Cerita Rumah Baru

DSC_0386

Bukan rumah saya

Pagi ini saya nggak berhenti senyum-senyum sendiri setelah inget mimpi indah semalem. Eh bukan deng, saya senyum sendiri setelah liatin berkas map yang numpuk di meja kamar pas lagi nyapu ngepel. Berkas di dalam salah satu map berwarna putih ini berisi perjuangan saya selama setahun ini untuk memiliki seonggok bangunan yang dinamakan rumah. Jadi ceritanya kemarin saya abis akad nikah kredit di bank untuk mengajukan proses kredit kepemilikan rumah tapak.

Informasi yang kurang jelas dari pihak pengembang membuat saya harus bolak-balik ke bank untuk melengkapi beberapa dokumen yang sebelumnya tidak diinfokan oleh pengembang. Hari Kamis minggu lalu saya udah ke bank untuk akad kredit tadinya, saya udah tanda tangan berkas di hadapan perwakilan dari notaris, namun setelah dilakukan pengecekan berkas ternyata terdapat kekurangan dokumen dan SP3Knya sudah expired. Batal deh akad kreditnya. Saya masih harus melengkapi dokumen yang kurang dan SP3K harus dibuat ulang oleh bank, dianalisa lagi, diverifikasi lagi. Tapi kemarin semuanya udah beres dan tuntas, Alhamdulillah.

Continue reading

Ke Korea Aku Kan Kembali

CIMG1710 Jeju-do

Tiba-tiba saya kepengen pulang kampung ke Korea lagi. Bukan apa-apa, hanya sekedar melepas rindu dengan negeri ginseng, dengan orang-orang yang nggak saya kenal, bertemu dengan teman-teman semasa les dulu atau sekedar menyasarkan diri di suatu tempat asing. Efek drama korea ternyata masih membekas di sanubari, halahhh bahasanya haha.

Siapa sangka dari keseringan nonton drama korea saya jadi jatuh cinta dengan bahasa dan kebudayaan korea. Saya labih lantang berbicara dalam bahasa korea daripada bahasa jawa walaupun banyak salahnya, pede aja hehe. Kalo ada tiket promo ke Korea 2 juta aja saya beli dah, kapan ya ada promo ke Incheon lagi #kode

Continue reading

Pengalaman Mengurus Visa Kanada

f6892b92b5bef04f6a6c7e70ffae0c82-1.jpg

Pada pengalaman mengurus visa kanada ini saya memiliki 2 pengalaman yaitu pengalaman mengurus Visa Kanada untuk diri sendiri dan yang kedua pengalaman mengurus visa kanada untuk orang lain yang merupakan travel partner saya nanti.

Mengurus visa kanada ini gampang-gampang susah. Gampang karena prosesnya cepat hanya memakan waktu 3 hari kerja dan susah karena saya nggak nemu formulir aplikasi waktu googling, gagal terus downloadnya jadi saya datang ke pusat aplikasi visa tanpa membawa print out formulir aplikasi visa.

Di sana tersedia sebuah computer untuk digunakan oleh pemohon, tapi kamu harus antri dan membayar biayanya. Tidak ada yang gratis di dunia ini, bung. Pada saat mengisi formulir aplikasi pastikan kamu telah mengisi data dengan benar sebelum divalidasi dan dicetak karena ini akan berpengaruh dengan data pada visa dan kantong. Maksudnya kalo salah isi formulir dan terlanjur sudah dicetak nanti bayar biaya cetaknya double, kan sayang duitnya bisa buat beli bakso 8 mangkok hihi.

Continue reading

American Dream (Ngimpi ke Amerika)

Hari ini 1 bulan lagi, travelmate saya akan berangkat ke Amerika dalam rangka piknik, iya piknik, asik yah! Dan kemudian 3 hari kemudian saya akan menyusul mereka ke Amerika, yeay!! Piknik-piknik! Piknik sudah dekat ibu-ibu, haha. Saya udah mulai ngerasa semangat, excited, deg-degan dan panik. Semangat karena libur sudah dekat. Excited karena akan berangkat sendirian ke Amerika. Panik karena kerjaan kantor lagi banyak-banyaknya. Dan deg-degan karena duit saya tinggal 500 rebu buat sebulan, saya udah abis-abisan membiayai perjalanan saya ke Amerika, mahaaaaaaaaallll!!

Setiap hari saya mulai sibuk bongkar pasang isi koper, browsing website customnya Amerika, TSA, Kanada dan ngecek nilai tukar dolar terhadap rupiah walaupun duit buat ditukar belum ada.Kan jarang-jarang dolar lagi murah, daripada transaksi pake kartu kredit ratenya jadi mahal mendingan bawa tunai. Toh sebagian penginapan udah dibayar dari sini, palingan cuma butuh uang buat belanja di groceries doang. Lagian juga nanti bawa makanan dari sini, hematlah ya. Continue reading

Piknik ke Gunung Munara

20160723_100352.jpg

Pemandangan dari Gunung Munara

Yeay, setelah sekian lama akhirnya ada yang ngajak saya piknik di akhir pekan, senangnya dududududu. Kalo nggak diajak saya nggak bakalan berangkat, mau menawarkan diri juga kok ya malu. Saya mah gitu orangnya hihi.

Piknik ini berawal ketika saya, Winny dan Mas Cumi makan siang bareng di kantin. Di kantin Winny ketemu temannya yang bernama Yossi dan mereka cerita kalo Winny mau kelayapan ke gunung sama Mas Wisnu. Wisnu? Namanya sih kayaknya familiar, tapi saya nggak yakin orang yang dimaksud Winny sama dengan orang yang saya kenal di blog. Winny soalnya salah nyebut nama belakang si pemilik nama makanya saya agak ragu untuk bergabung ketika Winny menceritakan rencana perjalanannya. Continue reading

Koper Baru

screenshot_2016-06-18-10-21-24-1.png

Foto dari sini

Jadi ceritanya sebulanan ini saya lagi seneng liatin model-model ransel di internet mulai dari yang bukaan seleting atas, seleting depan, warna ungu, hitam, pink, kapasitas 30 liter, 40 liter sampe 50 liter. Saya liatin ransel melalui hengpon sambil ngebayangin rtw selama 3 bulan ke negara impian saya. Ini cuma ngayal ya ceritanya. Sejak saat itu saya semangat kepengen beli ransel baru bukaan depan seperti koper yang kapasitasnya 40-50 liter. Saya sampe bela-belain nyamperin toko outdoor di beberapa mall buat nyari ransel impian saya, sampai pada akhirnya..

Pada suatu pagi, setelah bangun untuk siap-siap sahur saya mendadak nggak bisa menggerakan badan saya seperti biasa. Setiap gerak timbul rasa nyeri luar biasa pada tulang pinggul belakang saya. Untuk bergerak sedikit aja sakitnya nggak ketolongan. Lebay banget sih haha.

Continue reading

19 Tips Road Trip di Luar Negeri

20151002_111445

Vatnajokull Glacier Nampak di Depan

Beberapa waktu yang lalu saya membaca berita tentang kemacetan yang terjadi pada saat musim mudik di sepanjang jalan di pulau Jawa. Kemacetan membuat banyak orang stress dan kelelahan. Terutama di jalur yang sedang populer yaitu Brexit. Saya memang tidak mudik, namun dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya mudik dengan menggunakan kendaraan adalah perjalanan yang sangat melelahkan. Salah satu ketakutan saya adalah terjebak ditengah kemacetan selama 2 hari, ngebayangin duluan saya bisa mules dan panik. Tapi tetap aja nggak mengalahkan semangat untuk melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan. Momen mudik seperti ini yang sulit untuk dilupakan. Perjuangan untuk mencapai kampung halaman.

Sebetulnya saya bukan mau menceritakan tentang pengalaman mudik, namun saya mau cerita tentang pengalaman road trip yang pernah saya lakukan di beberapa negara. Melakukan perjalanan dengan menggunakan kendaraan roda empat di luar negeri membutuhkan persiapan yang matang dibandingkan di negara sendiri. Kondisi jalanan dan medan yang asing, peraturan lalu lintas, dan letak setir yang berbeda membuat kita harus selalu berhati-hati dan cepat menyesuaikan diri. Apalagi kalo lokasi road trip yang akan didatangi terletak di remote area dan jauh dari pusat kota dengan jumlah pom bensin yang terbatas. Continue reading