Traveling

Stirling Point [NZ Roadtrip]

 

DSC_0186
Signpost Stirling Point

“Hari ini gantian kamu yang nyetir yah!”

Dig dug dig dug jantung saya berdebar dengan kencang dan keringat dingin mengucur dari dahi saya. Saya? Nyetir? Ahh becanda kamu, hahhaa! *gemeteran

Saya emang pernah bawa mobil tapi saya nggak jago-jago banget nyetir. Ini di luar negeri, di kampung orang! Tapi saya nggak boleh menunjukan ketakutan saya saat itu. Saya  harus gentle, maka saya pun langsung mengiyakan ketika diminta untuk mengambil alih kemudi. Continue reading “Stirling Point [NZ Roadtrip]”

Advertisements
Traveling

Berdiam Diri di Lake Gunn

DSC_0018
Lake Gunn

Salah satu cita-cita saya saat melakukan perjalanan ke Selandia Baru adalah hiking, trekking atau sekedar jalan-jalan singkat ke dalam hutan. Saya cuma mau melihat hijaunya hutan yang dipenuhi lumut dan menghirup segarnya udara hutan. Saat mengunjungi Milford Sound yang berlokasi di Fiordland National Park saya nggak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Setelah bermalam di Milford Sound Lodge selama  satu malam, kami melanjutkan perjalanan ke Te Anau. Kami sengaja melakukan perjalanan sejak pagi hari supaya bisa banyak berhenti di spot tertentu yang pemandangannya kecehh. Saat dalam perjalanan dari Milford Sound ke Te Anau saya melihat ke arah sebelah kanan jalan dan sepertinya saya melihat kayak ada jurang yang saaaaangat dalam. Saya ngerasa agak-agak merinding gitu sambil mikir kok bisa ada jurang yang begitu dalam dan curam di pinggir jalan raya. Memang sih di sekitar jalan itu dikelilingi gunung-gunung yang menjulang tinggi tapi masak langsung ada jurang menganga di pinggir jalan. Karena penasaran saya pun langsung memakai kacamata dan betapa malunya saya pada diri saya sendiri, ternyata warna biru gelap yang saya sangka jurang ternyata adalah danau 😀 Continue reading “Berdiam Diri di Lake Gunn”

Traveling

Franz Josef – Hokitika [NZ Road Trip]

:-)
Dunno where, otw ke hokitika pastinya  🙂

H-3 sebelum menyelesaikan perjalanan di New Zealand kami memutuskan untuk mengunjungi Kaikoura. “Kaikoura? Di mana pula itu!” Tanya saya dalam hati setelah membaca pesan di whatsapp. Setelah browsing atraksi menarik dan melihat lokasi Kaikoura melalui Google Map maka saya pun setuju untuk singgah di sini. Ohh ada paus, baiklah! Dulu saya agak pusing ngakalin gimana caranya supaya kami bisa ke Kaikoura ini. Christchurch adalah titik awal untuk memulai dan mengkahiri perjalanan kami selama di New Zealand, dan sebagian besar waktu kami dihabiskan di bawah Christchurch sampai paling bawah paling ujung selatan pulau selatan Selandia Baru (bukan stewart island). Sedangkan Kaikoura ini letaknya di atas Christchurch. Liat peta yah.. Continue reading “Franz Josef – Hokitika [NZ Road Trip]”

Traveling

15 Hari di Australia – New Zealand

Jalan menuju lokasi syuting Lord of The Ring
Jalan menuju lokasi syuting Lord of The Ring

Jalan-jalan ke NZ ini adalah rekor perjalanan saya yang terlama. Terakhir kali jalan-jalan saya paling lama cuma 10 hari doang.

Selama 15 hari itu, di New Zealand saya telah menempuh jarak sejauh 2.783 kilometer dengan menggunakan 2 bus dan 1 mobil dalam waktu 12 hari. Sedangkan di Melbourne nggak keitung saya udah melangkahkan kaki berapa langkah karena diajak keliling kota sama Dominic plus diajak nyasar pulak.

Di New Zealand kami berkendara selama 10 hari sejauh 2.269,5 kilometer dari Queenstown sampai ke Christchurch. Naik bus 2 kali dengan jarak 238 kilometer dan 275 kilometer. Berapa konsumsi bbm selama roadtrip 10 hari itu? Nanti yah di postingan berikutnya.

Ide roadtrip di NZ ini muncul setelah saya browsing sana sini, katanya cara terbaik untuk menikmati keindahan New Zealand adalah dengan cara roadtrip supaya kita bebas bisa berhenti di mana aja buat foto-foto atau sekedar menikmati pemandangan yang buagus. Sebenarnya saya bisa aja memulai roadtrip dari Queenstown sampe ke Christchurch atau sebaliknya tapi karena tujuan utama saya adalah Lake Tekapo yang terletak diantara Christchurch dan Tekapo, maka saya memilih untuk memulai perjalanan dari Christchurch sampai ke Christchurch lagi (Christchurch Loop). Continue reading “15 Hari di Australia – New Zealand”

Traveling

Berburu Anjing Laut (New Zealand Fur Seal)

Bangun dari bobok siang
Pose angkuh 😀

Saya nggak nyangka bakalan ketemu sama salah satu binatang yang sering saya liat di NatGeo Wild, yupp Seals atau Anjing Laut. Dulu saya pernah liat hewan ini di pertunjukan di Everland, Korea, tapi saya gak yakin juga yang saya liat itu anjing laut atau singa laut, abisan mirip banget sih. Sayang banget foto-foto perjalanan saya ke Korea yang pertama kali hilang, jadi gak bisa nyocokin deh.

Saya pertama kali liat kawanan anjing laut yang lagi pada jemuran itu waktu lagi cruise di Molford Sound, itupun jumlahnya cuma sedikit dan gak bisa saya deketin karena liatnya dari atas kapal. Anjing laut dan singa laut digolongkan dalam jenis Pinnipedia. Anjing laut bertubuh licin dan cukup besar. Mereka masuk dalam jenis mamalia laut. Saya sendiri bingung bedain anjing laut, singa laut dan gajah laut, nah lo baru tau kan ada gajah laut? Continue reading “Berburu Anjing Laut (New Zealand Fur Seal)”

Traveling

Saya harus pergi! [NZRoadTrip]

Salahkan foto ini, saya jadi pengen balik ke sana
Salahkan foto ini, saya jadi pengen balik ke sana

Saya harus pergi! Saya nggak bisa menunggu lebih lama, kalo bukan sekarang kapan lagi!? Saya harus menghadapi pergulatan batin kegalauan yang cukup lama ketika memutuskan untuk mengunjungi Middle Earth. Awal tahun 2013 ketika nama saya masuk menjadi salah satu peserta yang berangkat ke Australia saya senang bukan kepalang, berarti saya bisa bolos les beberapa hari dan ke NZ dong! Bukan semangat karena akan mengunjungi benua Australia tapi semangat karena pengen melipir ke sodaranya Australia itu. Tapi tapi tapi, saat itu saya masih takut untuk melakukan perjalanan solo di musim dingin di NZ. Saya juga takut bolos dari kampus karena nilai saya bakalan jeblok. Saya udah bikin itinerary perjalanan dan browsing tiket rute Brisbane – Christchurch atau Queenstown, saya juga udah bawa berkas formulir aplikasi visa Selandia Baru dan dokumen asli (kartu keluarga, akta kelahiran) buat jaga-jaga kalo misalnya saya mau apply visa di Sydney. Aaah terlalu banyak pertimbangan, akhirnya malah nggak jadi. Continue reading “Saya harus pergi! [NZRoadTrip]”

Traveling

Jalanlah di Jalan yang Lurus dan Benar

Jalan yang lurus dan benar :-D
Jalan yang lurus dan benar 😀

Minggu lalu saya ngoprekin koleksi foto-foto NZ di external harddisk dan saya menemukan foto ini. Foto ini dijepret di hari pertama nyewa mobil di New Zealand dalam perjalanan dari Glenorchy – Queenstown – Te Anau. Ini adalah TKP, lokasi di mana si cici ngantuk dan nyetirnya agak oleng ke kanan dan kami dilaporin pengendara di belakang kami sampe ditilang ibu polisi New Zealand, kalo gak salah ya.

Walaupun udah dikasih jalanan sebagus dan selancar ini dengan pemandangan sebagus ini teteup aja bikin ngantuk kalo nyetirnya kelamaan. Ya abis mau gimana lagi emang udah kodratnya manusia kalo ngantuk emang kudu tidur hahaha. Saya aja yang ga nyetir ngantuk apalagi yang nyetir, pengen tidur tapi gak enak, eh tapi saya ketiduran juga, baru kebangun pas mobilnya agak oleng ke kanan. Kami berdua langsung melek dan seger. Continue reading “Jalanlah di Jalan yang Lurus dan Benar”

Traveling

Selamat Datang di Te-ka-pe [NZRoadTrip]

Lake Tekapo. Foto bukan dari internet, tapi langsung dari kameraku yeayyy :-)
Lake Tekapo. Foto bukan dari internet, tapi langsung dari kameraku yeayyy 🙂

Awalnya tujuan saya ke New Zealand adalah kepengen menikmati perbukitan hijau yang dikelilingi titik-titik kecil yang nampak di kejauhan, sambil duduk-duduk santai dan hiking di Taman Nasional di New Zealand, tapi entah kenapa setelah sampai sana malah berubah pikiran.

Jadwal perjalanan di New Zealand yang selama 13 hari 12 malam itu ternyata menjadi sangat padat. Kami harus membuat itinerary jauh-jauh hari sebelum apply visa untuk memberikan gambaran seperti apa perjalanan yang nantinya akan kami lakukan. Untuk mengakomodir keinginan kami berdua maka kami harus membuat rute berdasarkan keinginan kami, yaitu Christchurch Loop (gak muterin keseluruhan juga sih), yaitu memutar dari atas ke bawah, trus ke atas pulau selatan lagi. Mengingat keterbatasan waktu dan budget, tidak semua tempat bisa kami datangi. Saat itu saya cuma kepengen kepengen ke Lake Tekapo, Milford Sound dan mblasuk ke hutan hujan, sementara teman jalan saya, sebut saja cici JT yah, kepengen melihat pinguin dan paus di ujung dan ujung, saya sih asik-asik aja.

Jadi kami bagi tugas, sebelum berangkat ke Selandia Baru tugas saya adalah booking semua penginapan, booking online tiket bus, booking sewa mobil dan membuat itinerary secara garis besar. Sementara ci JT yang ngurusin rute di lapangan, saya sih ngekor aja mau ke mana dan ngapain. Saya udah pusing bikin itinerary sebelum berangkat, jadi pas di lapangan saya udah gak kepikiran lagi mau ke mana-mana aja. Bahkan saya udah gak kepikiran buat sewa GPS. Continue reading “Selamat Datang di Te-ka-pe [NZRoadTrip]”

Uncategorized

Pelarian Kriminal [NZRoadTrip]

Dalam perjalanan menuju Te Anau
Dalam perjalanan menuju Te Anau

Selama 12 hari di New Zealand hampir setiap hari waktu saya dihabiskan dengan cara berkendara dengan mobil maupun dengan bus antar kota antar propinsi. Untuk menghemat biaya sewa mobil, selama 2 hari pertama saya menggunakan bus antar kota antar propinsi untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bus di New Zealand di seluruh kursinya dilengkapi dengan sabuk pengaman untuk keselamatan penumpangnya. Komposisi kursi perbaris di bus yang saya gunakan adalah 2-2. Skip cerita tentang bus, mari kita lanjutkan dengan cerita roadtrip dengan mobil sewaan apex di hari pertama.

Tanggal 14 Desember 2014 jam 8 pagi, atau hari ke 3 saya di New Zealand saya bersama dengan travel partner saya mendatangi perusaah penyewaan mobil di Queenstown untuk mengambil mobil yang telah kami pesan 1 bulan sebelumnya. Jarak dari hostel menuju Apex Car Rental Queenstown tidak jauh, cukup dengan berjalan kaki 1 menit kami sudah bisa mencapai kantor Apex.

Kantor Apex Queenstown City
Kantor Apex Queenstown City

Kami mendatangi seorang mas-mas bule sambil menyerahkan bukti print out bookingan yang telah saya print dari internet. Setelah memberikan bukti print-an, si mas bule meminta SIM Indonesia dan SIM internasional kami untuk dicek dan disesuaikan dengan data yang telah kami entry pada saat booking di internet. Setelah dicek keasliannya, si mas bule meminta kartu kredit yang akan digunakan untuk transaksi. Dia menawarkan apakah kami ingin melakukan transaksi dalam mata uang Dolar New Zealand atau Indonesian Rupiah. Berhubung itu kartu kredit teman saya maka saya membiarkan dia yang memutuskan untuk memilih menggunakan kurs mana, ya iyalah masak saya yang ngatur haha.

Setelah transaksi selesai kami diberikan print-an semacam kontrak perjanjian, struk pembayaran dan brosur yang berisi keterangan mengemudi di New Zealand. Oh iya, sebelumnya kami ditawarkan apakah ingin menyewa GPS atau tidak, kami sih pilih sewa GPS daripada nantinya bensin kebuang sia-sia karena kesasar. Harga sewa GPS 2 dolar perhari, lumayan murahlah. Kami juga ditawarkan untuk membeli bensin yang sudah terisi penuh di tangki mobil, tapi kami menolaknya. Kami lebih memilih untuk mengembalikan mobil dalam keadaan bensin penuh nantinya.

Ok, mobil sudah siap, GPS sudah siap, peta hasil jarahan dari pusat invormasi yang tersedia di Queenstown pun sudah siap, bensin sudah terisi penuh, langkah selanjutnya adalah mempelajari rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di New Zealand. Setelah mempelajari panduan berkendara di New Zealand, kami pun langsung cap cuss.

Masih kinclong baru diambil dari rental
Masih kinclong baru diambil dari rental

Tujuan pertama kami di hari pertama berkendara di New Zealand adalah Glenorchy. Perjalanan dari Queenstown City ke Glenorchy memakan waktu kurang lebih selama 45 menit.

Setelah puas menikmati pemandangan di Glenorchy kami pun melanjutkan perjalanan ke Te Anau. Untuk menuju ke Te Anau kami harus kembali melewati Queenstown, ke titik awal kami memulai perjalanan pertama kali. Di hari pertama berkendara ini saya masih belum berani bawa mobil karena masih belum tau peraturan di jalan raya. Kami masih harus menyesuaikan diri mengikuti pengendara lain. Jalanan di New Zealand memang sepi tapi di tengah jalan saya sering melihat bangkai binatang seperti tupai dan burung. Kasian banget si tupai yang lucu-lucu ini, mereka mengehempaskan napas terakhir di jalan raya akibat tabrak lari, siapa suruh nyebrang ga liat-liat jalan hehe.

Sepanjang perjalanan dari Queenstown ke Glenorchy kami disuguhi pemandangan danau turqoise dan pegunungan salju yang amat sangat indah. Sepanjang jalan mobil kami selalu beriringan dengan pesepeda-pesepeda, saat itu memang sedang ada perlombaan. Gak kebayang ngegoes sejauh dan di kontur jalanan berkelok-kelok dan berbukit-bukit kayak gitu. Mending kalo lagi turunan bisa nyantai, tapi kalo lagi nanjak harus gowes sekuat tenaga sampe betis bekonde haha. Tapi kerenlah viewnya, saya juga mau kalo dibonceng haha

Ok ok, lanjut ke cerita selanjutnya yang lebih seru. Kan kami udah beberapa jam nyetir tengah hari bolong, lama-lama mbak travel partner saya, sebut saja JT, ngerasa ngantuk. Saya aja yang disopirin ngerasa ngantuk apalagi dia. Saya juga sempat diem-diem tidur sebentar, tapi kan ga enak juga ya, saya langsung bangun lagi. Nah pas dalam perjalanan dari Queenstown ke Te Anau itu lagi-lagi kami disuguhi pemandangan super duper keren. Ceritanya pemandangannya itu pegunungan, perbukitan hijau yang dikelilingi titik-titik kecil yang merupakan ratusan ekor domba gendut. Huaa keren! Hooiii kereen. Trus kami ngantuk lagi deh di jalan, nah pas saya lagi tidur tau-tau mobil sedikit oleng ke kanan, wohooo si mbak JT sepertinya ngantuknya tambah parah, ingin rasanya saya mengambil alih setir kemudi dan menggantikannya nyetir, tapi kan saya belum belajar mobil matik.

Pas lagi nyetir sambil menahan kantuk kami komentarin mobil-mobil yang lewat, wahh ini pasti mobil rentalan nyetirnya lama, wah ini pasti mobilnya orang lokal. Trus kami nyanyi-nyanyi lagunya Judika, yang judulnya Aku yang Tersakiti. Trus kami ngantuk lagi deh.

Lengang
Lengang

Pas lagi di tengah jalan yang kanan kirinya perbukitan kosong, ujug-ujug dibelakang kami melihat ada mobil patroli polisi. Kami cuek aja dong jalan terus. Kebetulan di belakang kami ada mobil sewaan juga yang warnanya orange. Si mobil orange di belakang kami langsung menepikan mobilnya dan kami ketawa-ketawa cekikikan. Wahhh ada yang ditilang huahahaha.

Eh tapi kok ya setelah si mobil orange menepi, mobil patroli polisinya mengikuti kami. Lhoooo? Dari situ perasaan saya mulai nggak enak. Kok bisa gitu ada mobil polisi ujug-ujug nongol di tengah jalan di samping bukit dan nongol di belakang kami, dan udah ada di depan kami menghentikan mobil kami. Maaaaaaaakkk!!! Salah apa saya sampe ditangkep bu polisi??

Si ibu polisi tiba-tiba turun dari mobil patroli dan menanyai kami. Bu Polisi itu nanya, “Hai, tau gak apa kesalahan kalian? Saya dapet laporan kalo kalian nyetirnya oleng ke kanan dan melewati garis kuning? Boleh pinjem SIM-nya nggak”?

Kami cuma bengong antara percaya dan nggak percaya. Seriusan nih ditilang polisi? Di hari pertama nyetir? Oh tidaaaaaaak!!

Lagi ditilang bu polisi
Lagi ditilang bu polisi

Untungnya si ibu polisi baek, kami cuma dikasih teguran pertama aja nggak sampe didenda dan bayar denda. Dari mana duitnya kalo kami sampe harus bayar denda? Di pikiran terburuk saya adalah kami bakalan dimasukan ke sel penjara dan di deportasi ke Indonesia dan batalah rencana liburan roadtrip kami di New Zealand selama 10 hari ke depan. Tidaaaaaak. Oh Tuhan tolonglah aku hapuskan rasa cintaku, akupun ingin bahagia walau tak bersama diaaaaaaaaaa..!! Salah, ini lirik lagunya Judika hahahaha.

Dengan tampang bego kami cuma minta maap aja, belaga bloon, “Maaf, ini hari pertama kami berkendara di sini, kami belum tau peraturan di sini.”

Kenapa si bu polisi bisa sampe ada di tengah jalanan berbukit dan tiba-tiba menilang kami? Ternyata karena ada pengemudi di belakang kami yang ngadu, dia telepon ke polisi patroli dan melaporkan kalo ada 2 orang cewek di mobil toyota yaris yang nyetirnya ngelewatin garis kuning! Weeeks beraninya ngadu bu polisi!! Pan di jalan raya sepinya bukan main, kami pun lengah karena ngantuk sehingga mobil kami secara tidak sengaja melewati garis pembatas di tengah jalan yang berwarna kuning. Setelah saya baca di buku panduan menyetir di NZ, kalo ada garis kuning itu gak boleh dilewati, gak boleh nyelang mobil yang ada di depan karena sangat berbahaya. Bagus sih ya perturan di NZ ini dibuat untuk keselamatan pengguna jalan. Bahkan di speedometer di depan setir mobil kami aja ada sticker yang bertuliskan KEEP LEFT!

Saat itu saya berasa kayak lagi ada di adegan film hollywood. Kejar-kejaran dengan mobil patroli polisi dan sampe dikejar helikopter segala. Berasa kayak kriminal pake ada acara ditilang ibu polisi haha.

Pengalaman-pengalaman, dari situ kami jadi lebih berhati-hati dalam berkendara. Gak lagi melewati batas kecepatan. Gak berani nyelang mobil yang ada di depan. Jadi pengendara sebaik-sebaiknya karena kami udah punya catatan di kepolisian New Zealand hahha. Kami nyetir dengan kecepatan maksimal 100 kilometer perjam dan membiarkan mobil-mobil di belakang kami melewati kami. Selowwww aja gaes hehe.

Traveling

Berkendara di New Zealand [NZRoadTrip]

Mobil sewaan nangkring di halaman Lazy Dolphin Lodge
Mobil sewaan nangkring di halaman Lazy Dolphin Lodge

Kalo kalian ingin traveling di New Zealand cobalah dengan cara menyewa mobil. Ada kenikmatan tersendiri kalo road trip di NZ. Dengan berkendara sendiri kita bisa bebas berhenti di mana aja dan puas menikmati keindahan pemandangan alam NZ yang superrrr. Setir mobil di NZ sama kayak di Indonesia, ada di sebelah kanan. Rambu-rambu lalu lintas di New Zealand itu gak banyak dan hampir di seluruh pelosok gak ada yang namanya lampu merah. Saya cuma liat ada lampu lalu lintas di Christchurch, karena emang mobilnya banyak banget.

Gimana cara memilih perusahaan rental mobil yang terpercaya?
Sesuai selera ini sih ya, ada banyak perusahaan rental mobil dan camper van di New Zealand. Cara menyewanya pun gampang banget. Syaratnya cuma 2, kita harus punya kartu kredit dan SIM. Saya pernah baca kalo SIM Indonesia yang diterjemahkan ke bahasa inggris bisa dipake di New Zealand, tapi gak tau juga ya, buat jaga-jaga saya bikin SIM Internasional juga. Syarat untuk membuat SIM internasional juga gampang banget. Yang pertama niat, trus siapkan pasfoto 2 lembar, fotocopy paspor, fotocopy KTP, fotocopy SIM, dan uang Rp 250.000. 5 menit langsung jadi, bisa ditunggu. Data kartu kredit dibutuhkan buat jaminan, jadi pada saat booking kita entry data kartu kredit secara detail. Pas ambil mobilnya di NZ baru deh transaksi dilakukan dengan cara didebet langsung dari kartu kredit. Tips! Mendingan pas lagi transaksi pake kurnya New Zealand Dolar aja jangan dikonversi ke IDR karena jadi mahal. Continue reading “Berkendara di New Zealand [NZRoadTrip]”