Traveling

Ke Mana Aja di Jogja?

278914_1989482934074_396094_o
Candi Prambanan

Beberapa waktu lalu saya pernah bilang kalo saya lagi kangeeeeen banget! Bukan bukan, saya bukan lagi kangen sama Mas Jogja, tapi kangen sama Jogjanya itu. Iya sih tiap tahun saya dan keluarga mudiknya ke desa yang masih masuk propinsi DIY, tapi kaan… mudik kemarin saya nggak mudik ke Jogja, malah mudik ke Amerika silaturahmi ketemu pacar hayalan haha.

Saya selalu suka dengan Jogja, budayanya, makanannya, orang-orangnya, lingkungannya, tempat wisatanya, pokoknya semua-semua tentang Jogja saya suka. Makanya kalo disuruh milih pengen liburan di mana di Indonesia saya selalu milih Jogja. Hidup Jogja!! Buat saya Jogja itu ngangenin.

2 minggu yang lalu saya diajak main ke Jogja sama teman saya dan saya girang banget dong, akhirnya kesampean juga ke Jogja. Sebelum berangkat saya udah bikin list tempat mana aja yang pengen saya kunjungi. Berasa pengen piknik ke mana aja gitu. Eh jangan salah lho, jangankan kita, turis mancanegara aja banyak yang berkunjung ke New York Karta alias Jogjakarta.

Ke mana aja di Jogja?

  1. Malioboro

Ini nih yang jadi lokasi favorit saya kalo lagi di Jogja. Malioboro asik dijelajahi saat siang ataupun malam. Di saat siang saya suka jalan-jalan sambil liatin barang dagangan yang dijejer di sepanjang jalan. Kalo mau belanja pakaian buat saya Malioboro ini surganya. Saya sering hilap kalo belanja di sini. Oh iya kalo mau ngeborong batik supaya lebih puas bisa ke Pasar Bringharjo, harganya murah meriah. Kalau malam biasanya saya suka nongkrong di pinggir jalan liatin orang lewat, atau nyari makan malam lesehan. Hampir setiap malam saya nongkrong di sini. Bahagia deh ngiterin Malioboro.

  1. Museum Benteng Vredeburg

Buat kamu yang suka sejarah kamu bisa mengunjungi Museum Benteng Vrederburg. Museum Benteng Vrederburg ini masih berlokasi di sekitaran Malioboro. Cukup dengan berjalan kaki ucluk-ucluk kita bisa langsung memasuki kompleks museum benteng Vrederburg.  Di sejumlah bangunan di benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia. Pada awal didirikannya, benteng ini dibangun sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda saat itu, dengan dikelilingi oleh parit yang sebagian bekasnya telah direkonstruksi dan masih bisa dilihat hingga sekarang.

  1. Tugu Yogyakarta

Tugu Yogyakarta ini adalah sebuah tugu atau monumen yang sipakai sebagai lambang dari kota Jogja. Tugu yang terletak di perempatan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Margo Utomo ini memunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis yang menghubungkan laut selatan, keraton Jogja dan gunung merati. Tugu ini sekarang menjadi objek wisata di Jogjakarta, setiap kali saya melewati tugu ini banyak wisatawan yang berfoto di sini.

  1. Candi Prambanan

Kalo mau ke Candi Prambanan ini gampang banget dari Malioboro, cukup dengan naik transjogja saja, atau taksi. Candi Prambanan ini selalu menjadi destinasi yang nggak boleh ketinggalan buat saya. Kompleks candi yang dibangun pada abad ke-9 masehi ini termasuk salah satu situs warisan dunia UNESCO. Candi Prambanan ini merupakan salah satu candi yang indah dan megah di Asia Tenggara. Arsitektur bangunannya yang tinggi dan ramping membuatnya kelihatan indah dan menjadi daya tarik wisatawan dari seluruh dunia.

  1. Taman Pelangi
20170830_220808
Taman Pelangi

Hayo kamu udah tau belum kalo di Jogja ada tempat yang namanya taman pelangi. Taman Pelangi imi terletak di Jalan Padjajaran dan berada di lokasi Monumen Jogja Kembali. Saya baru nyadar setelah mau pulang dari sini. Dulu saya ke Monumen Jogja Kembali waktu studi tur kelas 3 SMP dan saat itu belum ada Taman Pelangi ini. Udah lama banget haha. Taman Monjali atau Taman Pelangi Jogja ini asik dikunjungi di malam hari. Asal jangan datang pada saat jam 10 malam karena sudah tutup. Di Taman Pelangi ini terdapat berbagai hiasan menarik yang diterangi oleh warna-warni lampion. Ada lampion besar berbentuk presiden yang pernah memerintah di Indonesia. Di sini juga ada yang berbentuk beruang kutub, yang kembali mengingatkan saya dengan kutub utara. Waktu lagi asik berfoto di dekat beruang tiba-tiba lampu di seluruh tempat ini padam, dan kami pun ngakak rame-rame. Batal deh selfie di sini.

airyrooms2

Kalo kamu tertarik liburan ke Jogja kamu bisa lho booking hotel di Airy Rooms karena selain harganya yang bersahabat dengan kantong, Airy Rooms juga memiliki fasilitas yang oke punya. Maksudnya oke, punya apa aja? Ada wifi, ini yang paling penting, generasi milenial butuh wi-fi gratisan walaupun sebenarnya punya paket data sendiri hihi. Ada pula fasilitas tempat tidur, ya iyalaaahhh *dikeplak*, fasilitas AC, TV, perlengkapan mandi, shower air hangat dan air minum. Hayo siapa yang doyan minum air putih sedanau!?

Jaringan hotel Airy Rooms tersebar di mana-mana. Lokasinya mudah ditemukan dan pembayarannya fleksibel bisa dengan menggunakan kartu kredit, transfer bank dan di gerai indomaret. Kamu bisa booking di website, atau bisa juga pake hp, tinggal install di Android App atau iOS Apps.

Kalau kamu mau dapat harga hotel Airy yang lebih murah lagi, kamu bisa pakai kupon untuk dapat diskon 30%, pakai kode kupon di bawah ini :

Kode kupon : AHM30

Periode bookingnya sampai 30 September 2017, dan periode menginapnya kapan saja. Jangan sampai kelewatan ya!

kupon airy

Kangen sama Jogja dan bingung nyari hotel di Jogja? Pesan di Airy Rooms aja.

Advertisements
Uncategorized

Pengalaman Menggunakan BPJS

Tumben bikin postingan agak serius nih. Jadi begini lho, saya sekarang lagi di rumah sakit nungguin dokter. Daripada bengong mending saya ngeblog. Saya mau cerita pengalaman yang nggak saya duga baru-baru ini. Flashback ke seminggu yang lalu, ketika saya lagi sibuk banget sama kerjaan sampe harus ngelembur selama beberapa hari. Dan saya udah siap melakukan perjalanan untuk urusan pekerjaan, udah beli tiket pesawat, booking hotel, tapi… Bukan bukan, bukan saya yang jatuh sakit, jangan panik!

Hari sabtu seminggu yang lalu, waktu lagi tidur dengan nyenyaknya tiba-tiba ada seseorang yang ngetok pintu kamar saya yang ternyata adalah bapak saya. Antara sadar gak sadar saya ngedenger suara aneh, berisik banget. Saya nyari sumber suara itu dari mana, kirain suara ayam, ternyata suara itu berasal dari bapak saya. Nafasnya tersengal-sengal dan bapake terduduk sambil menahan sakit.

Karena panik saya bingung harus ngapain. Untungnya malam itu pas lagi ada kakak saya. Kami pun langsung inisiatif ke rumah sakit terdekat. Saya bertugas pesan grab, kakak saya bertugas nyari kartu askes, kemudian kami langsung menuju rumah sakit. Sebelum ke rumah sakit saya masih sempat ganti baju, cuci muka, sikat gigi segala. Padahal kan darurat yak. Jam 4 pagi kami sampai UGD dan langsung menyerahkan bapak saya ke dokter jaga. Mereka langsung melakukan tindakan penyelamatan dan saya langsung lari ke bagian administrasi sambil menunjukan kartu askes sebelum diminta.

Kenapa kartu askes, bukan BPJS? Karena kami punyanya askes. Saya sendiri juga punya kartu askes yang saya urus dari kantor waktu masih baru masuk kerja. Kartunya tipis, warnanya kuning. Kartu askes ibu saya masih jadoel, yang masih berbentuk kertas panjang, belum saya urus.

Sekitar jam 8 pagi saya dipanggil masuk ke UGD dan disuruh menandatangani banyak berkas. Waktu lagi menandatangani berkas dan dikasih pengarahan saya nggak bisa fokus. Dokter jaganya cakep haha. Teteup ya. Pak dokternya nggak keliatan kaya dokter, masih muda kaya anak kuliahan dududu.

Sekitar jam 9an dokter lainnya datang ke UGD. Dia mengenakan seragam berwarna biru kaya dokter Grey di serial Grey’s Anatomy. Liat dokter berseragam kayanya keren yak. Ok lanjut! Dokter berseragam itu ternyata adalah spesialis jantung. Setelah melakukan pemeriksaan kepada bapak saya, pihak UGD manggil saya lagi. Saya diberikan penjelasan oleh dokter spesialis mengenai apa yang terjadi pada bapak saya. Ternyata bapak saya terkena serangan jantung dan harus dirawat secara intensif di ICU.

Saya masih harus menandatangani beberapa berkas lagi. Dokter spesialis sebelumnya menjelaskan kalau bapak saya harus segera dirawat intensif selama 24 jam dan apabila terjadi hal darurat mereka akan langsung melakukan tindakan secepatnya. Saya percaya aja sama dokter. Lakukanlah apa yang menurutnya perlu asalkan bapak saya selamat.

Saya kan nggak pernah berurusan sama rumah sakit jadi agak bingung gitu sama alur pelayanan di rumah sakit. Untungnya di sini semua informasinya jelas. Ikutin aja prosedurnya, beres. Kalo nggak tau kan bisa tanya-tanya.

Sekitar jam 11 siang saya lari ke toilet karena kebelet pipis. Waktu saya balik ke UGD bapak saya udah nggak ada. Udah dipindah ke ICU di lantai atas. Penunggu pasien ICU gak diperbolehkan masuk ke dalam, harus menunggu di luar. Saya menunggu dengan setia sampe kakak saya datang lagi. Baru setengah hari saya udah kecapekan dan memutuskan untuk pulang untuk mandi dan istirahat sebentar, gantian jaga sama kakak. Baru sampe rumah saya langsung ditelepon kakak saya kalo bapake lagi tindakan.

Tindakan apa maksudnya saya nggak ngerti. Tindakan yang dimaksud di sini adalah pemasangan stent atau ring jantung. Saya nggak ngerti apa itu ring dan gimana cara pasangnya. Cuma dokter yang tau. Ya iyalah masak saya yang tau hehe. Saya langsung lari lagi ke rumah sakit.

Keesokan harinya saya masuk ke ICU dan dokter bilang kalo bapake udah bisa keluar dari ICU siang itu. Hari senin itu dokter yang tugas di ICU adalah dokter jaga yang di UGD waktu hari pertama kami dateng. Waktu liat dokter ganteng memeriksa bapak saya, ingin rasanya saya berkata, “Dok bisa minta tolong periksa jantung saya, kenapa setiap kali melihatmu jantungku berdegup kencang!?” 😍😂

Sekitar jam 1 lewat bapak saya dipindah ke ruang perawatan di kelas 1. Selama beberapa hari waktu kami dihabiskan di rumah sakit. Urusan kerjaan di kantor kami tinggalkan terlebih dahulu karena mengurus keluarga yang sakit jauhlebih penting.

Di hari selasa akhirnya dokter memberikan kabar gembira bahwa bapak saya udah boleh keluar dari rumah sakit. Bahagia? Iya dong! Kemudian muncullah masalah baru, ini gimana bayar biaya perawatan rumah sakit!? Waduh baru dah berasa panik dan stress setelah nanya biaya ke bagian administrasi. Waktu saya dipanggil perawat yang memberikan berkas untuk dibawa ke kasir jantung saya berdegup kencang. Aduh kalo duitnya kurang gimana ini?

Sebelum masuk ke ruangan kasir saya baca bismillah dulu. Kemudian saya duduk sambil pura-pura tenang dan memberikan kertas titipan perawat kepada mbak kasir. Kemudian saya menanyakan berapa biaya yang harus dibayarkan untuk perawatan dan tindakan selama 4 hari 3 malam.

Bijo : “Berapa biayanya, Mbak?”
Mbak Kasir : “85”
Bijo : “Juta?”
Mbak Kasir : “Ribu.”
Bijo : “BERAPA MBAK!?” *pasang kuping
Mbak Kasir : “DELAPAN PULUH LIMA RIBU RUPIAH”
Bijo : *melongo

Kemudian mbaknya ngasih berkas yang harus saya tanda tangani dan saya ngintip berkas yang berisi rincian biaya keseluruhan yang sebenarnya. Ya ampun nginep di ICU, pemasangan ring jantung, rawat inap 3 malam di rumah sakit biayanya bisa buat pesta kawinan di kampung. Saya gak henti mengucapkan hamdalah dalam hati dan menyunggingkan senyum bahagia. 

Setelah menyelesaikan administrasi saya keluar dari ruangan kasir dan kepengen nangis. Iyak, kepengen nangis saking senengnya. Senang karena keluar dari rumah sakit dan senang karena nggak jadi ngutang. Di saat seperti itu saya membutuhkan bahu untuk bersandar huhu.

Dari sini saya jadi merasakan sendiri manfaat dari BPJS atau ASKES. Kita nggak pernah tau kapan terkena musibah. Makanya nabung, ikut asuransi dan nabung. Huaa yang penting semua sudah selesai dan saya masih harus menunggu panggilan dari ruang dokter.

Dokter jadwalnya padat banget, pasien harus sabar menunggu. BPJS, ASKES atau asuransi kesehatan itu penting sodara-sodara. Pelayanan BPJS juga oke kok. Yang saya bingung adalah, BPJS itu duitnya dari mana ya?

Diketik dan diposting pake hp di rumah sakit 😅

Traveling

Piknik, pentingkah?

20170623_140926
Tempat piknik

Kalo ada yang nanya gini udah pasti akan saya jawab, PENTING! Kenapa? Karena kalo nggak piknik saya bakalan stress, kalo udah stress saya gampang sakit, kalo udah sakit nanti keluar duit buat berobat dan gak bisa kerja, dan kalo nggak kerja nggak bisa cari duit dong. Duit, seakan-akan penting banget gitu ya. Abis gimana dong, saya belum ada yang menafkahi jadi harus nyari duit sendiri buat bertahan hidup #eaaaa

Continue reading “Piknik, pentingkah?”

Traveling

Lost in New York

20170630_151920
Central Park

“Beb, besok pagi aku sampe New York, mau jemput gak?”

Itu adalah pesan yang saya kirimkan di hari terakhir saya di Kanada, tepatnya ketika saya berada di Fredericton, New Brunswick. Saya butuh kepastian secepatnya karena saya harus memutuskan mau jalan-jalan di New York dengan teman jalan atau dengan teman yang lain, ehh. 

Continue reading “Lost in New York”

Traveling

Trip Impulsif ke Kanada

20170628_180659
Prince Edward Island

Judulnya udah minta pengen diunfollow nggak sih? Beuh gaya bener, impulsif kok ya ke Kanada, bukannya ke Bandung atau ke Jogja gitu. Hmm sebenarnya saya termasuk orang yang teratur dan serba terencana apabila berurusan dengan dunia perjalanan. Emang rada ngebosenin sih orang kaya gini. Makanya butuhnya cowok yang spontan, petualang dan gak terencana. Etdah malah curhat haha. 

Continue reading “Trip Impulsif ke Kanada”

Uncategorized

Dompet Wanita, Penting Nggak Sih?

20170625_154416

Independence Hall, Philadelphia

Liburan sudah selesai, saatnya kita kembali dihadapkan pada rutinitas harian, entah berkutat dengan pekerjaan atau kuliah atau kesibukan di rumah. Heran deh, sampai sekarang saya masih berasa jetlag sepulang dari Amerika minggu yang lalu. Setiap sore sekitar jam 4 saya sudah tidur terlelap seperti orang pingsan di bus, sampai di rumah masih dilanjutkan lagi tidurnya sampai tengah malam. Kemudian setelah puas tidur saya akan lari ke dapur dan ngambil makan, nonton tv, tidur lagi sampai subuh. Jetlag ini nggak bisa dikalahkan dengan sugesti ternyata, memang harus dilalui huhu. Padahal sama NYC perbedaan waktunya cuma 11 jam doang, nggak kaya waktu ke Alaska yang sampe 15 jam.

Continue reading “Dompet Wanita, Penting Nggak Sih?”

Traveling

Pemegang Visa Iran Nggak Bisa Masuk Amerika?

20170702_203416
Philadelphia

 

Judulnya udah menarik belum? Okeh jadi begini ceritanya. Dahulu kala sebelum saya membeli tiket mudik ke Amerika, saya sudah menimbang dan memikirkan dengan seksama mengenai permasalahan visa, apakah nanti saya bisa masuk ke Amerika atau tidak? Saya memang sudah memiliki visa Amerika, tapi saya juga memiliki visa Iran, terus kenapa? Nggak kenapa-kenapa juga sih, sayanya aja yang parno gara-gara pemberitaan di media awal tahun 2017 lalu. Continue reading “Pemegang Visa Iran Nggak Bisa Masuk Amerika?”