My Story

Pengalaman Melahirkan di Bidan

Kalo disuruh milih mau lahiran di bidan atau rumah sakit? Saya milih di bidan aja, karena saya kurang suka suasana rumah sakit, gimanaaa gitu. Alhamdulillah bulan lalu saya kesampaian lahiran anak pertama pervaginam di bidan.

Continue reading “Pengalaman Melahirkan di Bidan”
Traveling

Numpang Tidur di Lima

Tahun 2019 saya solo backpacking ke Amerika Selatan, ke Chile tepatnya, dan nggak sengaja terdampar di salah satu kota di Peru, yaitu Cusco. Tujuan saya ke Cusco tidak lain dan tidak bukan adalah sebagai persinggahan untuk mengunjungi situs bersejarah peninggalan suku Inca yang merupakan salah satu kejaiban dunia yang terdaftar dalam warisan dunia UNESCO. Tapi saya bukan mau cerita tentang Cusco.

Continue reading “Numpang Tidur di Lima”
My Story

Cerita 2020

Gak berasa 4 hari lagi kita akan menyambut tahun 2021, cepet banget. Rasanya baru kemarin saya nggak bisa tidur di malam tahun baru setelah nama saya masuk dalam SK “extra”. Iya, sampe segitunya saking nggak maunya terlibat dalam urusan administrasi keuangan. Kerjaan saya jadi double. Di subdit iya, di TU iya. Saya stress sampai beberapa hari di awal tahun 2020. Saya paling malas rapat di luar jam kerja, itu alasan utamanya sih. Maunya kerja pulang tenggo dan istirahat di rumah. Tenggo aja udah makan waktu 12 jam di kantor & di jalan, kalo melebihi tenggo saya akan tiba di rumah jam 9 malam, 6 to 9, big no no!!

Continue reading “Cerita 2020”
My Story

Persalinan Impian

2 hari lalu saya ke klinik untuk USG, dan di situ ketauan kalo air ketuban dedeknya kurang. Saya jadi sedih dan langsung mencoba untuk banyak-banyak minum air putih. Langsung gugling penyebabnya, semoga janinnya sehat-sehat, di akunya aja yang kurang minum. amin. *minum akua segalon*

Saya yang penasaran jenis kelamin dedeknya, pas usg kemarin itu baru keliatan jenis kelamin dedek bayi. Biasanya kalo diusg dia malu-malu, kali ini yang pertama keliatan malah jenis kelaminnya. Pas diusg 3d mukanya malah ga keliatan, ngumpet nempelin ke posisi plasenta.

Sekarang saya mulai mau mencari-cari provider yang sesuai keinginan. Kalau memungkinkan pengennya gentle birth, yang support IMD 1 jam, gaya bebas posisi bersalinnya gak cuma tiduran, penundaan pemotongan tali plasenta, boleh didampingi suami dan bolehin kangpoto (kakak saya) masup buat ambil foto/video, tim bidan/dokter jangan galak-galak, timnya sabar. Mau yang nyaman gitu. Pengen bersalin minim trauma. Pengen ke bidan Erie atau Novel di Depok tapi gak diijinin bapake, katanya yang deket aja. Suami maunya saya lahiran di RS, saya maunya di bidan atau rumah didampingi keluarga.

Kalo boleh milih pengennya homebirth didampingi bidan. Waterbirth juga mau. Tapi emang ada bidan yang mau dipanggil ke rumah? Biayanya berapa? Saya sering liat ig orang bule, kayanya nyaman lahiran di rumah. Ada yang ujug-ujug keluar bayinya sehat-sehat dan selamat di kamar mandi, mak prucut, ibuknya senyum, bapaknya yang nangis haha. Jauh dari sebelum nikah saya udah sering liat video orang melahirkan, sekarang juga masih, kadang pake nangis liatnya haha.

Sebentar, afirmasi positif dulu ya. Aku sehat, janinku sehat, rahimku sempurna. Plasenta sehat, tali plasenta sehat dan tanpa lilitan, selaput ketuban sehat dan kuat, air ketuban sehat, jernih dan cukup. Persalinanku nyaman, lancar, cepat, bahagia, rileks, minim trauma, tanpa sobekan perineum. Bayiku sehat, sempurna, selamat. Ibuknya juga sehat. Amin.

Katanya afirmasi adalah doa. Makanya sering-sering afirmasi positif dan memberdayakan diri.

Masa kritis persalinan katanya sesudah proses kelahiran, ibuknya harus terus dipantau. Pendarahan bisa terjadi dan mengancam nyawa. Makanya amannya sih lahiran di RS. Tapi kembali jaman dulu, banyak juga ibu-ibu yang bersalin alami tanpa pengobatan. Sendiri aja melahirkan di rumah. Minggu lalu saya ikut kelas napas dan persalinan tanpa mengejan online, ilmunya bermanfaat banget. Gimana cara supaya bisa relaks dan mengatur napas saat gelombang cinta datang. Yoga/prenatal workout masih kadang-kadang.

Tujuan saya posting ini buat nanya ibuk-ibuk blogger yang pernah melahirkan, cerita dong pengalaman melahirkan kalian. Dan adakah yang punya rekomendasi RS/klinik/bidan yang support gentle birth/IMD/ramah di daerah Tangerang Kota?

My Story

Pengalaman Mencoba Tes Kesuburan

I want a baby, uwuwuwu!!! Hampir 1 tahun menikah kami belum juga diberi keturunan. Kalo liat orang hamil bawaannya sirik aja saya, sambil komentar “Gampang amat punya anak”. Padahal kita gak tau ya proses di belakangnya, bisa jadi mereka udah usaha dan doa bertahun-tahun, ngeluarin duit banyak buat punya anak, udah julid aja wkwk. Tapi saya kalo udah liat bayi, bawaannya udah hepi aja pengen nyamperin dan gendong. Etapi kan gak boleh, kasian anak bayi baru lahir disamperin dan dicium-cium di masa pandemi ini atau bukan pandemi. Dilihat boleh, dipegang jangan. Gilak, ada temen hamil dijauhin, giliran beranak dideketin haha.

Continue reading “Pengalaman Mencoba Tes Kesuburan”

Traveling

Mimpi ke Alaska Menjadi Nyata

dscf4014
Dekat Exit Glacier, Seward

Ini adalah perjalanan lama, karena saya sedang rindu jalan-jalan maka saya ngetik lagi sambik berusaha untuk mengingat kembali. Waktu bulan ramadan kemarin saya baru aja menyelesaikan nonton film Into the Wild yang menceritakan tentang perjalanan seorang cowok muda dan kaya menuju Alaska. Kemudian saya teringat perjalanan saya ke Alaska pada tahun 2016. Saya ke Alaska bukan karena terinspirasi film ini, waktu itu bahkan saya nggak tahu ada film ini. Saya juga nggak tahu bakalan pergi ke Amerika. Semua tentu saja berawal dari mimpi. Perjalanan mimpi dimulai di pagi buta saat saya minta antar kakak saya ke kedutaan Amerika untuk mengurus visa turis.

Continue reading “Mimpi ke Alaska Menjadi Nyata”