Traveling

[Thai Trip] Gara-gara lost in translation

image

Ok, mari kita lanjutkan cerita perjalanan dari Thailand 4 bulan yang lalu. Saya juga udah agak lupa sebenarnya hehe. Daripada terhapus begitu saja di memori lebih baik diposting iya tak?!

Jadi tanggal 31 Januari 2014, setelah kami seharian keliling Grand Palace sampe gosong, saya dan TaTi (Tami dan Tina) melanjutkan perjalanan ke Wat Pho, kuil yang terletak tidak jauh dari kompleks Grand Palace. Kita dapat ke sana dengan cara berjalan kaki, ga perlu naik angkot, eh tuk-tuk. Kami baru ngeh kalo kami belum sempat makan siang, sarapan pun cuma makan roti tawar di hotel, lagian menunya American style breakfast yang kebanyakan b2, hiks. Untung pagi-pagi saya udah sarapan Pad Thai yang dijual di pinggir jalan. Kami tertunda keluar kompleks Grand Palace karena kedatangan putri Thailand, jadi pintu gerbang di tutup. Tami dan Tina sudah menunggu di luar kompleks, sementara saya masih di dalam kompleks bersama dengan penunjung lainnya menunggu pintu di salah satu paviliun di buka, yup saya terjebak di sana. Continue reading “[Thai Trip] Gara-gara lost in translation”

Traveling

Hari Pertama di Thailand

Bulan Januari yang lalu saya diajak ngetrip ke Legoland, tapi… Ga jadi. Jadwalnya bentrok sama trip ke Thailand. Dengan berat hati saya terpaksa menolak ajakan temen kantor seruangan dan lebih memilih jalan-jalan bareng Tami dan Tina, masih temen kantor juga sih tapi beda bagian.

Kami ke Thailand tanpa persiapan sama sekali, kecuali bawa tiket, duit pas-pasan, sama paspor. Kami belum booking hotel dan belum tau mau ke mana dan nginep di mana. Tingkat kemalasan kami emang kelewatan, padahal di tangan kami selalu megang hp, tinggal googling doang pan yak susah bener.

Kami berangkat ke Bangkok dengan menggunakan pesawat Air Asia. Ini adalah kali pertama saya terbang naik AA. Kami mendapatkan tiket seharga 600 rebuan sekali jalan (udah termasuk asuransi, inflight meal dan pilih kursi sebaris ber-3). Kesan pertamaku dengan AA adalah nyaman, landingnya mulus, makanannya enak ada rasanya, iklan Airasia di mana-mana, di tutup bagasi kabin, joknya kulit bukan beludru kayak garuda, tapi ga ada inflight entertainment, secara keseluruhan okelah, ada harga ada mutu. Perjalanan selama 3,5 jam agak-agak membosankan, kalo mau hiburan kudu nambah bayar lagi. Saya kan ogah rugi alias pelit haha. Daripada bengong mendingan juga tidur, mau ngapain lagi coba. Continue reading “Hari Pertama di Thailand”