Traveling

24 Jam di Melbourne

CIMG9437
Sungai Yarra

Yay Australia again! Ini adalah kali kedua saya menginjakkan kaki di negeri kangguru. Kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Melbourne. Dengan berbekal tiket Air Asia seharga 1,5 juta dari Jakarta dan visa transit Australia, saya bisa bebas menyasarkan diri di Australia dalam waktu maksimal 72 jam atau 3 hari. Kenapa saya apply visa transit, bukan visa turis? Karena saya nggak lama di Australia, kan cuma transit doang. Nenek-nenek juga tau hahaha Continue reading “24 Jam di Melbourne”

Traveling

15 Hari di Australia – New Zealand

Jalan menuju lokasi syuting Lord of The Ring
Jalan menuju lokasi syuting Lord of The Ring

Jalan-jalan ke NZ ini adalah rekor perjalanan saya yang terlama. Terakhir kali jalan-jalan saya paling lama cuma 10 hari doang.

Selama 15 hari itu, di New Zealand saya telah menempuh jarak sejauh 2.783 kilometer dengan menggunakan 2 bus dan 1 mobil dalam waktu 12 hari. Sedangkan di Melbourne nggak keitung saya udah melangkahkan kaki berapa langkah karena diajak keliling kota sama Dominic plus diajak nyasar pulak.

Di New Zealand kami berkendara selama 10 hari sejauh 2.269,5 kilometer dari Queenstown sampai ke Christchurch. Naik bus 2 kali dengan jarak 238 kilometer dan 275 kilometer. Berapa konsumsi bbm selama roadtrip 10 hari itu? Nanti yah di postingan berikutnya.

Ide roadtrip di NZ ini muncul setelah saya browsing sana sini, katanya cara terbaik untuk menikmati keindahan New Zealand adalah dengan cara roadtrip supaya kita bebas bisa berhenti di mana aja buat foto-foto atau sekedar menikmati pemandangan yang buagus. Sebenarnya saya bisa aja memulai roadtrip dari Queenstown sampe ke Christchurch atau sebaliknya tapi karena tujuan utama saya adalah Lake Tekapo yang terletak diantara Christchurch dan Tekapo, maka saya memilih untuk memulai perjalanan dari Christchurch sampai ke Christchurch lagi (Christchurch Loop). Continue reading “15 Hari di Australia – New Zealand”

Traveling

Hampir Nggak Jadi ke New Zealand [NZRoadTrip]

Lanjut ke postingan ke-3 hari ini. Kali ini saya mau cerita pengalaman saya waktu mau berangkat ke New Zealand melalui Tullamarine Airport Melbourne. Sebenarnya agak perih juga sih cerita yang ini, ini adalah pengalaman paling bodoh yang pernah saya lakukan.

11 Desember 2015. Setelah seharian kelilingin Melbourne sampe betis berkonde bersama dengan teman-teman akhirnya tibalah waktunya bagi saya dan Janti (teman #NyariTemanJalan nemu di blog ini) buat berangkat menuju negara impian kami. Kami berangkat dari pusat kota Melbourne dengan diatar oleh 2 orang teman kami, yupp Dominic dan Yani nganterin kami ke bandara naik mobilnya Yani. Lumayan banget kan gak perlu keluar ongkos bis buat ke bandara haha. Continue reading “Hampir Nggak Jadi ke New Zealand [NZRoadTrip]”

Traveling

Kecurigaan yang Berlebihan [NZRoadTrip]

Pesawat yang akan membawaku ke Melbourne
Pesawat yang akan membawaku ke Melbourne

Heilooooo Bijo is Back!! Apa kabar WPers?? Bagaimana liburan akhir tahunmu?

Saya baru aja kembali dari perjalanan selama 15 hari ke Selandia Baru dan membawa pulang banyak baju kotor cerita. Perjalanan dari Jakarta menuju Christchurch ditempuh dalam waktu 13 jam karena harus transit sebanyak 2 kali dan 3 kali naik pesawat. Baiklah saya mulai dengan cerita hari pertama yaitu perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju KLIA2 dan Tullamarine Airport aja yak.

Jadi 4 hari sebelum berangkat ke New Zealand saya itu ga bisa tidur karena terlalu semangat. Saya sampe capek sendiri mikirin persiapan perjalanan saya ke New Zealand. Pesawat yang saya tumpangi adalah pesawat rute CGK-KUL-MEL. Kalo udah ga bisa tidur kepala saya migren, kalo udah migren saya bisa uring-uringan nahan sakit.

Pesawat yang saya tumpangi boarding pukul 05.45 dengan tujuan Kuala Lumpur. Waktu transit di Kuala Lumpur saat memasuki gate setiap penumpang diharuskan melewatkan pemeriksaan dokumen oleh staf airline. Saat saya memasuki ruang tunggu saya kebagian dicek oleh petugas orang india. Saya harus memperlihatkan boarding pass, passpor dan KTP. Padahal penumpang lain yang diperiksa oleh petugas cewek di samping saya ga sampe segitunya (nunjukin paspor) ke penumpang lain. Ditanya-tanyalah saya, “Mau ke mana, berapa lama, ngapain? Mana paspornya?” Continue reading “Kecurigaan yang Berlebihan [NZRoadTrip]”