Traveling

Lake Tekapo

Ahaaa akhirnya bisa juga posting video ke youtube! Ke mana aja saya hehe. Saya itu paling males banget ngotak-atik blog atau cari tau sesuatu yang baru, youtube ini nggak baru keleus. Ini adalah pemandangan di lake tekapo, gambar bangunan di video itu adalah The Church of the Good Shepherd yang biasanya sering saya liat di Google, kali ini saya bisa langsung masuk ke dalam gereja ini dan foto diem-diem di dalamnya, padahal kan gak boleh hehe. Continue reading “Lake Tekapo”

Traveling

Berburu Anjing Laut (New Zealand Fur Seal)

Bangun dari bobok siang
Pose angkuh 😀

Saya nggak nyangka bakalan ketemu sama salah satu binatang yang sering saya liat di NatGeo Wild, yupp Seals atau Anjing Laut. Dulu saya pernah liat hewan ini di pertunjukan di Everland, Korea, tapi saya gak yakin juga yang saya liat itu anjing laut atau singa laut, abisan mirip banget sih. Sayang banget foto-foto perjalanan saya ke Korea yang pertama kali hilang, jadi gak bisa nyocokin deh.

Saya pertama kali liat kawanan anjing laut yang lagi pada jemuran itu waktu lagi cruise di Molford Sound, itupun jumlahnya cuma sedikit dan gak bisa saya deketin karena liatnya dari atas kapal. Anjing laut dan singa laut digolongkan dalam jenis Pinnipedia. Anjing laut bertubuh licin dan cukup besar. Mereka masuk dalam jenis mamalia laut. Saya sendiri bingung bedain anjing laut, singa laut dan gajah laut, nah lo baru tau kan ada gajah laut? Continue reading “Berburu Anjing Laut (New Zealand Fur Seal)”

Tiket Pesawat

Terbang dengan AirNZ [NZRoadTrip]

Ok, mari kita lanjutkan dengan postingan ke-4 hari ini. Mumpung lagi produktif ngeblog hehe. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya terbang dengan pesawat Air New Zealand. Air NZ maskapai milik Selandia Baru ini memang keren. Sejak jauh-jauh hari saya sudah membuat Airpoints, kartu frequent flyer milik AirNZ, buat iseng-iseng doang sih. Sebenarnya saya gak harus naik ini sih, naik apa aja bisa yang penting tiketnya murah dan selamat sampai tujuan.

Setelah puas berpetualang selama 14 hari di jalan, tiba juga saatnya bagi kami untuk mengucapkan selamat tinggal sampai jumpa kepada New Zealand. Di hari ke-15 perjalanan saya, saya harus meninggalkan Christchurch dan kembali ke Indonesia.

Tanggal 24 Desember 2014, tepat pukul 3 dini hari, alarm ponsel saya berbunyi, berarti tiba saatnya bagi kami untuk segera mandi, berkemas meninggalkan Christchurch Canterbury House dan bergegas ke bandara. Kami berusaha untuk tidak membangunkan pemilik rumah dan tamu lainnya. Namun saat akan meninggalkan rumah, si om pemilik rumah terbangun dan melihat kami pergi. Yahh ketauan deh, kayak maling aja haha. Saat keluar rumah, langit Christchurch masih tampak gelap dan suara angin terdengar cukup kencang diiringi dengan hembusan angin yang cukup dingin. Continue reading “Terbang dengan AirNZ [NZRoadTrip]”

Traveling

Suatu Hari di Bandara

H-5
Malam itu saya tidak bisa memejamkan mata, lutut saya lemas, jantung saya berdegup kencang dan keringat dingin mengucur deras dari dahi saya. Saya tidak sedang tidak enak badan, saya juga tidak sedang sakit atau stress. Saya hanya terlalu semangat karena 5 hari lagi saya akan berangkat menuju negara kangguru untuk kedua kalinya. Perjalanan kali ini saya tidak dibiayai oleh pemerintah Australia seperti pada perjalanan tahun sebelumnya ketika saya mendapatkan beasiswa. Kali ini saya harus merogoh kocek sendiri demi mewujudkan impian saya, yaitu mengunjungi negara kiwi. Perburuan saya membuahkan hasil, dengan kesabaran dan tekad yang kuat serta menahan kantuk, dari hasil perburuan tiket selama beberapa hari di tengah malam akhirnya saya mendapatkan tiket dengan harga 1,5 juta rupiah sekali jalan untuk tujuan keberangkatan Tullamarine Airport, Melbourne. Tiket ini termasuk murah apabila dibandingkan dengan tiket keberangkatan saya ke Brisbane tahun sebelumnya. Dulu saya menggunakan Singapore Airlines, kalo bayar sendiri entah berapa lama saya harus menabung untuk membeli tiket Singapore Airlines. Continue reading “Suatu Hari di Bandara”

Traveling

Jalanlah di Jalan yang Lurus dan Benar

Jalan yang lurus dan benar :-D
Jalan yang lurus dan benar 😀

Minggu lalu saya ngoprekin koleksi foto-foto NZ di external harddisk dan saya menemukan foto ini. Foto ini dijepret di hari pertama nyewa mobil di New Zealand dalam perjalanan dari Glenorchy – Queenstown – Te Anau. Ini adalah TKP, lokasi di mana si cici ngantuk dan nyetirnya agak oleng ke kanan dan kami dilaporin pengendara di belakang kami sampe ditilang ibu polisi New Zealand, kalo gak salah ya.

Walaupun udah dikasih jalanan sebagus dan selancar ini dengan pemandangan sebagus ini teteup aja bikin ngantuk kalo nyetirnya kelamaan. Ya abis mau gimana lagi emang udah kodratnya manusia kalo ngantuk emang kudu tidur hahaha. Saya aja yang ga nyetir ngantuk apalagi yang nyetir, pengen tidur tapi gak enak, eh tapi saya ketiduran juga, baru kebangun pas mobilnya agak oleng ke kanan. Kami berdua langsung melek dan seger. Continue reading “Jalanlah di Jalan yang Lurus dan Benar”

Traveling

Selamat Datang di Te-ka-pe [NZRoadTrip]

Lake Tekapo. Foto bukan dari internet, tapi langsung dari kameraku yeayyy :-)
Lake Tekapo. Foto bukan dari internet, tapi langsung dari kameraku yeayyy 🙂

Awalnya tujuan saya ke New Zealand adalah kepengen menikmati perbukitan hijau yang dikelilingi titik-titik kecil yang nampak di kejauhan, sambil duduk-duduk santai dan hiking di Taman Nasional di New Zealand, tapi entah kenapa setelah sampai sana malah berubah pikiran.

Jadwal perjalanan di New Zealand yang selama 13 hari 12 malam itu ternyata menjadi sangat padat. Kami harus membuat itinerary jauh-jauh hari sebelum apply visa untuk memberikan gambaran seperti apa perjalanan yang nantinya akan kami lakukan. Untuk mengakomodir keinginan kami berdua maka kami harus membuat rute berdasarkan keinginan kami, yaitu Christchurch Loop (gak muterin keseluruhan juga sih), yaitu memutar dari atas ke bawah, trus ke atas pulau selatan lagi. Mengingat keterbatasan waktu dan budget, tidak semua tempat bisa kami datangi. Saat itu saya cuma kepengen kepengen ke Lake Tekapo, Milford Sound dan mblasuk ke hutan hujan, sementara teman jalan saya, sebut saja cici JT yah, kepengen melihat pinguin dan paus di ujung dan ujung, saya sih asik-asik aja.

Jadi kami bagi tugas, sebelum berangkat ke Selandia Baru tugas saya adalah booking semua penginapan, booking online tiket bus, booking sewa mobil dan membuat itinerary secara garis besar. Sementara ci JT yang ngurusin rute di lapangan, saya sih ngekor aja mau ke mana dan ngapain. Saya udah pusing bikin itinerary sebelum berangkat, jadi pas di lapangan saya udah gak kepikiran lagi mau ke mana-mana aja. Bahkan saya udah gak kepikiran buat sewa GPS. Continue reading “Selamat Datang di Te-ka-pe [NZRoadTrip]”

Uncategorized

Pelarian Kriminal [NZRoadTrip]

Dalam perjalanan menuju Te Anau
Dalam perjalanan menuju Te Anau

Selama 12 hari di New Zealand hampir setiap hari waktu saya dihabiskan dengan cara berkendara dengan mobil maupun dengan bus antar kota antar propinsi. Untuk menghemat biaya sewa mobil, selama 2 hari pertama saya menggunakan bus antar kota antar propinsi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bus di New Zealand di seluruh kursinya dilengkapi dengan sabuk pengaman untuk keselamatan penumpangnya. Komposisi kursi perbaris di bus yang saya gunakan adalah 2-2. Skip cerita tentang bus, mari kita lanjutkan dengan cerita roadtrip dengan mobil sewaan apex di hari pertama.

Tanggal 14 Desember 2014 jam 8 pagi, atau hari ke 3 saya di New Zealand saya bersama dengan travel partner saya mendatangi perusaah penyewaan mobil di Queenstown untuk mengambil mobil yang telah kami pesan 1 bulan sebelumnya. Jarak dari hostel menuju Apex Car Rental Queenstown tidak jauh, cukup dengan berjalan kaki 1 menit kami sudah bisa mencapai kantor Apex.

Kantor Apex Queenstown City
Kantor Apex Queenstown City

Kami mendatangi seorang mas-mas bule sambil menyerahkan bukti print out bookingan yang telah saya print dari internet. Setelah memberikan bukti print-an, si mas bule meminta SIM Indonesia dan SIM internasional kami untuk dicek dan disesuaikan dengan data yang telah kami entry pada saat booking di internet. Setelah dicek keasliannya, si mas bule meminta kartu kredit yang akan digunakan untuk transaksi. Dia menawarkan apakah kami ingin melakukan transaksi dalam mata uang Dolar New Zealand atau Indonesian Rupiah. Berhubung itu kartu kredit teman saya maka saya membiarkan dia yang memutuskan untuk memilih menggunakan kurs mana, ya iyalah masak saya yang ngatur haha.

Setelah transaksi selesai kami diberikan print-an semacam kontrak perjanjian, struk pembayaran dan brosur yang berisi keterangan mengemudi di New Zealand. Oh iya, sebelumnya kami ditawarkan apakah ingin menyewa GPS atau tidak, kami sih pilih sewa GPS daripada nantinya bensin kebuang sia-sia karena kesasar. Harga sewa GPS 2 dolar perhari, lumayan murahlah. Kami juga ditawarkan untuk membeli bensin yang sudah terisi penuh di tangki mobil, tapi kami menolaknya. Kami lebih memilih untuk mengembalikan mobil dalam keadaan bensin penuh nantinya.

Ok, mobil sudah siap, GPS sudah siap, peta hasil jarahan dari pusat invormasi yang tersedia di Queenstown pun sudah siap, bensin sudah terisi penuh, langkah selanjutnya adalah mempelajari rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di New Zealand. Setelah mempelajari panduan berkendara di New Zealand, kami pun langsung cap cuss.

Masih kinclong baru diambil dari rental
Masih kinclong baru diambil dari rental

Tujuan pertama kami di hari pertama berkendara di New Zealand adalah Glenorchy. Perjalanan dari Queenstown City ke Glenorchy memakan waktu kurang lebih selama 45 menit.

Setelah puas menikmati pemandangan di Glenorchy kami pun melanjutkan perjalanan ke Te Anau. Untuk menuju ke Te Anau kami harus kembali melewati Queenstown, ke titik awal kami memulai perjalanan pertama kali. Di hari pertama berkendara ini saya masih belum berani bawa mobil karena masih belum tau peraturan di jalan raya. Kami masih harus menyesuaikan diri mengikuti pengendara lain. Jalanan di New Zealand memang sepi tapi di tengah jalan saya sering melihat bangkai binatang seperti tupai dan burung. Kasian banget si tupai yang lucu-lucu ini, mereka mengehempaskan napas terakhir di jalan raya akibat tabrak lari, siapa suruh nyebrang ga liat-liat jalan hehe.

Sepanjang perjalanan dari Queenstown ke Glenorchy kami disuguhi pemandangan danau turqoise dan pegunungan salju yang amat sangat indah. Sepanjang jalan mobil kami selalu beriringan dengan pesepeda-pesepeda, saat itu memang sedang ada perlombaan. Gak kebayang ngegoes sejauh dan di kontur jalanan berkelok-kelok dan berbukit-bukit kayak gitu. Mending kalo lagi turunan bisa nyantai, tapi kalo lagi nanjak harus gowes sekuat tenaga sampe betis bekonde haha. Tapi kerenlah viewnya, saya juga mau kalo dibonceng haha

Ok ok, lanjut ke cerita selanjutnya yang lebih seru. Kan kami udah beberapa jam nyetir tengah hari bolong, lama-lama mbak travel partner saya, sebut saja JT, ngerasa ngantuk. Saya aja yang disopirin ngerasa ngantuk apalagi dia. Saya juga sempat diem-diem tidur sebentar, tapi kan ga enak juga ya, saya langsung bangun lagi. Nah pas dalam perjalanan dari Queenstown ke Te Anau itu lagi-lagi kami disuguhi pemandangan super duper keren. Ceritanya pemandangannya itu pegunungan, perbukitan hijau yang dikelilingi titik-titik kecil yang merupakan ratusan ekor domba gendut. Huaa keren! Hooiii kereen. Trus kami ngantuk lagi deh di jalan, nah pas saya lagi tidur tau-tau mobil sedikit oleng ke kanan, wohooo si mbak JT sepertinya ngantuknya tambah parah, ingin rasanya saya mengambil alih setir kemudi dan menggantikannya nyetir, tapi kan saya belum belajar mobil matik.

Pas lagi nyetir sambil menahan kantuk kami komentarin mobil-mobil yang lewat, wahh ini pasti mobil rentalan nyetirnya lama, wah ini pasti mobilnya orang lokal. Trus kami nyanyi-nyanyi lagunya Judika, yang judulnya Aku yang Tersakiti. Trus kami ngantuk lagi deh.

Lengang
Lengang

Pas lagi di tengah jalan yang kanan kirinya perbukitan kosong, ujug-ujug dibelakang kami melihat ada mobil patroli polisi. Kami cuek aja dong jalan terus. Kebetulan di belakang kami ada mobil sewaan juga yang warnanya orange. Si mobil orange di belakang kami langsung menepikan mobilnya dan kami ketawa-ketawa cekikikan. Wahhh ada yang ditilang huahahaha.

Eh tapi kok ya setelah si mobil orange menepi, mobil patroli polisinya mengikuti kami. Lhoooo? Dari situ perasaan saya mulai nggak enak. Kok bisa gitu ada mobil polisi ujug-ujug nongol di tengah jalan di samping bukit dan nongol di belakang kami, dan udah ada di depan kami menghentikan mobil kami. Maaaaaaaakkk!!! Salah apa saya sampe ditangkep bu polisi??

Si ibu polisi tiba-tiba turun dari mobil patroli dan menanyai kami. Bu Polisi itu nanya, “Hai, tau gak apa kesalahan kalian? Saya dapet laporan kalo kalian nyetirnya oleng ke kanan dan melewati garis kuning? Boleh pinjem SIM-nya nggak”?

Kami cuma bengong antara percaya dan nggak percaya. Seriusan nih ditilang polisi? Di hari pertama nyetir? Oh tidaaaaaaak!!

Lagi ditilang bu polisi
Lagi ditilang bu polisi

Untungnya si ibu polisi baek, kami cuma dikasih teguran pertama aja nggak sampe didenda dan bayar denda. Dari mana duitnya kalo kami sampe harus bayar denda? Di pikiran terburuk saya adalah kami bakalan dimasukan ke sel penjara dan di deportasi ke Indonesia dan batalah rencana liburan roadtrip kami di New Zealand selama 10 hari ke depan. Tidaaaaaak. Oh Tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku, akupun ingin bahagia walau tak bersama diaaaaaaaaaa..!! Salah, ini lirik lagunya Judika hahahaha.

Dengan tampang bego kami cuma minta maap aja, belaga bloon, “Maaf, ini hari pertama kami berkendara di sini, kami belum tau peraturan di sini.”

Kenapa si bu polisi bisa sampe ada di tengah jalanan berbukit dan tiba-tiba menilang kami? Ternyata karena ada pengemudi di belakang kami yang ngadu, dia telepon ke polisi patroli dan melaporkan kalo ada 2 orang cewek di mobil toyota yaris yang nyetirnya ngelewatin garis kuning! Weeeks beraninya ngadu bu polisi!! Pan di jalan raya sepinya bukan main, kami pun lengah karena ngantuk sehingga mobil kami secara tidak sengaja melewati garis pembatas di tengah jalan yang berwarna kuning. Setelah saya baca di buku panduan menyetir di NZ, kalo ada garis kuning itu gak boleh dilewati, gak boleh nyelang mobil yang ada di depan karena sangat berbahaya. Bagus sih ya perturan di NZ ini dibuat untuk keselamatan pengguna jalan. Bahkan di speedometer di depan setir mobil kami aja ada sticker yang bertuliskan KEEP LEFT!

Saat itu saya berasa kayak lagi ada di adegan film hollywood. Kejar-kejaran dengan mobil patroli polisi dan sampe dikejar helikopter segala. Berasa kayak kriminal pake ada acara ditilang ibu polisi haha.

Pengalaman-pengalaman, dari situ kami jadi lebih berhati-hati dalam berkendara. Gak lagi melewati batas kecepatan. Gak berani nyelang mobil yang ada di depan. Jadi pengendara sebaik-sebaiknya karena kami udah punya catatan di kepolisian New Zealand hahha. Kami nyetir dengan kecepatan maksimal 100 kilometer perjam dan membiarkan mobil-mobil di belakang kami melewati kami. Selowwww aja gaes hehe.

Traveling

Berkendara di New Zealand [NZRoadTrip]

Mobil sewaan nangkring di halaman Lazy Dolphin Lodge
Mobil sewaan nangkring di halaman Lazy Dolphin Lodge

Kalo kalian ingin traveling di New Zealand cobalah dengan cara menyewa mobil. Ada kenikmatan tersendiri kalo road trip di NZ. Dengan berkendara sendiri kita bisa bebas berhenti di mana aja dan puas menikmati keindahan pemandangan alam NZ yang superrrr. Setir mobil di NZ sama kayak di Indonesia, ada di sebelah kanan. Rambu-rambu lalu lintas di New Zealand itu gak banyak dan hampir di seluruh pelosok gak ada yang namanya lampu merah. Saya cuma liat ada lampu lalu lintas di Christchurch, karena emang mobilnya banyak banget.

Gimana cara memilih perusahaan rental mobil yang terpercaya?
Sesuai selera ini sih ya, ada banyak perusahaan rental mobil dan camper van di New Zealand. Cara menyewanya pun gampang banget. Syaratnya cuma 2, kita harus punya kartu kredit dan SIM. Saya pernah baca kalo SIM Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa inggris bisa dipake di New Zealand, tapi gak tau juga ya, buat jaga-jaga saya bikin SIM Internasional juga. Syarat untuk membuat SIM internasional juga gampang banget. Yang pertama niat, trus siapkan pasfoto 2 lembar, fotocopy paspor, fotocopy KTP, fotocopy SIM, dan uang Rp 250.000. 5 menit langsung jadi, bisa ditunggu. Data kartu kredit dibutuhkan buat jaminan, jadi pada saat booking kita entry data kartu kredit secara detail. Pas ambil mobilnya di NZ baru deh transaksi dilakukan dengan cara didebet langsung dari kartu kredit. Tips! Mendingan pas lagi transaksi pake kurnya New Zealand Dolar aja jangan dikonversi ke IDR karena jadi mahal. Continue reading “Berkendara di New Zealand [NZRoadTrip]”

Traveling

The Power of Dream

image
Bijo in Milford Sound


“I might come to Europe, but i dont know when”

Itu adalah kalimat yang saya ketikan di hp saya dalam sebuah percakapan di WhatsApp tadi pagi. Setelah seminggu yang lalu saya berhasil kembali dari menginjakan kaki di negeri kiwi, saya kembali disibukan dengan mimpi jalan-jalan saya yang lain. Pulang dari liburan kemaren saya memang belum punya duit lagi tapi saya sudah mulai berani menabung mimpi untuk kembali melihat dunia. Tinggal sebut aja mau ke mana, ke Turki? Yunani? Vietnam? Komodo? Malaysia? Swiss? Sebut aja kali aja kesampean muahahaha.

Ok ok, jadi begini ceritanya, semalam kan saya ketemuan sama teman SD saya, cewek. Dia ujug-ujug nanya, “Jo, tiket lufthansa itu mahal ya?”

“Lha emang mau ke mana?” Saya pun kepo.

“Mau ke … ada tante di sana”.

Saya langsung cek harga tiket di aplikasi mobile Skyscanner. Dan dapetlah harga yang lumayan murah, dari situ mulai deh saya ngayal lagi. “Kayaknya seru yaa, gue ikuut!” Ini cuma asal jeblak doang kok. Saya mulai hunting tiket sampe jam 12 malem dilanjutkan sampe pagi tadi pas baru bangun tidur sampe di bis jemputan.

Ada 2 golongan orang yang ngasih komentar berbeda kalo saya mulai ngayal gak jelas kayak gini. Yang pertama orang yang ngedukung travel plan saya, dan yang lain orang yang menyuruh saya untuk berhenti bermimpi. Gpp kok, kalian bebas komentar apa aja. Ini sama aja kayak waktu saya bilang saya mau jadi pns, haduhhh udah berenti mimpi aja lo Jo, atau, udah nanti aja cerita-ceritanya kalo udah ketrima jadi pns, hihi. Dan ketika lulus, ada yang kaget. Gak percaya kan lo kalo gw bisa haha. Astaga sombongnya saya. Maap maap maap.

Tadi pagi saya kan tanya-tanya rute kereta dari satu titik ke titik lain ke teman yang pernah kuliah di Deutsch. Rute dari sini ke sana seberapa jauh? Tiketnya berapa? Dan pas saya kasih tau kalo saya cuma ngayal di pagi hari alangkah kagetnya saya dengar komentar dia. Toh saya ngayalnya realistis, disertai hasil googling berupa printscreen harga tiket pesawat serta foto rute dan waktu tempuh dari google map, hasil googling akomodasi/hostel dengan waktu keberangkatan yang valid. Yah kalo saya udah ada duitnya dan langsung beli tiket mah gak pake kata, i might There are two possibilities when we use the word might, bisa jadi bisa juga gak jadi. Hey, i might come to New Zealand one year from now. Gak ada yang tau kan yak.

“Hello, ngapain lo nanya ini kalo cuma ngayal? Ibaratnya lo mau married tahun ini tapi belum ada jodohnya.” #Jleb

Gilaak menohok banget. Hey, you dont know me. Susah deh kalo ngobrol bukan dengan sesama penyuka jalan-jalan dan pemimpi. Makin digituin saya malah tambah semangat buat cari duit dan nabung. Liat aja nanti ya. Kamu gak tau betapa dahsyatnya kekuatan mimpi haha.

Lah jangan disamain juga kali jalan-jalan sama nyari jodoh. Kalo jodoh itu diluar kuasa kita, sepenuhnya kuasa Tuhan. Kalo Tuhan berkehendak maka kita bakalan kawin kok. Kalo belum berkehendak mau udah pacaran 10 tahun juga belom tentu ujung-ujungnya jadi.

Saya nemu coret-coretan lama saya yang berisi keinginan saya untuk mengunjungi New Zealand akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013. Saya juga nemu catetan saya tahun 2011 tentang keinginan saya untuk mengunjungi satu negara. Ya Tuhan maafkan aku kalo telah sombong.

Traveling

Biaya Liburan di New Zealand

Dalam perjalanan dari Arthur's Pass ke Kaikoura. Foto diambil dari dalam mobil dengan kecepatan 100 km/jam.
Dalam perjalanan dari Arthur’s Pass ke Kaikoura. Foto diambil dari dalam mobil dengan kecepatan 100 km/jam.

Selamat pagiiiiiiii, selamat tahun baru 2015. Bagaimana malam tahun barumu? Serukah? Saya cuma tidur aja semaleman dan kebangun jam 23.45 saat mendengar bunyi jedar-jeder di dekat rumah dan langsung ngelongok ke luar rumah liat kembang api gratisan.

Seminggu yang lalu saya baru aja pulang dari New Zealand dan sejak pulang dari NZ saya sering dapet pesan di FB dan Whatsapp dari teman-teman, “Bisikin dong biaya perjalanan ke NZ?”

Baiklah, sebagai pembuka tahun 2015 saya mau posting biaya liburan saya selama 13 hari di New Zealand. Sejak awal beberapa bulan sebelum keberangkatan saya udah sibuk mencari teman jalan ke New Zealand di sini dan di kaskus (tapi gak ada respon). Biasanya saya lebih senang jalan-jalan sendiri tapi kalo transportasinya susah kan bingung juga mau mblasuk ke pelosok sendirian. Maka saya langsung inisiatif buat keliling pulau selatan dengan berkendara sendiri. Berhubung biaya rental mobilnya mahal, maka saya langsung bikin iklan nyari teman jalan. Dengan jalan bareng teman jalan biaya perjalanan dapat ditekan, kalo berdua kan lebih murah (dikiiiit).

Jadi total pengeluaran selama di nz adalah hampir 30 juta!! *mendadak sesak nafas*

Kurs dolar NZ waktu saya tukerin di money changer di Jakarta adalah Rp 9.760, kalo kurs di kartu kredit saya gak tau. Kalo transaksi di NZ dan dikonversi langsung ke rupiah jatohnya malah lebih mahal, I NZD = 1 AUD = > Rp 10.000. Sebagian besar transaksi saya selalu menggunakan kartu kredit selama masih di Jakarta.

New Zealand
New Zealand

Kalo solo traveling, biaya perjalanannya tidak lebih murah dari biaya yang saya keluarkan di atas, harga tiket bis antar kota antar propinsi aja udah mahal, belum lagi hostel. Tiket bis yang saya beli secara online langsung untuk 2 orang, jadi kena biaya kartu kreditnya cuma 1 kali. Kalo beli masing-masing jauh lebih mahal. Tiket bis termurah yang saya beli adalah nakedbus, tiketnya sih 5 dolar tapi ditambah biaya lain-lain jadinya 12,5 dolar perorang.

Akomodasi di NZ merupakan biaya terbesar selama saya traveling di NZ. Harga hostel dormitory minimal 30 dolar. Selama 12 malam saya hanya 1 kali menginap di kamar 5 bed dorm, yaitu di lake tekapo. Sisanya saya menginap di kamar private twin bed atau double, dengan dan tanpa kamar mandi di dalam ruangan. Kalau mau menginap di hotel atau apartemen biayanya bisa diatas 100 dolar. Kalo masih pada single sih ngapain ngeinep di apartemen, kecuali kalo bawa keluarga baru nanti saya akan menginap di apartemen (bookingnya di airbnb). Kamar yang saya sewa di NZ itu bersih-bersih dan nyaman, semua kamar dilengkapi dengan heater, karpet di dalam ruangan dan bantal. Untuk cerita kamar hostel nanti saya bikin postingan tersendiri aja deh.

Bensin di NZ terbilang sangat mahal, bensin termahal yang saya beli adalah di Franz Josef, harganya diatas 2 dolar banyak. Bensin termurah adalah di Bluff dibawah 2 dolar. Waktu saya booking rental mobil, lumayan ngebingungin juga. Saya nyari mobil dari perusahaan yang langsung menampilkan biaya total, gak pake biaya tersembunyi yang ujung-ujungnya malah mahal.

Dari sini udah ada bayangan kan berapa biaya pengeluaran di NZ. Biaya perjalanan ke New Zealand memang mahal, tapi sebanding dengan pengalaman yang didapatkan.  New Zealand itu negara yang cantik, tapi mahal. Apakah kalian siap mengunjungi New Zealand?  Nabung yuuuuuuk!