akomodasi, Uncategorized

Menunggu Pinguin di Lazy Dolphin Lodge

 

20141218_100510
Lazy Dolphin Lodge

Mari kita flashback ke perjalanan saya 1,5 tahun yang lalu. Salah satu bucketlist saya di Selandia Baru adalah melihat salah satu jenis pinguin yaitu Yellow Eyed Pinguin atau Hoiho. Saya dan teman jalan (JT) tidak memutuskan untuk mengunjungi Dunedin, melainkan memilih lokasi yang lebih sepi dan pelosok yaitu Curio Bay.

Curio Bay terletak paling ujung selatan pulau selatan, berjarak 535 kilometer dari Christchurch International Airport. Kami sendiri berkendara dari Te Anau ke Bluff, kemudian ke Curio Bay. Saat memilih penginapan di internet, saya langsung tertuju pada sebuah lodge yang nyempil sendirian di pinggir laut yang bernama Lazy Dolphin Lodge. Bangunannya yang lebih menyerupai rumah membuat saya jatuh hati pada penginapan ini.

Kami tiba di Lazy Dolphin Lodge sekitar pukul 4 atau 5 sore, saat itu meja reception sudah kosong dan tidak ada yang staf yang menunggu di sana. Kami langsung masuk dan melihat nama saya tertulis di white board beserta nomor kamar kami.  Kami langsung bertanya kepada salah satu mas-mas yang lewat di mana lokasi kamar kami.

Kamar kami berlokasi di lantai 2, saat menuju kamar saya melewati dapur di lantai 1 dan saat itu sedang ada mas-mas lucu lainnya yang sedang memasak daging entah diolah jadi apa yang baunya menggiurkan. Saya yang lagi kelaperan saat lewat cuma bisa membayangkan makan masakannya sambil komentar, “Hmmmm wangi!!” Dan si mas-nya langsung tersenyum.

20141217_163021
Double Room

Kami mendapati kamar kami dalam keadaan terbuka dengan kunci yang masih terpasang di pintu. Kami memesan kamar double yang dilengkapi dengan sebuah meja, lampu tidur dan heater. Kamar mandi terletak di luar kamar, hanya berjarak beberapa langkah. Dapur di lantai 2 berukuran lebih besar dilengkapi dengan beberapa meja makan yang disatukan dengan ruang untuk berkumpul. Setelah meletakan ransel, kami bergegas ke dapur untuk masak makan malam. Kami mengumpulkan energi terlebih dahulu untuk persiapan ketemu pinguin nanti.

Katanya pinguin baru akan keluar saat petang atau saat maghrib kalo kata orang Indonesia. Daripada kami menunggu disaat kelaparan, lebih baik kami menghabiskan waktu di dapur untuk masak dan makan malam. Dari balkon lantai 2 terlihat pemandangan rumput hijau dan lautan biru. Saya nggak berani buka pintu dan jendela karena kondisi anginnya yang menakutkan. Dari dalam terdengar suara jedug-jedug di kaca jendela saking kenceng anginnya. Angin laut ini memang menakutkan.

Setelah perut merasa kenyang, kami langsung mencuci piring pake tangan. Sebenarnya di sana disediakan mesin pencuci piring, tapi berhubung saya nggak ngerti gimana cara pakenya kami lebih memilih cara manual yang lebih bersih, tenaga manusia nggak tergantikan hehe. Selesai makan, cuci piring kami kembali lagi leyeh-leyeh di lantai 2.

20141217_162117
Lazy Dolphin Lodge
20141217_162105
Lazy Dolphin Lodge
20141217_162038
Lazy Dolphin Lodge

Setelah puas leyeh-leyeh kami kembali melanjutkan perjalanan mencari pinguin. Kami sendiri tidak tahu di mana lokasi persis untuk melihat pinguin. Sebagian besar tamu yang menginap di sini memang datang khusus untuk melihat pinguin, makanya kami rela berkendara beratus-ratus kilometer ke pelosok pulau selatan.

Hanya dengan bermodalkan niat, tekad dan kemauan akhirnya kami sampai di sini, dari Indonesia, berangkat sendirian, huebat haha. Kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 6 sore ke pantai sekitaran penginapan dengan menggunakan mobil, berharap bisa ketemu pinguin. Kemudian kami baru sadar, kalo ternyata waktu magribnya Selandia Baru itu adalah jam 9-10 malam. Jadi kami menunggu pinguin di pinggir laut dari jam 7 sampai jam 10 malam, ditemani dinginnya angin laut, brrrrrrrrrrr. Terus ketemu pinguinnya? Ketemu dong! Cerita pinguin dilanjutkan besok lagi ya, saya mau nyuci piring dulu *kabooooor

 

Advertisements

9 thoughts on “Menunggu Pinguin di Lazy Dolphin Lodge”

      1. Udahhh.. lihat Kea waktu ke Zealandia. Lihat Kiwi baru kemarin tuh pas di Mount Bruce, Eketahuna, NI. Kiwi nya warna putih, tapi gak bisa difoto karena gelap banget.. cuma seneng bangettt pas kelihatann.. lsg norak dehhh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s