Alaska Glacier Trekking

20160911_122559.jpg

Matanuska Glacier

“Hai, selamat datang! Silahkan kalian pilih helm dan sepatu boot sesuai ukuran kalian! Berapa ukuran sepatu kalian?” Kata Jay, seorang pemuda asli California yang bekerja di sana dan bertugas menjadi pemandu kami di glacier saat itu.

“9 atau 9,5!” Sahut saya.

Kemudian Jay mengambilkan beberapa sepatu boot ukuran 9 dan 9,5 untuk saya coba, beberapa kali saya mencobanya dan kesempitan. Iya kaki saya emang gede.

“Siapa diantara kalian yang lebih mengerti bahasa inggris?” tanya Jay.

“Dia!!” Kedua teman saya, sebut saja Susi dan Susan, dengan kompak menjawab dan menunjuk ke arah saya. Saya hanya bisa pasrah.

“Saya akan menjelaskan cara memasang crampon ini, nanti kamu bantu menjelaskan kepada mereka ya!”

“Oke!” saya menurut saja, padahal mereka juga kan jago engerish.

Jay langsung menjelaskan cara memasang tali-tali yang ada pada crampon, sementara saya menterjemahkan langkah-langkahnya kepada kedua teman saya. Akting kita haha.

Setelah Jay menjelaskan tata cara menggunakan crampon kepada kami bertiga, tibalah saatnya mempraktekkan bagaimana cara memakai crampon.

Jay menyuruh saya duduk di kursi panjang, kemudian dia pun duduk berlutut di hadapan saya dan mengangkat kaki kanan saya untuk diletakan di atas lututnya. Dia mencontohkan bagaimana cara memakai crampon seperti layaknya seorang pangeran yang memakaikan sepatu kaca kepada Cinderella. Bedanya yang dia pasangkan ke kaki saya adalah sebuah sepatu dengan alas besi bergerigi tajam yang siap mencengkram lapisan es tanpa ampun. Aduh, aku tuh nggak biasa diginiin 😂

Setelah selesai belajar cara memasang crampon, kami masing-masing diberikan sepasang crampon untuk kami kenakan di glacier nanti. Jay menginstruksikan kami untuk memasukan crampon ke dalam ransel.

“Gpp nih hiking di glacier dalam kondisi hujan begini, aman?” Tanya saya.

“Gpp kok.” Jawab Jay meyakinkan kami.

Setelah proses pemasangan peralatan selesai kemudian kami pun bergegas masuk ke dalam sebuah van untuk yang akan membawa kami sampai ke glacier yang berlokasi lumayan jauh dari tempat kami registrasi.

Dalam Guided Glacier Hike ini terdapat 6 orang peserta dan 1 orang pemandu. Selain kami bertiga, terdapat 2 orang cowok India yang juga menginap di lodge yang sama dengan kami, dan seorang ibu-ibu yang berasal dari Jerman yang sangat pendiam. Saya berusaha untuk mengajaknya ngobrol tapi si ibu pasif dan tampaknya lebih senang berdiam diri menikmati pemandangan di sekitar.

Di van saya mulai mengeluarkan ponsel dan merekam perjalanan melewati pepohonan yang mulai berganti warna khas musim gugur. Gerimis setia menemani perjalanan kami. Ini adalah pengalaman paling yang saya nantikan selama perjalanan kami di Alaska yaitu berjalan diatas glacier. Wohoo, dreams do come true!

Setelah turun dari van kemudian kami berjalan masih dengan mengenakan sepatu hiking boot pinjeman yang sampai ke tepi glacier.

20160911_103242.jpg

Bangku piknik


“Ok, kita berhenti di sini dan keluarin crampon kalian, kita akan mulai berjalan di atas es” Kata Jay.

Kami langsung mengambil posisi untuk duduk di bangku piknik yang ada di tepi glacier kemudian mengeluarkan crampon dari ransel kami masing-masing. Setelah mengenakan crampon kami bertujuh briefing dan mendengarkan arahan standar keselamatan yang berlaku saat berjalan diatas glacier oleh Jay.

“Kita akan berjalan membentuk garis lurus, semuanya jalan di belakang saya ya, nggak boleh zigzag!”

20160911_112427.jpg

Jalan di belakang supaya bisa foto diem-diem (Bijo Nakal)

Kami langsung mengambil posisi berbaris dan berjalan mengikuti Jay ke manapun dia melangkah. Diem-diem saya mengeluarkan ponsel saya dan mulai memfoto dan merekam aktifitas kami di glacier. Saya mencopot sarung tangan saya dan pegang hp erat-erat berusaha mengabadikan momen sambil berhati-hati supaya nggak terjatuh, maksudnya sayanya yang jangan sampe jatoh, ngeri tau.

Sarung tangan yang saya beli di mall di daerah kuningan yang katanya tahan air dan minus 20 derajat ternyata nggak mempan. Kena hujan kok ya tetep basah, dan tetep aja kedinginan tangan saya, yaudah mendingan nggak usah pake sarung tangan aja sekalian. Untung saya bawa sarung tangan cadangan yang biasa saya pake buat tidur, jadilah tangan kiri saya mengenakan sarung tangan dan tangan kanan nggak pake sarung tangan. Gaya bener dah, semuanya pake sarung tangan beneran. Selama di Kanada dan Alaska jari tangan saya berdarah-darah saking dinginnya.

Kelihatannya berjalan di glacier itu merupakan kegiatan yang sepele dan semua orang bisa melakukannya, namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika berjalan di glacier. Tahukah kamu kalau di glacier itu banyak jebakan batman, salah-salah melangkah bisa menyebabkan cidera serius atau bahkan nyawa melayang. Jay menjelaskan peraturan dasar saat berjalan di glacier salah satu diantaranya yaitu harus selalu berjalan membentuk garis lurus berurutan ke belakang. Selalu berjalan secara berkelompok, tidak disarankan hanya berjalan sendiri atau berdua, kecuali sudah berpengalaman dan tahu rutenya. Berjalan di glacier ini paling sedikit bisa dilakukan oleh 3 orang dan paling banyak 7 orang. Ada 3 tehnik berjalan di glacier, tapi saya lupa nama-namanya.

Beberapa kali tali sepatu saya lepas pas jalan di glacier, entah sayanya yang terlalu bego ngiket tali sepatu atau emang tali sepatunya yang licin sampe susah keiket. Akhirnya karena ngeliat saya yang sibuk jongkok ngiket tali sepatu terus, Jay turun tangan pasangin salah satu tali sepatu saya dan beneran loh nggak copot-copot sepanjang jalan. Sedangkan tali sepatu yang satunya yang saya iket sendiri copot aja terus. Yak, saya nggak lulus ujian mengikat tali sepatu di TK hahaha.

20160911_113603.jpg

Ciluuuuuuk ba!

Selama di glacier saya foto-foto dan rekam video secara candid karena takut ditegur si Jay. Teman saya buka helm sebentar mau ngebenerin rambut aja nggak boleh. Terus si Susi keasikan jeprat-jepret kameranya dan ditegur si Jay, “You make me worried”. Eh ciyeee ada yang kuatir. Karena selama di glacier faktor keselamatan adalah yang utama. Keasikan foto-foto tau-tau terperosok ke dalam lubang di glacier kan ngeri, amit-amit.

Hujan gerimis setia menemani petualangan kami selama hiking di glacier. Dinginnya glacier nggak mengalahkan semangat saya untuk terus berjalan, terus dan terus, menanjak, mendaki terus sampe bengek haha. Sepanjang jalan hidung saya meler mulu, saking dinginnya sampe ingusan. Sedangkan muka si Jay merah, lucu ya bisa merah kaya gitu muka orang kalo kedinginan.

Saya nggak mau berjalan di barisan paling belakang, takut ketinggalan rombongan atau terperosok sendirian ke lubang es, gak ketauan terus ditinggal mereka hiiy. Kamera sengaja saya tinggal di mobil karena saya nggak sanggup nenteng kamera di saat hujan dan dingin. Bawa diri aja udah susah. Kamera hp buat saya udah cukup mengabadikan momen yang paling saya tunggu ini.

Saat di glacier kami beberapa kali berhenti untuk menikmati pemandangan sambil mendengarkan penjelasan dari Jay. Saat berhenti di sebuah genangan air berwarna biru yang dalam kami disarankan mencoba air glacier yang mengalir. Rasanya? Uwow segarrrrrrrrrrrrr!!! Kayak ada manis-manisnya hahaha. Gak deng emang seger aja rasanya. Kalo di Iceland dulu saya minum air yang glacier dalam kemasan, kali ini saya mencobanya langsung dari glaciernya.

Matanuska Glacier adalah salah satu glacier yang paling mudah diakses dengan menggunakan kendaraan di Alaska. Glacier ini dapat ditempuh sekitar 2 jam dari Anchorage. Di pertengahan September sebagian besar operator tur hiking glacier dan cruise sudah tidak banyak yang beroperasi. Saat itu adalah 2 hari terakhir sebelum operator glacier tutup selama 1 musim. Kenapa tutup? Karena pada musim dingin tidak memungkinkan untuk melakukan pendakian di glacier karena terlalu berbahaya. Kok saya tau? Iya saya kan nanya.

Gak kerasa 2 jam sudah kami berjalan di glacier. Saya rasa kalo jalan di glacier seharian pun saya sanggup, asal ditemenin ahlinya. Kemudian apakah saya masih pengen hiking di glacier lagi? Jawabannya adalah MAU BANGET! Bayarin dong hihi.

20160911_115416.jpg

Mau lagiiiii!!

Dikomen dong, jangan dilike doang *nawar😅

37 thoughts on “Alaska Glacier Trekking

    • Selama pake crampon aman, besinya bisa nancep ke es walo jalan di es dengan kemiringan curam, ada tehnik jalannya masing-masing.
      Kalo jatoh ke pelukan abang, sakit gak? huahahaha

  1. Hi Bijo, salam kenal ya🙂 Seruu banget cerita jalan2nya.. Baca aja dah berasa ikut menggigil apalagi langsung ya😀 Seru banget sampai nyobain air glacier😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s