengen merasakan seperti layaknya warga lokal, mungkin kamu bisa mencoba untuk menginap di luar pusat kota Paris. Saya belum pernah ke Paris, agak bingung juga mau nulis apa lagi haha.

Foto dari http://flexitreks.com/cycling-holidays/prague-and-bohemia-cycling-break/
Foto dari http://flexitreks.com/cycling-holidays/prague-and-bohemia-cycling-break/

4. Praha
Ada apa di Praha? Ada Charles Bridge, Prague Castle, Old Town Hall with Astronomical Clock,  masih banyak lagi. Datang ke Praha di musim panas disaat turis membanjiri kota Praha sepertinya bukan ide yang bagus *sotoy*. Nggak tau juga sih, kayaknya seru aja jalan-jalan sendirian di Praha sambil makan es krim dan liatin orang lewat.

5. Roma
What’s on in Rome? I dunno! Roma kan ibukotanya Italia, katanya di Italia itu cowok-cowoknya ganteng-ganteng. Bahkan abang-abang yang kerja di restoran atau abang-abang biasa yang lewat juga ganteng, katanya lhoo. Nggak tau juga sih, waktu di Melbourne pernah jalan kaki lewatin bebrapa restoran Italia, kepala saya nggak bisa menoleh ke arah abang-abang yang manggil menawarkan pengunjung buat mampir ke restorannya. Kalo kamu cewek, suka melihat ciptaan Tuhan yang indah, datanglah ke Italia. Udah cocok belom jadi duta pariwisata Italia? Hahaha

Kenapa juga harus pake judul 5 kota yang wajib didatangi sebelum menikah, iseng aja ahahaha. Begini lho alasannya, karena kalo datang ke 5 kota atau negara tersebut pas udah menikah dan punya 3 orang anak, biayanya muahall, udah sih itu doang alasannya. Kalo kata si Raya mah, nikmati masa lajangmu kakakghh! Lakukan semua yang mau kamu lakukan, pengen solo traveling ke belahan bumi lain, yaudah lakukan aja. Aduhhh tapi tapi tapi tapi nanti aku di sana kesepian gimana kakak??  Halaghh, yaudah ngerem aja di rumah. Yang nulis emosian hahaha

Beda lagi tujuan wisatanya kalo jalannya sama pasangan. Jangankan ke Paris, diajak ke danau di belakang rumah juga udah seru. Asalkan perginya sama abang, adek sih ngikut aja 😀

Iseng Doang

Demam Gara-gara Tiket Pesawat

Foto dari @traveloverdose
Foto dari @traveloverdose

You know you’re a traveler when those beautiful cloths, shoes, bags and apple product on the display are way expensives, but you still buy that USD 1.000 ticket to your dream destination.

Suka deh sama quote yang saya temuin ditwitternya CK setahun yang lalu. Itu tuh bener banget, kalo udah diniatin pengen jalan-jalan ke destinasi impian pasti nggak bakalan tergoda sama barang-barang menarik di etalase toko (online). Walaupun sebenernya pengen juga sih hihi.

Saya bukan traveler, saya cuma mbak-mbak kantoran yang demen jalan-jalan. Daripada nabung terus-terusan dan nggak tau mau dipake buat apa, mendingan juga menikmati hidup. Hampir sebagian besar gaji saya yang nggak seberapa ini habis buat beli tiket pesawat. Saya rela tabungan saya abis buat beli tiket pesawat, daripada buat beli sesuatu dalam bentuk barang atau benda. Padahal cuma selembar tiket doang yakk, mahal bingits. Maksa? Iya, saya emang maksa kalo pengen jalan-jalan, kalo nggak dipaksa ya nggak bakalan ke mana. Ngutek aja terus di Jakarta, terjebak diantara tumpukan berkas dan rutinitas di tengah kemacetan. Nanti sampe tua yang ada di kepala saya cuma memori tentang kemacetan Jakarta dan ratusan mobil dan motor di jalan. Pucing kepala nenek, cu.

Berapa tiket pesawat termahal yang pernah kamu beli? Tiket termahal yang pernah saya beli adalah tiket garuda seharga US$ 1000,15 tapi itu kan dulu saat kurs rupiah terhadap dolar masih Rp 9500an, sebenernya itu juga termasuk murah karena tiket segitu adalah tiket fullboard airlines pergi-pulang buat 2 orang. Tiket yang paling mahal lainnya adalah tiket pesawat ke Selandia Baru, kalo ditotal lebih dari setengah tahun gaji. Gilak gilak gilak, mahal banget!!! Siapa suruh salah beli tiket pesawat huhu. Tiket ke Australia dengan Singapore Airlines adalah tiket yang paling mahal, tapi untungnya dibayarin  #rejekianaksholehah

Belajar dari pengalaman salah beli tiket ke New Zealand, saya nggak mau lagi kejadian kayak gitu, kapok. Saya tetep kepengen jalan-jalan tapi nggak mau bayar tiket dengan harga mahal. Untuk mensiasatinya saya rajin-rajin baca blog orang tentang tips dan trik untuk mendapatkan tiket promo. Rajin liatin perkembangan harga tiket di Kayak dan Skyscanner. Nah kemarin saya dapet tiket promo yang lumayan banget, saya untung 700 rebu rupiah karena menunda beli tiket 1 hari. Bukan menunda juga sih, emang kartu kreditnya ga bisa dipake. Harga tiket promo di hari kamis ke tujuan yang sama masih sekitar 1,8 jutaan sekali jalan. Hari jumat saya liat lagi harga tiket dengan rute, nomor penerbangan dan tanggal yang sama dan betapa kagetnya saya harganya turun jadi dibawah 1 juta, wuihhh! Langsung deh saya nggak fokus ngapa-ngapain. Saya langsung ngotak-atik tiket tapi gagal terus seharian, authorization declined. Malamnya saya coba lagi pake kartu kredit saya yang satu dan akhirnya suksessss, yeay untung 700 rebu haha. Buat dapet tiket promo itu butuh perjuangan, ada kebanggaan tersendiri kalo bisa dapet tiket dengan gratis harga setengah dari harga normal.

Biasanya, saking pengennya saya beli tiket pesawat ke negara impian saya bisa sampe kepikiran, kecapekan liatin website airlinesnya sampe mata berair dan nggak bisa tidur beberapa malam. Siangnya pas beraktifitas saya kayak zombie yang nggak fokus ngapa-ngapain, kerja sambil ngintip-ngintip website airlines, trus saya juga kayak orang linglung yang nggak nyambung kalo diajak ngomong, kemudian malemnya lagi badan panas dingin dan demam, segitunya yaaak haha. Setelah saya sukses mengantongi print-out e-tiket pesawat ke destinasi impian, saya akan menyembunyikannya dari orang rumah karena kalo ketauan saya bakalan kena marah hiiiiy. Tapi saya nggak tahan, akhirnya cerita juga sama kakak saya. Bener aja saya diceramahin panjang lebar dudududu. Saya juga gak mau cerita ke temen-temen, saya males dengerin ceramah dari mereka. Nggak semua orang suka traveling, kalo cerita sama orang yang bersebrangan yang ada malah bikin saya bete dengerin komentar mereka.

Buat saya bahagia itu sederhana, bisa membeli tiket pesawat dengan harga miring ke destinasi impian, kalo bisa gratis 🙂

Langit Indonesia, beberapa saat setelah take off dari Changi
Taken from SQ
Iseng Doang

Aurora Bucketlist

Foto dari @traveloverdose
Foto dari @traveloverdose

Ahaa, mari kita menghayal!! Sekarang saya mau ikutan posting tempat-tempat yang pengen saya datengin di bumi kita yang tercinta ini. Sejak dulu saya sudah tertarik dengan pelajaran geografi, ilmu per-peta-an, per-tiket-an dan perjalanan.

Sejak beberapa bulan yang lalu tiba-tiba saya merasa hampa, kosong dan nggak semangat. Nggak semangat karena belom punya rencana perjalanan. Sekarang pun masih sama, saya belom tau pengen ke mana, sama siapa dan ngapain.

Sekarang saya lagi penasaran sama fenomena yang bernama aurora. Saya lagi seneng liatin foto dan youtube panampakan aurora. Kalo liat gituan tuh rasanya kok antara penasaran, takjub, takut dan merinding. Pikiran saya melayang ke luar angkasa yang dihuni oleh jutaan alien yang siap menyerang bumi, hiiiy.  Jaman dulu saya pernah liat tayangan tv semacam Discovery Channel tentang aurora borealis, entah berapa lama waktu untuk pengambilan gambarnya sehingga bisa liat kemunculan aurora, mikirin amat. Dulu tuh waktu liat di tv saya merinding, saya takuttt, beneran lho. Sekarang saya malah penasaran sampe nggak bisa tidur gara-gara si aurora ini.

Saya baru tau kalo ternyata selain aurora borealis, ada juga aurora australis. Nah sebelum berangkat ke Selandia Baru saya sempat browsing tentang aurora australis atau southern light yang bisa dijumpai di Australia dan Selandia Baru. Konon katanya, salah satu tempat yang bisa dijumpai aurora australis adalah di Lake Tekapo, tempat saya nginep hari pertama di New Zealand.  Aurora australis itu nggak bisa muncul sewaktu-waktu, kita bisa liat prediksi kemunculan aurora melalui prakiraan cuaca (forecast aurora), ada rumusnya gitu deh, saya nggak mau cari tau sekarang, lagi mumet.  Tadinya pas nginep di Lake Tekapo saya kepengen keluar kamar dan liat bintang, kali aja nemu aurora, tapi baru mau melangkahkan kaki ke luar aja saya udah kedinginan, nggak tahan dingin akhirnya saya balik masup kamar dan selimutan sampe ketiduran haha.

Selain di Australia dan New Zealand, aurora juga bisa dijumpai di belahan bumi bagian utara *tunjuk peta*. Sayangnya untuk mencapai belahan bumi bagian utara diperlukan biaya yang jauh lebih besar lagi. Kalo Northern Light bisa dijumpai di negara-negara skandinavia atau di Norwegia, Swedia (kali), Islandia, Alaska dan nggak tau lagi di mana sekitar bulan Oktober sampai bulan Maret. Saya ngarep banget bisa mengunjungi salah satu negara tersebut, tapi bagaimana mungkin, saya nggak punya pintu ajaibnya Doraemon.

Sekarang ini sebenernya udah ada paket tur yang menjual paket wisata aurora. Saya pernah liat budget tour selama 1 minggu biayanya itu USD 2.000, wuihhh. Itu udah budget, gimana yang lux ya. Kalo saya yang berangkat nggak pake tur juga biayanya mungkin sama segitu juga. Tiket ke Iceland aja udah mahal, di sananya juga harus pake tur (atau sewa mobil). Kalo mau tiket yang agak murahan kudu pake ilmu matematika dan luck. Kalo dari Eropa, sebenernya harga tiket ke Reykjaviknya itu murah, yang mahal adalah biaya lain-lain kayak pajak, bahan bakar, dan masih banyak lagi. Saya nemu tiket termurah ke Reykjavik seharga 1 juta rupiah, tapiiii dari Dusseldorf, wedew! Saya juga pengen banget ke Norwegia, tapi mihilllll hihi.

Sepertinya saya harus menyimpan bucketlist saya ini untuk beberapa tahun mendatang, perlu modal dan usaha yang banyak. Kalo dipikir-pikir, sayang juga ya buang-buang duit banyak buat jalan-jalan, mendingan buat DP nyicil KPR haha. *tumben bener*

Sementara ini saya udah bahagia bisa liat foto aurora borealis melalui internet dan youtube. Boong bangeeeeet!! Masih pengen ke Islandia ding haha *maksa* 😛

Foto dari @traveloverdose
Foto dari @traveloverdose
Merindinggg! Foto dari @traveloverdose
Merindinggg! Foto dari @traveloverdose
Masih di Islandia. Foto dari @traveloverdose
Masih di Islandia. Foto dari @traveloverdose
Iseng Doang

Numpang Gratisan Saat Traveling

Rumah tante di Christchurch NZ (tantenya orang :-D )
Rumah tante di Christchurch NZ (tantenya orang 😀 )

Ini judulnya sebenernya kode, hahaha. *kedip-kedip centil* 😀

Saya baru 4 kali menumpang di rumah orang saat traveling, yang pertama waktu di Bogor, numpang di rumah sodaranya temen. Rumahnya itu diantara kolam ikan dan hamparan sawah hijau, enak banget deh rumahnya. Waktu makan malam kami makan di atas wadah daun pisang 1 lembar yang panjang dan semua nasi dan lauk pauk dituang di atas daun, kami makan rame-rame sama keluarga orang, nikmat hehe. Kelar dari rumah itu kami melanjutkan perjalanan untuk rafting ke citarik, kami cuma jalan bertiga tapi seru aja gitu. Yang nyetir siapa lagi kalo bukan kakak saya.

Saya pernah juga nginep di rumah temannya kakak di Garut. Kami tidur rame-rame di ruang tamu sambil gelar karpet dan kasur di ruang tamu, tidur berjejer kayak ikan asin yang lagi dijemur. Kerjaan kami bener-bener cuma leyeh-leyeh doang, makan, tidur, main ke sawah, ke kuburan, ke pasar, begitu aja terus. Saya paling suka waktu makan tutut atau keong sawah rame-rame, enak banget, yang masak bisaan aja, T O P!!!

Di Seoul saya numpang di rumah blogger (mbak vina) di Gwangjin-gu? Lupa hehe. Rumahnya nyaman, mewah menurut saya sih. Apartemen berlantai banyak dengan pemandangan pegunungan di belakang apartemennya. Udah numpang, dimasakin masakan enak, dianterin ke halte buat ngejar bus ke bandara pulak, aduhh saya nggak enak banget kan. Kok kayak nyusahin orang gitu hihi.

Sebenernya saya agak canggung menumpang di rumah orang walaupun hanya semalam-2 malam, di rumah sodara aja saya paling anti nginep, padahal di rumah bude, bulek, om sendiri. Saya lebih milih tinggal di hotel daripada numpang di rumah orang. Kecuali satu, di rumah bude di gunungkidul, saya paliiiiiiiing suka dan nyaman nginep di rumah bude di kampung. Setelah mbah saya meninggal, rumah yang kini kami datangi saat mudik lebaran adalah rumah bude. Saya suka banget sama rumahnya walaupun setiap hari kepala saya selalu kejeduk/kepentok pintu sampe benjol saking seringnya kepentok tiap keluar masuk rumah. Rumahnya nyamaaaaan banget.

Saya ini orangnya nggak enakan, mau numpang nginep nggak enak, nebeng di mobil nggak enak, ditraktir makan juga nggak enak. Untung waktu lagi di Oz saya nggak tinggal di rumah host family, nggak enakan mulu yang ada malah nyusahin diri sendiri.

Itu kalo lagi di Indonesia, laen lagi ceritanya kalo lagi traveling di negara yang kursnya mihil. Mungkin saya harus mengesampingkan ego saya, saya lebih rela ngampar di bandara daripada harus membayar hostel 1 malam buat istirahat beberapa jam doang.

Desember 2014, di Melbourne, waktu lagi transit dalam perjalanan ke New Zealand, saya dapet tumpangan gratis di hotel Ibis Budget sama Ci Janti yang udah sampe di Melbourne sehari sebelumnya. “Udah lo tidur di sini aja, gak usah bayar.” Asik asik asik asik!!! *girang* Saya sampe hotelnya juga jam 1 atau jam setengah dua dini hari. Kalo gak dapet tumpangan sebenernya saya mau tidur di bandara Melbourne aja itu, demi penghematan, dasar pedit hahaha. Udah dapet jemputan gratis dari bandara, dapet penginapan gratis pulak, aihhh baiknya teman-temanku ini!

Tahun 2013, waktu lagi ngerencanain perjalanan ke Sydney sama teman-teman sebenernya kami ditawarin nginep di rumah temen kantor yang lagi tugas di KJRI Sydney. “Woy, udah tenang aja, kita udah dapet tumpangan gretong di rumah pak A!” Yaudah kamipun dengan pedenya langsung beli tiket pesawat termurah jurusan Brisbane-Sydney yang sampenya itu jam 11 malem waktu Sydney. Ihh udah ngarep numpang gretongan tapi malah gak jadi. Ya kali mau ke rumah orang pas orangnya lagi nggak ada. Tengah malem kami mondar-mandir di sekitaran Sydney Central buat nyari hostel dadakan. Berhubung ongkos taksi makin mahal, maka kamipun berjalan kaki sambil ngegendong ransel buat nyari hostel yang masih ada stok kamar malam itu. Jadi judulnya berburu hostel di tengah malam yang dingin, asik lho hahaha.

Oh iya, ada satu cerita lagi nihh, lucu, sedih agak-agak kasian juga sih, rada ga nyambung sama judul. Di postingan sebelumnya saya posting cerita dating online kan. Saya pernah kenalan sama cowok berkewarganegaraan Afrika Selatan yang menurut saya berdarah entah Pakistan atau India atau Bangladesh. Ceritanya dia lagi mau kopi darat sama ceweknya yang orang Tangerang yang berprofesi sebagai perawat. Atas dasar saling suka dan percaya maka si cowok ini ujug-ujug datang ke Indonesia untuk bertemu dengan keluarga si ceweknya. Ciee ciee ceritanya udah serius nihh mau ngajak nikah hehe.

Baru beberapa hari tinggal di rumah si cewek, si cowok ini message saya minta dijemput dan dianterin ke bandara. Saya kan bingung yak antara mau nolongin sama nggak mau ikut campur. Yaudahlah kasian, akhirnya saya minta alamat rumahnya si cewek dan minta anterin kakak saya buat ngejemput si cowok ini. Pas saya liat orangnya, ya ampun masih anak kecil banget. Dulu yakin banget pengen ngelamar si cewek, eh tiba-tiba pas udah di rumahnya si cewek dia berubah pikiran, dia maksa banget minta jemput dan minta keluar dari rumah itu. Saya pun berusaha untuk meyakinkan keluarga si cewek kalo si cowok ini nggak betah, dia minta pulang om!

Setelah sukses ngeluarin si cowok ini, saya dan kakak saya langsung nyari hotel buat bocah ini. Setelah naro koper segede lemari di hotel, kami pun wisata kuliner di pasar lama Tangerang. Saya ajak makan sate ayam deh di pasar lama. Katanya enak lhoo! Kelar dari hotel, kami anterin dia ke hotel dan saya (dan kakak) pun pulang ke rumah di tengah malam. Wedehh, hari yang panjang. Keesokan harinya dia meluncur ke Bandara Soekarno Hatta dengan taksi untuk menuju pulau dewata dan dia pun akhirnya berlibur di Bali. Dia mengucapkan terima kasih kepada kami karena telah membantunya keluar dari rumah ceweknya. Ealah, mbok yo kerjo sik to le, baru mikir kawin.

Kembali ke laptop! Tiba-tiba aja ini saya kepikiran buat numpang di rumahnya bos yang pada dines di KBRI atau KJRI di luar negeri. Bos saya minggu depan mau berangkat dinas ke Jeddah, tapi saya nggak ditawarin maen ke sana sih hihi. Bos yang lain lagi mau dines ke KBRI Berlin, temen-temen HRD kalo lagi ke sana ditawarin main ke KBRI, saya pan bukan setapnya, kira-kira kalo saya ke Berlin boleh gak ya numpang di rumahnya atase ato wisma KBRI atau  apalah sebutannya? *ngarep beneran*

Ni lagi mikir siapa lagi yang bisa ditumpangin rumahnya di yurop. Ada Muse di Birmingham, Teh Dewi di Nuremberg, siapa lagi yahh. Adakah yang rumahnya bersedia aku tumpangin semalam atau 2 malam atau 3 malam? Yang di Belanda, Ceko, Italia, Irlandia, Islandia, Perancis, Denmark (sebutin aja semua negara)?? Tidur di ubin di dapur dekat perapian juga gpp deh, yang penting gratisan, yolohhhh segitunya hahaha. Demi, demi gratisan!! Gpp walo tidur di kamar mandi juga.

Ehhh saya belom punya duit, ini baru ngayal doang!! Kali aja saya menang undian dan dapet tiket gratis ke eropa, amiin! Kali aja, yak hahaha. Positip thinking ajalah, cemungudh eaaaaa!

Pepatah mengatakan, lebih baik ngegembel di luar negeri daripada di Indonesia. Kalo di Indonesia saya sanggup nginep di hotel, di luar negeri saya menyerahhh *lambaikan tangan ke kamera* 🙂

Ini mah narsis namanya xixi
Ini mah narsis namanya xixi