My Story

Persalinan Impian

2 hari lalu saya ke klinik untuk USG, dan di situ ketauan kalo air ketuban dedeknya kurang. Saya jadi sedih dan langsung mencoba untuk banyak-banyak minum air putih. Langsung gugling penyebabnya, semoga janinnya sehat-sehat, di akunya aja yang kurang minum. amin. *minum akua segalon*

Saya yang penasaran jenis kelamin dedeknya, pas usg kemarin itu baru keliatan jenis kelamin dedek bayi. Biasanya kalo diusg dia malu-malu, kali ini yang pertama keliatan malah jenis kelaminnya. Pas diusg 3d mukanya malah ga keliatan, ngumpet nempelin ke posisi plasenta.

Sekarang saya mulai mau mencari-cari provider yang sesuai keinginan. Kalau memungkinkan pengennya gentle birth, yang support IMD 1 jam, gaya bebas posisi bersalinnya gak cuma tiduran, penundaan pemotongan tali plasenta, boleh didampingi suami dan bolehin kangpoto (kakak saya) masup buat ambil foto/video, tim bidan/dokter jangan galak-galak, timnya sabar. Mau yang nyaman gitu. Pengen bersalin minim trauma. Pengen ke bidan Erie atau Novel di Depok tapi gak diijinin bapake, katanya yang deket aja. Suami maunya saya lahiran di RS, saya maunya di bidan atau rumah didampingi keluarga.

Kalo boleh milih pengennya homebirth didampingi bidan. Waterbirth juga mau. Tapi emang ada bidan yang mau dipanggil ke rumah? Biayanya berapa? Saya sering liat ig orang bule, kayanya nyaman lahiran di rumah. Ada yang ujug-ujug keluar bayinya sehat-sehat dan selamat di kamar mandi, mak prucut, ibuknya senyum, bapaknya yang nangis haha. Jauh dari sebelum nikah saya udah sering liat video orang melahirkan, sekarang juga masih, kadang pake nangis liatnya haha.

Sebentar, afirmasi positif dulu ya. Aku sehat, janinku sehat, rahimku sempurna. Plasenta sehat, tali plasenta sehat dan tanpa lilitan, selaput ketuban sehat dan kuat, air ketuban sehat, jernih dan cukup. Persalinanku nyaman, lancar, cepat, bahagia, rileks, minim trauma, tanpa sobekan perineum. Bayiku sehat, sempurna, selamat. Ibuknya juga sehat. Amin.

Katanya afirmasi adalah doa. Makanya sering-sering afirmasi positif dan memberdayakan diri.

Masa kritis persalinan katanya sesudah proses kelahiran, ibuknya harus terus dipantau. Pendarahan bisa terjadi dan mengancam nyawa. Makanya amannya sih lahiran di RS. Tapi kembali jaman dulu, banyak juga ibu-ibu yang bersalin alami tanpa pengobatan. Sendiri aja melahirkan di rumah. Minggu lalu saya ikut kelas napas dan persalinan tanpa mengejan online, ilmunya bermanfaat banget. Gimana cara supaya bisa relaks dan mengatur napas saat gelombang cinta datang. Yoga/prenatal workout masih kadang-kadang.

Tujuan saya posting ini buat nanya ibuk-ibuk blogger yang pernah melahirkan, cerita dong pengalaman melahirkan kalian. Dan adakah yang punya rekomendasi RS/klinik/bidan yang support gentle birth/IMD/ramah di daerah Tangerang Kota?

Traveling

Mimpi ke Alaska Menjadi Nyata

dscf4014
Dekat Exit Glacier, Seward

Ini adalah perjalanan lama, karena saya sedang rindu jalan-jalan maka saya ngetik lagi sambik berusaha untuk mengingat kembali. Waktu bulan ramadan kemarin saya baru aja menyelesaikan nonton film Into the Wild yang menceritakan tentang perjalanan seorang cowok muda dan kaya menuju Alaska. Kemudian saya teringat perjalanan saya ke Alaska pada tahun 2016. Saya ke Alaska bukan karena terinspirasi film ini, waktu itu bahkan saya nggak tahu ada film ini. Saya juga nggak tahu bakalan pergi ke Amerika. Semua tentu saja berawal dari mimpi. Perjalanan mimpi dimulai di pagi buta saat saya minta antar kakak saya ke kedutaan Amerika untuk mengurus visa turis.

Continue reading “Mimpi ke Alaska Menjadi Nyata”

My Story

Menjahit Asa

dscf5328
Fotonya selalu nggak nyambung sama postingan. Oh saya rindu dikelilingi oleh es!!

Udah hampir 1 bulan saya ngerem di rumah alias stay at home dan mata saya jelalatan melulu liatin toko online. Setelah minggu lalu saya kepengeeeen banget beli baju renang versi syariah dan kebuka aurat, yang nggak tau kapan bisa dipakenya. Minggu ini saya lagi kepengen mesin jahit. Padahal saya udah punya mesin jahit biasa merek kupu-kupu tapi disimpan di rumah orang tua saya. Sedangkan saya sudah tidak tinggal di rumah orang tua lagi.

Continue reading “Menjahit Asa”

Traveling

Things To Do in Santiago

Patagonia
Patagonia Chile. Stok foto Santiago menyusul, filenya ketelisut.

Satu hari di Santiago, enaknya ke mana ya? Itulah yang ada di benak saya ketika saya sedang menunggu pesawat yang akan membawa saya dari Lima ke Santiago. Saya hanya memiliki waktu 1 hari 1 malam di Santiago sebelum kembali ke Indonesia. Walaupun badan sudah lelah setelah 2 minggu ngemper di jalan, namun saya nggak mau rugi dengan tidak mengeksplor kota Santiago

Continue reading “Things To Do in Santiago”

My Story

Stay at Home

20180221_175042-11743203401.jpg
Valley Forge, Pennsylvania. 2018

Di masa yang tidak pasti seperti sekarang ini membuat saya berpikir 2 kali kalau mau membelanjakan uang. Niatnya, tapi tetep aja belanja online mulu. Ini lagi kepikiran pengen mesin jahit baru hihi. Harusnya saya mikir bulan depan saya masih gajian nggak ya hmmm. Kabarnya tahun ini kami tidak akan menerima thr karena wabah covid-19. Nggak dipecat dari kerjaan aja udah alhamdulillah. Di luar sana ada banyak orang yang diphk atau memiliki penghasilan harian yang tidak pasti, yang kalau gak kerja nggak ada pemasukan. Ada yang ribut-ribut lockdown kaya di Italia, tapi gimana ya? Entahlah. Di saat seperti ini dana daruratlah yang akan bekerja. Pertanyaannya adalah, sudahkah kamu memiliki dana darurat?

Continue reading “Stay at Home”

My Story

Gagal Beasiswa 9 Kali

DSC_0697

Gagal kok ya sampe 9 kali, warbiyasak! Terus sekarang udah ada yang dapet? Belum dong! Saya kan gitu, ceritainnya proses perjalanan dalam meraih apa yang saya inginkan, bukan posting pada saat sudah mencapai mimpi hehe. Pede aja lagi! Terus ada yang komen, “Nanti aja ceritanya kalau udah dapet beasiswa!” Lha suka-suka saya, saya mau cerita sekarang emang kenapa, apa lo, apa lo!? Jangan dekat-dekat, lagi galak bhahahaha.

Continue reading “Gagal Beasiswa 9 Kali”

My Story

Tentang Masak

20161119_125457.jpg

Siapa yang semangat kalau ngomongin tentang masak-masakan!? Kalau saya sih enggak. Kalo disuruh makan baru deh saya semangat! I love eating, but i hate cooking! Am i the only one who doesn’t like cooking? Saya gak ada minat atau bakat jadi kangmasak. Mending disuruh ngejait daripada masak di dapur. Tapi ngejait itu gak ngenyangin huhu. Kecuali saya seorang pengusaha konveksi atau desainer terkenal yang sudah menjual karya ribuan potong. Lain cerita kalo ibu saya masak, saya suka bantuin sekedar menyiangi sayuran atau cuci-mencuci sayur, daging atau piring, atau ngulek bumbu. Yang meracik bumbu dan masak, tetep ibu dong. Masakan ibu tiada duanya! Btw foto di atas itu foto makanan Iran, fotonya diambil waktu saya makan siang di salah satu restorang di Naqsh-e Jahan Square, Isfahan. Kan kan kan nostalgia jalan-jalan lagi awwww Continue reading “Tentang Masak”

My Story

Pengalaman Wawancara Beasiswa #8

Mumpung masih hangat, saya mau cerita pengalaman beasiswa #8. Maksudnya ini adalah aplikasi beasiswa saya yang ke-8, dari 9 beasiswa yang saya daftar. Tapi ini pengalaman wawancara yang ke-3 kalinya. Biasanya saya nyebutnya kegagalan #1, kegagalan #2, dst. Semoga yang #8 dan #9 dan #10 dan #11 gak gagal, amin. Kurang gigih apa saya coba. Saya ini tipe pekerja, eh pejuang, eh gigih. Soal pekerjaan, beasiswa, traveling, apapun itu pasti pantang menyerah. Continue reading “Pengalaman Wawancara Beasiswa #8”