Traveling

Cerita Transit

20150923_084106
Setelah transit di Abu Dhabi

“Just landed in KLIA2!”
Itulah status saya di medsos ketika tiba di terminal kedatangan KLIA setelah terbang selama 2 jam dari Bandara Soekarno-Hatta. Perasaan saya saat itu antara senang, excited, lapar, takut dan mules karena belum melakukan ritual pagi di WC haha. Jujur saja saya sebenarnya agak takut saat terbang ke Kuala Lumpur pagi itu, entah kenapa saya keinget kecelakaan pesawat terus. Saya ingetnya lagi nonton berita tentang proses evakuasi penumpang pesawat di dalam laut. Ohh nggak baik ngebayangin yang beginian disaat terbang. Alhasil selama duduk di baris nomor 1 di pesawat saya sibuk komat-kamit berdoa dan memegang sandaran tangan dengan erat. Seandainya di sebelah kanan saya ada orang, cowok, ganteng, masih lajang, bisa jadi tangan dialah yang saya pegang dengan erat haha *ngarep Continue reading “Cerita Transit”

Traveling

B2, Transit dan Sydney Airport

20141224_100348

Apa yang akan kamu lakukan saat transit di bandara tersibuk nomor 1 di Australia dalam waktu 8-9 jam? Mungkin kamu akan menyempatkan untuk keluar dari bandara dan melakukan perjalanan ke pusat kota Sydney dalam waktu seharian. Tadinya rencana saya juga begitu, tapiii karena udah tepar 15 hari di jalan maka saya mengurungkan niat saya. Saya sempat galau lumayan lama setelah turun dari pesawat Air New Zealand yang telah membawa saya ke Sydney International Airport pagi itu. Setelah keluar dari pesawat, hal pertama yang saya lakukan adalah mengambil brosur The Official Sydney Guide English Edition, kemudian saya masuk ke toilet wanita ikutan antri diantara para emak-emak bule. Continue reading “B2, Transit dan Sydney Airport”

Traveling

Kecurigaan yang Berlebihan [NZRoadTrip]

Pesawat yang akan membawaku ke Melbourne
Pesawat yang akan membawaku ke Melbourne

Heilooooo Bijo is Back!! Apa kabar WPers?? Bagaimana liburan akhir tahunmu?

Saya baru aja kembali dari perjalanan selama 15 hari ke Selandia Baru dan membawa pulang banyak baju kotor cerita. Perjalanan dari Jakarta menuju Christchurch ditempuh dalam waktu 13 jam karena harus transit sebanyak 2 kali dan 3 kali naik pesawat. Baiklah saya mulai dengan cerita hari pertama yaitu perjalanan dari Bandara Soekarno Hatta menuju KLIA2 dan Tullamarine Airport aja yak.

Jadi 4 hari sebelum berangkat ke New Zealand saya itu ga bisa tidur karena terlalu semangat. Saya sampe capek sendiri mikirin persiapan perjalanan saya ke New Zealand. Pesawat yang saya tumpangi adalah pesawat rute CGK-KUL-MEL. Kalo udah ga bisa tidur kepala saya migren, kalo udah migren saya bisa uring-uringan nahan sakit.

Pesawat yang saya tumpangi boarding pukul 05.45 dengan tujuan Kuala Lumpur. Waktu transit di Kuala Lumpur saat memasuki gate setiap penumpang diharuskan melewatkan pemeriksaan dokumen oleh staf airline. Saat saya memasuki ruang tunggu saya kebagian dicek oleh petugas orang india. Saya harus memperlihatkan boarding pass, passpor dan KTP. Padahal penumpang lain yang diperiksa oleh petugas cewek di samping saya ga sampe segitunya (nunjukin paspor) ke penumpang lain. Ditanya-tanyalah saya, “Mau ke mana, berapa lama, ngapain? Mana paspornya?” Continue reading “Kecurigaan yang Berlebihan [NZRoadTrip]”

Uncategorized

Akhirnya jadi juga… Visanya

Hari jumat minggu yang lalu hampir seharian saya selalu dapet panggilan telepon, mulai dari si bos yang lagi dines ke daerah, mas sales, temen kuliah, sampe dari kedutaan Australia.

Ini sih yang paling saya tunggu-tunggu, pagi-pagi sekitar jam 9an saya dapet telepon dari nomor ga dikenal. Suara mbak-mbak di telepon suaranya kok familiar kayak pernah denger gitu. Dia menanyakan rencana kedatangan saya ke Australia, kapan, berapa lama dan ke kota apa aja. Padahal kan di itinerary dan dokumen permohonan aplikasi visa sudah dilampirkan tiket pesawat pergi pulang. Mungkin untuk konfirmasi aja kali supaya lebih jelas. Terakhir si mbaknya bilang, “Ok sebentar lagi visanya akan keluar”. Yippiiiieyyy

Saya santai aja soal visa transit ini, soalnya udah dapet visa nz-nya. Siangnya sekitar jam 12an saya ngecek email, visa transitnya udah dikirim. Waktu saya liat nama pengirimnya, saya sampe mikir mencoba inget-inget gitu, kok ga asing yah. Sepertinya ga asing deh. Oalah ternyata dulu saya pernah bertemu dan ngobrol dengan mbak visa ini waktu di Menteng.

Visa udah beres, hostel dan tiket bus juga udah dibooking. Sekarang yang saya pusingin adalah biaya hidup selama di sana, tiap hari saya ngecek website BI liatin kurs dolar, kali aja abis pelantikan presiden nanti kursnya turun drastis, amin. Saya stress kali liat kurs dolar, kapan ya bisa kembali lagi ke angka dibawah 5000 rupiah. Baiklah saya akan kembali bekerja. Selamat berhari senin teman-teman!!