Uncategorized

Pelarian Kriminal [NZRoadTrip]

Dalam perjalanan menuju Te Anau
Dalam perjalanan menuju Te Anau

Selama 12 hari di New Zealand hampir setiap hari waktu saya dihabiskan dengan cara berkendara dengan mobil maupun dengan bus antar kota antar propinsi. Untuk menghemat biaya sewa mobil, selama 2 hari pertama saya menggunakan bus antar kota antar propinsi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bus di New Zealand di seluruh kursinya dilengkapi dengan sabuk pengaman untuk keselamatan penumpangnya. Komposisi kursi perbaris di bus yang saya gunakan adalah 2-2. Skip cerita tentang bus, mari kita lanjutkan dengan cerita roadtrip dengan mobil sewaan apex di hari pertama.

Tanggal 14 Desember 2014 jam 8 pagi, atau hari ke 3 saya di New Zealand saya bersama dengan travel partner saya mendatangi perusaah penyewaan mobil di Queenstown untuk mengambil mobil yang telah kami pesan 1 bulan sebelumnya. Jarak dari hostel menuju Apex Car Rental Queenstown tidak jauh, cukup dengan berjalan kaki 1 menit kami sudah bisa mencapai kantor Apex.

Kantor Apex Queenstown City
Kantor Apex Queenstown City

Kami mendatangi seorang mas-mas bule sambil menyerahkan bukti print out bookingan yang telah saya print dari internet. Setelah memberikan bukti print-an, si mas bule meminta SIM Indonesia dan SIM internasional kami untuk dicek dan disesuaikan dengan data yang telah kami entry pada saat booking di internet. Setelah dicek keasliannya, si mas bule meminta kartu kredit yang akan digunakan untuk transaksi. Dia menawarkan apakah kami ingin melakukan transaksi dalam mata uang Dolar New Zealand atau Indonesian Rupiah. Berhubung itu kartu kredit teman saya maka saya membiarkan dia yang memutuskan untuk memilih menggunakan kurs mana, ya iyalah masak saya yang ngatur haha.

Setelah transaksi selesai kami diberikan print-an semacam kontrak perjanjian, struk pembayaran dan brosur yang berisi keterangan mengemudi di New Zealand. Oh iya, sebelumnya kami ditawarkan apakah ingin menyewa GPS atau tidak, kami sih pilih sewa GPS daripada nantinya bensin kebuang sia-sia karena kesasar. Harga sewa GPS 2 dolar perhari, lumayan murahlah. Kami juga ditawarkan untuk membeli bensin yang sudah terisi penuh di tangki mobil, tapi kami menolaknya. Kami lebih memilih untuk mengembalikan mobil dalam keadaan bensin penuh nantinya.

Ok, mobil sudah siap, GPS sudah siap, peta hasil jarahan dari pusat invormasi yang tersedia di Queenstown pun sudah siap, bensin sudah terisi penuh, langkah selanjutnya adalah mempelajari rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di New Zealand. Setelah mempelajari panduan berkendara di New Zealand, kami pun langsung cap cuss.

Masih kinclong baru diambil dari rental
Masih kinclong baru diambil dari rental

Tujuan pertama kami di hari pertama berkendara di New Zealand adalah Glenorchy. Perjalanan dari Queenstown City ke Glenorchy memakan waktu kurang lebih selama 45 menit.

Setelah puas menikmati pemandangan di Glenorchy kami pun melanjutkan perjalanan ke Te Anau. Untuk menuju ke Te Anau kami harus kembali melewati Queenstown, ke titik awal kami memulai perjalanan pertama kali. Di hari pertama berkendara ini saya masih belum berani bawa mobil karena masih belum tau peraturan di jalan raya. Kami masih harus menyesuaikan diri mengikuti pengendara lain. Jalanan di New Zealand memang sepi tapi di tengah jalan saya sering melihat bangkai binatang seperti tupai dan burung. Kasian banget si tupai yang lucu-lucu ini, mereka mengehempaskan napas terakhir di jalan raya akibat tabrak lari, siapa suruh nyebrang ga liat-liat jalan hehe.

Sepanjang perjalanan dari Queenstown ke Glenorchy kami disuguhi pemandangan danau turqoise dan pegunungan salju yang amat sangat indah. Sepanjang jalan mobil kami selalu beriringan dengan pesepeda-pesepeda, saat itu memang sedang ada perlombaan. Gak kebayang ngegoes sejauh dan di kontur jalanan berkelok-kelok dan berbukit-bukit kayak gitu. Mending kalo lagi turunan bisa nyantai, tapi kalo lagi nanjak harus gowes sekuat tenaga sampe betis bekonde haha. Tapi kerenlah viewnya, saya juga mau kalo dibonceng haha

Ok ok, lanjut ke cerita selanjutnya yang lebih seru. Kan kami udah beberapa jam nyetir tengah hari bolong, lama-lama mbak travel partner saya, sebut saja JT, ngerasa ngantuk. Saya aja yang disopirin ngerasa ngantuk apalagi dia. Saya juga sempat diem-diem tidur sebentar, tapi kan ga enak juga ya, saya langsung bangun lagi. Nah pas dalam perjalanan dari Queenstown ke Te Anau itu lagi-lagi kami disuguhi pemandangan super duper keren. Ceritanya pemandangannya itu pegunungan, perbukitan hijau yang dikelilingi titik-titik kecil yang merupakan ratusan ekor domba gendut. Huaa keren! Hooiii kereen. Trus kami ngantuk lagi deh di jalan, nah pas saya lagi tidur tau-tau mobil sedikit oleng ke kanan, wohooo si mbak JT sepertinya ngantuknya tambah parah, ingin rasanya saya mengambil alih setir kemudi dan menggantikannya nyetir, tapi kan saya belum belajar mobil matik.

Pas lagi nyetir sambil menahan kantuk kami komentarin mobil-mobil yang lewat, wahh ini pasti mobil rentalan nyetirnya lama, wah ini pasti mobilnya orang lokal. Trus kami nyanyi-nyanyi lagunya Judika, yang judulnya Aku yang Tersakiti. Trus kami ngantuk lagi deh.

Lengang
Lengang

Pas lagi di tengah jalan yang kanan kirinya perbukitan kosong, ujug-ujug dibelakang kami melihat ada mobil patroli polisi. Kami cuek aja dong jalan terus. Kebetulan di belakang kami ada mobil sewaan juga yang warnanya orange. Si mobil orange di belakang kami langsung menepikan mobilnya dan kami ketawa-ketawa cekikikan. Wahhh ada yang ditilang huahahaha.

Eh tapi kok ya setelah si mobil orange menepi, mobil patroli polisinya mengikuti kami. Lhoooo? Dari situ perasaan saya mulai nggak enak. Kok bisa gitu ada mobil polisi ujug-ujug nongol di tengah jalan di samping bukit dan nongol di belakang kami, dan udah ada di depan kami menghentikan mobil kami. Maaaaaaaakkk!!! Salah apa saya sampe ditangkep bu polisi??

Si ibu polisi tiba-tiba turun dari mobil patroli dan menanyai kami. Bu Polisi itu nanya, “Hai, tau gak apa kesalahan kalian? Saya dapet laporan kalo kalian nyetirnya oleng ke kanan dan melewati garis kuning? Boleh pinjem SIM-nya nggak”?

Kami cuma bengong antara percaya dan nggak percaya. Seriusan nih ditilang polisi? Di hari pertama nyetir? Oh tidaaaaaaak!!

Lagi ditilang bu polisi
Lagi ditilang bu polisi

Untungnya si ibu polisi baek, kami cuma dikasih teguran pertama aja nggak sampe didenda dan bayar denda. Dari mana duitnya kalo kami sampe harus bayar denda? Di pikiran terburuk saya adalah kami bakalan dimasukan ke sel penjara dan di deportasi ke Indonesia dan batalah rencana liburan roadtrip kami di New Zealand selama 10 hari ke depan. Tidaaaaaak. Oh Tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku, akupun ingin bahagia walau tak bersama diaaaaaaaaaa..!! Salah, ini lirik lagunya Judika hahahaha.

Dengan tampang bego kami cuma minta maap aja, belaga bloon, “Maaf, ini hari pertama kami berkendara di sini, kami belum tau peraturan di sini.”

Kenapa si bu polisi bisa sampe ada di tengah jalanan berbukit dan tiba-tiba menilang kami? Ternyata karena ada pengemudi di belakang kami yang ngadu, dia telepon ke polisi patroli dan melaporkan kalo ada 2 orang cewek di mobil toyota yaris yang nyetirnya ngelewatin garis kuning! Weeeks beraninya ngadu bu polisi!! Pan di jalan raya sepinya bukan main, kami pun lengah karena ngantuk sehingga mobil kami secara tidak sengaja melewati garis pembatas di tengah jalan yang berwarna kuning. Setelah saya baca di buku panduan menyetir di NZ, kalo ada garis kuning itu gak boleh dilewati, gak boleh nyelang mobil yang ada di depan karena sangat berbahaya. Bagus sih ya perturan di NZ ini dibuat untuk keselamatan pengguna jalan. Bahkan di speedometer di depan setir mobil kami aja ada sticker yang bertuliskan KEEP LEFT!

Saat itu saya berasa kayak lagi ada di adegan film hollywood. Kejar-kejaran dengan mobil patroli polisi dan sampe dikejar helikopter segala. Berasa kayak kriminal pake ada acara ditilang ibu polisi haha.

Pengalaman-pengalaman, dari situ kami jadi lebih berhati-hati dalam berkendara. Gak lagi melewati batas kecepatan. Gak berani nyelang mobil yang ada di depan. Jadi pengendara sebaik-sebaiknya karena kami udah punya catatan di kepolisian New Zealand hahha. Kami nyetir dengan kecepatan maksimal 100 kilometer perjam dan membiarkan mobil-mobil di belakang kami melewati kami. Selowwww aja gaes hehe.

Advertisements
Uncategorized

Beliin donk!

Kalian ada yang lagi pengen beli sesuatu? Kalo ada uangnya sih ga masalah, tapi kalo lagi cekak gimana donk. Jangan dikira cuma anak kecil yang suka merengek minta dibelikan barang, ternyata orang dewasa juga bisa lho. Kayak saya contohnya, 2 malam ini saya ga bisa tidur gara-gara baygo* abis dan diserang sekelompok nyamuk-nyamuk nakal. Padahal saya benar-benar ngantuk, tapi tiap jam kebangun gara-gara digigit nyamuk. Selain karena nyamuk, saya juga ga bisa tidur gara-gara pengen sesuatu. Aku pengen minta dibeliin mobil matik huahaha.. #dikeplak emak

Gara-garanya nih 2 hari yang lalu bertepatan dengan libur pemilu ujug-ujug saya minta diajarin nyetir sama mbake. Tadinya kami bertiga (saya, ibu, mbake) pengen kencan dan nonton di bioskop bertiga. Tapi sesampainya di bioskop karena antriannya puanjang melebihi gerbong kereta argo bromo, maka kami memutuskan untuk ga jadi nonton. Nah daripada pulang saya malah minta mbake ngajarin saya nyetir di komplek perumahan di belakang rumah kami.

Waktu mau berangkat kencan pas mau keluar gang, mobil kami papasan dengan mobil hatchback yang ga saya ketahui siapa pemiliknya. Kata mbake itu mobil teman sedari kecil saya yang juga tetangga saya. Ke mana aja saya ya? Suaminya teman saya tadinya ga bisa nyetir sekarang udah lantjar aja lho. Ya iyalah lha wong mobilnya matic.

Pulang dari mall kami melipir ke perumahan di belakang rumah. Saya disuruh bawa mobil dari jalanan yang menurut saya rame sampe jalan sepi menuju cluster yang saya lupa namanya. Ini bukan kali pertama saya belajar nyetir, tapi ga tau kenapa saya kagok luar biasa. Saya lupa posisi injekan kopling, rem dan pedal gas. Mau nurunin rem tangan aja keras bener. Mobil yang saya pake kayaknya berasa gueede banget, lebih gede dari bus jemputan haha. Takut nyenggol mobil atau pengguna jalan lain. Asli, saya keringet dingin sepanjang jalan. Saya lupa belajar nyetir!

Saya dulu belajarnya pake Paijo (nama mobil sedan butut kami jaman dulu) jadi keliatan kecil aja mobilnya. Sekarang pas belajar pake Mbak Erti (mobil mbake) koq jadi tambah tinggi dan lebar. Injekan kopling, rem dan gas juga beda sama Paijo, mungkin karena Paijo udah uzur kali makanya keras. Ya ampun ternyata susah ya belajar nyetir, nyali saya langsung ciut hiks. Ga jadi belajar manual, yang matic aja dah kalo kayak gini #ngambek

Lanjut ke teman saya tadi..
“Lho koq tiba-tiba dia punya mobil?”  saya mulai kepo pas abis papasan mobil temanku
“Dibeliin sama bapaknya.” jawab mbake
“Wah enaknyaaa”. Saya sirik haha

Kira-kira kalo saya minta dibeliin mobil matic sama bapak saya, apa reaksi beliau ya haha. Saya pernah mimpi diajak ke dealer dan disuruh milih mobil sama bapak saya. Waktu kebangun entah kenapa saya ngerasa bahagiaaa  banget, padahal cuma mimpi, gimana kalo itu kenyataan ya hehe. Saya tau diri koq ga bakalan minta apa-apa sama bapak saya, abis ga enak. Lagian bapak saya juga pelit, boro-boro minta mobil, minta ongkos angkot aja ga dikasih huahaha.

Saya ga sirik koq dengan teman saya atau siapapun. Saya lebih bangga dan puas kalau bisa membeli barang hasil keringat saya sendiri, apalagi kebeli mobil. Dikira mobil itu kacang rebus gampang banget belinya. Lagian saya udah punya mobil plus sopir setia yang selalu mengantar saya ke kantor. Saya sudah punya mobil…. jemputan. 😀