Traveling

Mahalnya Toilet Umum di Eropa

CIMG3391
Salah satu toilet umum di Islandia

Beginilah kalau selalu berpikir dalam rupiah saat sedang bepergian ke luar negeri, apapun terasa mahal buat saya. Kata orang mahal itu relatif, tapi buat saya mahal itu ya mahal. Mahal itu adalah ongkos angkot/tram single ticket  yang cuma  3,5 euro di Belanda (di Roma cuma 1,5 euro doang single ticketnya). Mahal itu adalah ketika kamu kebelet pipis dan terpaksa harus buang air di toilet umum yang pintu masuknya modelnya kayak pintu masuk stasiun sudirman, yang hanya bisa terbuka ketika kamu mengeluarkan koin sebesar 1 euro. Iya kalo ke toiletnya cuma sekali, kalo dalam sehari 10 kali bolak-balik ke toilet berarti duit yang keluar adalah 10 euro dikali Rp 16.500 (kurs waktu saya nukerin euro sebelum berangkat) berarti udah kepake 165.000 rupiah cuma buat pipis, uwoww. Itu bisa buat sekali makan di yurop barat!

Saya nggak mengeneralisasikan bahwa semua toilet di eropa berbayar, karena Eropa itu luas.  Biar judulnya eye catching, sengaja saya pake nyelipin kata Eropa walaupun ada Australia dan Selandia Baru yang masuk dalam cerita ini. Tulisan ini saya buat hanya berdasarkan pengalaman saya mengunjungi tempat-tempat yang pernah saya datangi saja, dengan waktu yang terbatas dan tempat terbatas

Jadi begini ceritanya, waktu di Paris saya cuma sekali numpang pipis di toilet umum berbayar, yaitu saat sedang berada disekitaran Champ elysees. Saya agak bingung waktu ngeliat ada ibu-ibu yang setia menunggu kami di depan toilet sambil duduk di depan pintu masup toilet. Saya liat ada orang yang memberikan koin kepada ibu tersebut, kemudian saya pun mengikutinya. Tarif pipis di paris lumayan murah dibandingkan dengan di Roma, cuma 0.5 euro doang! Cuma!! *kekep koin

Di Amsterdam ini lebih kocak cerita seputar toilet umumnya. Yang pertama adalah ketika kami tiba di Amsterdam setelah menempuh perjalanan dari Paris dengan menggunakan bus malam selama 8 jam. Kami tiba sekitar jam 6.30 pagi, lebih cepat dari waktu perkiraan yang seharusnya tiba jam 7 pagi. Pagi itu cuaca masih terlihat gelap, dan udara dingin yang menggigit menyambut kedatangan kami. Setelah keluar dari bus kami berkenalan dengan 2 orang Indonesia yang juga naik bus yang sama dengan kami. Ternyata saya dan Ika terkenal di kalangan mereka, sebelum kami memperkenalkan diri mereka sudah mengenal kami lebih dulu. “Kalian pasti 2 cewek yang kenalan sama Mas yang kemaren ketemu di Paris ya!! Kalian 2 cewek yang mau ke Islandia itu kan!”Saya dan Ika bengong, kemudian ketawa ngakak, wahh kita ber-2 terkenal. Usut punya usut ternyata dia adalah temannya orang yang kami temui di Paris, uhuyyy ngetop deh kami berdua!

Pagi itu kami kebelet pipis, karena nggak liat di mana ada toilet kami ber-3 memutuskan untuk pipis sembarangan di semak-semak di belakang bus di terminal. Sebetulnya saya nggak betah dan nggak mau banget pipis sembarangan, sebagai seorang gadis kota saya harus pipis di toilet yang higienis. Jadi di situlah saya pipis sembarangan untuk pertama kali di Eropa, yeahh! Tapi tapi tapi, saya nginjek kotoran huaaaaaa! Yaiks!! Saya memilih tempat yang salah!!! Jijik!

Setelah dari terminal bus, saya dan Ika bergegas ke stasiun Amsterdam Centraal untuk ngangetin badan. Seharusnya kami melanjutkan perjalanan ke Denhaag, tapi karena kontrakan kami belum dibersihkan maka kami memutuskan untuk lantang-luntung di Amsterdam Centraal, sebelum akhirnya ke Zaanse Schans.

Pagi itu di Amsterdam Centraal kami harus banyak bolak-balik ke toilet umum untuk cuci muka, sikat gigi, dan bersih-bersih. Tapi pagi itu toilet masih dibersihkan oleh penjaga toilet, saya sih masup aja ke dalem. Untuk masuk ke toilet ini kita diharuskan membayar dengan menggunakan koin, saya lupa bayarnya 0.5 euro atau 1 euro, beneran lupa hehe. Jadi ternyata di Eropa itu toilet cewek dan cowok dibersihin sama petugas cowok, jadi dia bebas keluar masuk toilet cewek. Lha kalo di Jakarta kan cowok nggak boleh masup toilet cewek kan. Waktu ke toilet yang sama untuk ke sekian kalinya saya tukeran koin sama cewek Rusia. Dia kepengen masuk tapi nggak punya koin yang cukup, berhubung koleksi koin saya banyak jadi kami tukeran koin. Lumayan nambah lagi koleksi koin saya hehe.

Di stasiun di Denhaag juga sama dengan stasiun Amsterdam Centraal, lagi-lagi tidak ada toilet umum yang gratisan. Saya dan Ika kadang-kadang suka nakal waktu di Belanda, karena sering bolak-balik ke toilet lama-lama kami kehabisan koin. Untuk mensiasatinya kami melakukan trik kotor yaitu salah satu dari kami berjalan berdempetan tau saling ngekor untuk masuk ke dalam toilet dengan pintu otomatis, sambil liat kanan kiri. Trik ini sering berhasil pada kami, jangan ditiru ya.

Kalo bapak penjaganya lagi standby di ruangan sebelah sambil liatin jendela/loket kaca untuk mengawasi pengguna toilet yang nakal, maka kami akan jadi anak baik-baik yang patuh pada hukum dengan membayar dengan harga yang sewajarnya. Tapiii kalo pelit dan nakalnya keluar lagi, maka saya akan berjalan di belakang Ika sambil mengeluarkan koin kuning mengkilat dan berkilau sambil pura-pura masukin ke lobang koin, tapi nggak dimasukin hahaa *kabur*

Nahh ada kejadin yang bikin kami kapok melakukan ini waktu di Belanda gara-gara ada yang ketangkep! Setelah saya masuk ke toilet dan mencuci tangan saya di wastafel, tiba-tiba datanglah si bapak penjaga sambil gedor-gedor salah satu pintu toilet dan menegur salah satu orang dengan suara yang menggelegar. Waaa ke-gep! Bukan saya, bukan Ika, tapi orang lain. Ika yang baru keluar dari bilik toilet memasang muka shock melihat si ibu dan anak yang lagi ditegur dan diharuskan membayar. “Mah, mah, bayar mah!!” Lha orang kita juga, aih maluuu. Setelah si bapak mendapatkan uangnya dan keluar dari toilet saya dan Ika langsung beradu pandang dan memasang muka shock, “Huaaaaa nggak lagi!!! Tobat!!!!”

Di Italia juga sama, toiletnya nggak gratisan. Kami harus membayar 1 euro untuk sekali masuk toilet umum di stasiun termini dan Napoli. Saya udah nggak pelit lagi ngeluarin ongkos toilet di Italia karena koin saya masih buanyak, bhaa lagi kaya kita hahahaha. Pokoknya mah Italia toilet umumnya paling mahal seinget saya. Waktu itu saya beli roti buat sarapan di stasiun aja cuma 1 euro lebih udah kenyang, beda tipis sama ongkos toilet.

Di Australia dan New Zealand saya nggak pernah menemukan toilet berbayar, semua toiletnya hratisssss! Eh ada ding sekali di New Zealand, waktu saya lagi berkendara dari Milford Sound ke Te Anau pernah nemuin toilet berbayar. Setelah mengetahui toilet tersebut nggak gratis saya langsung balik badan dan memutuskan untuk nggak jadi pipis.

20150930_205454
bacanya gimana ini?

Lain lagi waktu di Islandia, walaupun sama-sama negara uni Eropa di sinilah negara yang sangat ramah bagi orang yang doyan keluar masuk toilet umum. Karena di sini toilet umumnya semuanya gratis,yeayy! Iya gratis soalnya saya pipisnya di kebon hahahahaha. Mau pipis di gunung gratis, di laut gratis, di sungai gratis, di padang rumput gratis, di padang lumut gratis, di kebon gratis, di danau gratis, di toilet di minimarket di pom bensin pun gratiiiiiiiiiisss!!

Islandia adalah negara dengan toilet umum terindah di dunia. Bayangkan saja kamu bisa numpang pipis dengan latar pegunungan tinggi di belakang kamu, dan hamparan rumput (atau lumut) yang hijau di depan kamu, sementara gemericik sungai menjadi backsound yang merdu. Tapi tapi tapi air sungainya dingin bangetttt!! Kalo abis pegang air sungai di Islandia tangan saya langsung kebas.

20151003_074932
Tempat numpang pipis paling dingin sedunia

Selama road trip di Islandia saya hidup dari belas kasihan penjaga minimarket di Pom Bensin, maklum kami kan homeless. Kalo butuh air panas kami tinggal masuk ke minimarket dan minta gelas dan air panas buat bikin pop mie, kalo lagi kebelet pipis dan pengen bersih-bersih badan kami tinggal numpang ke toilet di minimarket tersebut. Sialnya kalo udah kelamaan di toilet sewaktu-waktu lampu toilet mati dan krik krik krik suasana mendadak mencekam. Kalo butuh kehangatan kami cari makan di restoran sambil berlama-lama nongkrong di situ, sementara teman kami yang lain sedang berjuang di toilet, eh itu saya ding yang betah berlama-lama di toilet haha.

Orang-orang di Islandia ini menurut saya ramah-ramah, mulai dari petugas di minimarket, penjaga toko souvenir, petugas check in di bandara Keflavik, pegawai bank, pokoknya ramah-ramahlah. Mungkin ini karena selama di Islandia kami jarang bertemu orang kali ya, negara ini cuma dihuni 400 ribu jiwa yang hanya tersebar di beberapa kota saja, selebihnya kosong melompong. Kalo kamu jalan-jalan bertujuan untuk nyari jodoh mendingan jangan ke Islandia deh, di sini jarang ada orang, banyakan domba, sapi dan kuda.

Jadi kesimpulannya, di Eropa minum itu gratis tinggal ngambil dari keran, tapi ngebuang air minum yang sudah diproses oleh tubuh itulah yang bayar. Tapi nggak boleh kapok lho, masak gara-gara nggak mau bayar toilet kita nggak jadi ke Eropa, rugii. Baiklah, demikian postingan saya pada libur panjang maulid, natal dan akhir pekan selama 4 hari ini. Selamat maulid, selamat natal, selamat wiken, selamat liburan, selamat bermalas-malasan dan selamat bermacet-macet ria yang baru balik liburan! Duh duh duh, bentar-bentar saya kebelet pipis!!! *lari ke kamar mandi 😀

 

Advertisements

11 thoughts on “Mahalnya Toilet Umum di Eropa”

  1. Kalau melakukan riset sebelumnya atau minimal nanya2 dulu, pasti dapat info kalau di Belanda ada banyak cara untuk bisa masuk toilet gratis. Ga semua tempat bayar. Ini pengalamanku di Den Haag dan Amsterdam. Masuk saja ke Hema, toiletnya gratis atau dibeberapa gerai fastfood macam McD, Burger King, restoran Sushi yang bertebaran juga menyediakan toilet gratis. Beberapa cafe bahkan restoran Indonesia juga toiletnya gratis. Banyak tempat di Belanda yang toiletnya gratis. Banyak banget. Kalau di stasiun, memang bayar.
    Untuk tram, seperti yang waktu itu aku pernah jelaskan ke kamu waktu di stasiun Den Haag, ada karcis yang bisa dipakai seharian untuk menjelajah 1 kota namanya Dagkaart. Itu harganya €7. Bayangkan betapa hematnya bisa keliling kota naik turun tram seharian €7. Atau kalau mau naik kereta, untuk seluruh Belanda dalam satu hari juga ada paket hemat seharga €14. Itu sudah bisa dipakai seluruh Belanda. Belinya ditiketing di stasiun. Banyak cara untuk bisa menghemat di Belanda, kalau sering2 riset sebelumnya 🙂

    1. Kan kami nggak riset waktu ke belanda, mau ke mana dan ngapain risetnya cuma pas di stasiun Amsterdam Centraal doang. Soal toilet emang gak semuanya bayar, kami kan cuma ngejogrog di stasiun doang yang kebetulan toiletnya bayar. Waktu pagi-pagi kami ke hema kok dijagain sama ibu penjaga yang duduk di depan meja sambil ada koin di mejanya. Sempet ke McD juga tapi kalo nggak beli gak boleh pake toilet gratisan, katanya ika sih.
      Untuk tram dan kartu itu juga aku nggak riset dan lupa, cuma inget mobilis buat di Paris doang. Kayaknya dulu pernah nanya deh, tapi mbak deny nyuruh aku googling hihi. Dasar akunya yang pemalas atau kurang nyari info kali ya. Aku bingung sendiri waktu browsing ke blog orang-orang jadi ya pasrah aja, ke belanda bener-bener spontan tanpa persiapan (kecuali booking penginapan doang). Mau ke mana, naik apa, ngapain blank haha. Hari pertama bahkan sampe nyasar nyaris balik lagi ke brussel waktu naik kereta. Terlalu semangat sama trip ke Islandia, makanya buat belanda bener-bener nggak pake itinerary.

      1. Iya, soalnya kamu dulu nanyanya “kalo dari Amsterdam ke Den Haag naik apa?” Aku jawab “naik kereta” trus kamu nanya lagi “caranya gimana?” Lah kan aku ga hapal ada diplatform berapa keretanya, makanya aku bilang mending googling. Soalnya aku pasti googling dulu buat jawab pertanyaanmu. Kalo sama2 googling, ya mending kamu aja tho yg nyari hehe. Pas kamu nanya tentang sewa sepeda aku juga ga cukup info, tapi aku yakin kalo googling info yg didapat pasti lebih lengkap dari jawabanku. Soalnya Safitri pas ke Belanda juga begitu, aku mengarahkan yg pokok2 saja.

      2. Soal platform mah gak ada yang tau kecuali orang yang ngurusin jadwal keberangkatan di stasiun kali ya, kami liat di layar beda2 mulu, atau pas pindah ke platform berikutnya keretanya udah jalan. Entahlahh

      3. Kalo platform bisa dilihat digoogle maps. Aku klo mau pergi2 selalu cek google maps. Jadi ketahuan kereta kemana ada diplatform berapa jam berapa saja jalannya. Jadwal itu bahkan bisa dicek seminggu atau 2 minggu sebelumnya. Jadi nanti pas distasiun tinggal mastiin dipapan pengumuman digital yg diatas yg bertebaran diseluruh stasiun. Jadi platform bisa diketahui semua orang.

      4. Oh gitu, nggak tau kalo di negara maju bisa begitu. Waktu ke Paris juga ngeraba-raba, pelajarin sistem transportasinya pelan-pelan dan baru lancar di hari ke-2/3

  2. Saya ngebayangin bagaimana toilet umum di Islandia. Gila, pasti keren banget ya. Dan ternyata di terminal di Amsterdam juga ada sesemakan tempat orang bisa pipis sembarangan ya :hehe. Itu untung banget ya Mbak tidak tertangkap tangan tidak membayar ongkos toilet, gila gimana malunya coba, sudah begitu satpamnya ngomong pakai bahasa Inggris apa bahasa Belanda? Mak pasti takut banget itu…

    1. Islandia itu negara yang menyenangkan, orangnya ramah dan toiletnya gratis hehe. Penjaga toilet di Belandanya bukan orang Eropa, kayaknya pendatang deh, tapi pas marah-marah pake bahasa inggris sih.

      1. Ooh… :hehe, syukurlah kalau bisa bahasa Inggris ya. Kalau saya dimarah mungkin bakalan ngeles sih ujung-ujungnya :haha, maklum nggak ngerti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s